Logo PDIP dan Logo 662mob.com Kok Sama?

Beritamaya.wordpress.com – Untuk lebih jelasnya, kunjungi langsung website: http://www.662mob.com dan anda akan melihat logo dan gambar seperti ini:

logo-662mob.com

kaos-niru-PDIP

Lihat juga logo PDIP di websitenya: http://www.pdi-perjuangan.or.id/

img1-pdip

Logo PDIP dibajak? Bagaimana menurut anda???

Gerah, IDI Minta Dokter Tinggalkan Dusun Ponari

Jombang, NU Online
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang, Jawa Timur, memerintahkan para dokter dan petugas Puskesmas Keliling meninggalkan Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, yang menjadi tempat praktik dukun cilik, Ponari. Para Dokter gerah dengan praktik Ponari.

“Para dokter di sana banyak yang mengeluh karena dianggap mendukung praktik pengobatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara medis. Akhirnya kami mengeluarkan surat perintah agar dokter dan mobil Pukskesmas Keliling ditarik,” kata Ketua IDI Cabang Jombang, dr Pudji Umbaran, Ahad (22/2).

Sikap IDI itu bertentangan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang yang sebelumnya mengerahkan sejumlah dokter dan mobil Puskesmas Keliling secara bergantian untuk memberikan pertolongan kepada pasien yang pingsan karena berdesak-desakan saat mengantre berobat di rumah dukun cilik itu.

“Logikanya, kalau memang Ponari bisa mengobati, tentu tidak harus dokter yang turun tangan. Mereka yang pingsan atau luka, seharusnya bisa diobati oleh Ponari,” kata Pudji seperti dikutip Antara.

IDI Jombang tidak mempersoalkan beda pandangan dengan Dinkes Kabupaten Jombang. “Memang seharusnya masalah itu menjadi tanggung jawab Dinkes,” katanya.

Menurut Pudji, aparat Desa Balongsari tidak bertanggung jawab terhadap segala hal yang terjadi di rumah Ponari. “Aparat desa di sana saja apatis, masak para dokter harus mengurusi,” katanya. (sam)

Bolivia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel

Negara yang memutus hubungan dengan Israel bertambah lagi. Setelah Venezuela, Presiden Bolivia Evo Morales hari Rabu (14/1) menyatakan negaranya memutus hubungan diplomatik dengan Israel, sebagai bentuk protes atas agresi brutal Israel ke Jalur Gaza.

evomorales
“Mempertimbangkan serangan keji terhadap kemanusiaan, Bolivia akan menghentikan hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Moraled di La Paza, ibukota negaranya.

Bukan cuma memutus hubungan diplomatik, Morales mengatakan bahwa ia akan mencari upaya untuk membawa para pejabat pemerintah Israel termasuk perdana menterinya Ehud Olmert ke Pengadilan Kriminal Internasional dengan tuduhan genosida terhadap rakyat Palestina

Morales juga mengecam PBB dan Dewan Keamanan PBB yang terlihat setengah hati merespon krisis yang terjadi di Gaza. Ia meminta Dewan Umum PBB untuk menggelar sidang darurat untuk mengutuk invasi Israel ke Jalur Gaza. (eramuslim/ln/aljz)

Venezuela Putus Diplomatik dengan Israel

warnaislam.com — Pemerintah Venezuela melakukan pemutusan hubungan dengan Israel. Pemutusan hubungan diplomatik ini sebagai protes atas serangan militer Israel di Jalur Gaza.

fotoberitaphp1111Presiden Venezuela Hugo Chavez

Statemen Kementerian Luar Negeri Venezuela seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (15/1) mengatakan, “Venezuela pastinya telah memutuskan untuk memutus hubungan diplomatik dengan negara Israel mengingat penyiksaan rakyat Palestina tak berperikemanusiaan yang dilakukan otoritas Israel,”.

Presiden Venezuela Hugo Chavez mengusir Duta Besar Israel dari Venezuela pekan lalu. Chavez merupakan pengeritik keras Amerika Serikat (AS) dan Israel. Chaves menyebut agresi ini sebagai “holocaust” warga Palestina.

Sebelumnya hal senada juga dilakukan oleh Presiden Bolivia Evo Morales yang juga telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Israel. Morales adalah sekutu Chavez.

Bendera Venezuela dan foto Chavez digunakan para pengunjuk rasa di Tepi Barat pada Rabu (14/1) untuk memprotes serangan membabi buta Israel di Jalur Gaza.

Ahmadinejad: Israel Pecundang Asli

Presiden Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad menyebut ZionisIsrael sebagai pecundang asli serangan ke Jalur Gaza

Hidayatullah.com–Ahmadinejad dalam pembukaan sidang kabinet sore hari Ahad (11/01) seraya menjelaskan tujuan-tujuan Zionis Israel dari tragedi kemanusiaan yang diciptakannya di Gaza mengatakan, Zionis Israel baik kalah dalam perang yang dipaksakannya kepada warga Gaza atau secara lahiriah memenangkan perang ini pada hakikatnya adalah pecundang asli di medan pertempuran Gaza.

Ahmadinejad memuji perlawanan rakyat Gaza yang telah memasuki hari ke-16 dan menuturkan bahwa pondasi Zionis-Israel telah runtuh.

Orang-orang Zionis, kata Ahmadinejak, sudah tidak lagi punya harapan untuk hidup di kawasan.

Presiden Iran menambahkan, front anti hegemoni dan Zionis di dunia tengah mengambil bentuknya dan secara otomatis akan menghentikan gerakan Zionis.

Ahmadinejad juga mengatakan, Dewan Keamanan harus diubah secara prinsipal sehingga benar-benar menjadi Dewan Keamanan PBB bukan Dewan Keamanan Israel dan Amerika.[irb/www.hidayatullah.com]

Din Syamsuddin Serukan Pembubaran PBB

MAKASSAR–Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Ketua PPIP (Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina/The Indonesia-Palestine Friendship Initiative), di hadapan sekitar 5 ribu massa Forum Ummat Islam Makassar, Minggu (11/1) menyatakan keinginannya agar lembaga PBB dibubarkan saja apabila hanya menjadi kepanjangan tangan negara adikuasa seperti Amerika Serikat dan sekutunya Israel.

Din Syamsudin
Pernyataan Din Syamsuddin ini, terkait dengan membangkangnya Israel atas resolusi PBB untuk gencatan senjata dan melakukan perundingan, namun terbukti hanya disambut dingin oleh negara Zionis dan bahkan Amerika Serikat. Atas pernyataannya itu, massa FUI Makassar langsung menyambutnya dengan takbir sehingga menggetarkan Masjid Raya Makassar, tempat pertemuan tabligh akbar berlangsung.

Kepada masyarakat Makassar khususnya maupun masyarakat Indonesia pada umumnya, Din mengajak untuk saling membantu terhadap saudara-saudara kita yang ada di Gaza agar segera terbebas dari derita akibat aksi zionisme yang dilakukan Israel.

“Namun saya berpesan, agar bantuan dilakukan dalam bentuk obat-obatan, makanan, dan sandang, maupun dana. Tidak dalam bentuk lain. Rakyat Gaza, sekarang ini hanya membutuhkan itu. Bukan bantuan pasukan perang ke sana,”ujar Din.

Din Syamsuddin kemudian menjelaskan lebih lanjut, bahwa alhamdulillah, di Indonesia sudah beberapa lembaga melakukan aksi solidaritas untuk Palestina. Aksi-aksi solidaritas tersebut dinilai Din sangat bagus, dan akan membangkitkan dunia internasional betapa pentingnya menghargai manusia dan bukan malah melakukan pembunuhan, penyiksaan, dan kebiadaban seperti yang dilakukan israel.

“Saya yakin, tindakan Israel membunuhi warga Gaza adalah sebuah kebiadaban. Sebuah perbuatan keji yang tak memiliki perikemanusiaan. Kita harus menyerukan agar Israel segera berhenti berbuat dzolim seperti itu,”tambahnya.

Din lalu menceritakan bagaimana dia bersama 100 tokoh Masyarakat Madani Indonesia terpaksa menggeruduk perwakilan PBB di Jakarta seminggu lalu. Kepada PBB yang ada di Jakarta, Din kemudian menyerahkan statemen berisi seruan agar PBB segera bertindak menghentikan aksi Israel.

“Kami tidak berhenti di situ. Sehari setelah menghadap PBB, saya juga mengajak teman-teman untuk mendatangi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Saya bersama kawan-kawan tokoh lintas agama, lintas budaya, lintas profesi, mengirim surat kepada Presiden terpilih Barack Obama agar segera mengubah imej Amerika yang seperti kemarin-kemarin agar berubah menjadi Amerika yang baru,”jelasnya.

Jangan tergoda Politik Praktis

Sementara itu pada hari yang sama, di sela-sela Panen Raya Bandeng Desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar,Sulawesi Selatan, din sempat menyentil seputar persolana pemilu. Menurut Din, berkaitan dengan dekatnya momentum Pemilu 2009 yang akan berlangsung beberapa bulan lagi, ternyata di matanya ada penilaian tersendiri. Din melihat, aktivitas politik praktis, kini telah banyak menggoda ormas ke-Islaman untuk terlibat terlalu jauh dalam dunia politik praktis tersebut. Akibat godaan-godaan itu, maka tidak jarang tugas utama dalam bidang dakwah mereka sering terabaikan.

Din Syamsuddin menambahi, godaan politik praktis akan semakin meningkat menjelang Pemilu 2009. Maka dari itu, Din terus mengingatkan agar warga Muhammadiyah tidak terpancing untuk terlibat aktif didalamnya dan bahkan mengabaikan tanggung jawab sebagai organisasi dakwah.

”Saya hanya mengingatkan, lebih baik Muhammadiyah jangan sampai berpaling dari jati dirinya sebagai ormas yang berjuang di jalur dakwah, kultural, pendidikan, dan kebudayaan. Jangan termakan oleh godaan apapun, termasuk godaan politik yang semakin luar biasa saat ini,” tegasnya.

“Keterlibatan penuh warga Muhammadiyah dalam politik praktis, apalagi sampai membawa nama institusi Muhammadiyah dapat saja mengganggu tugas utamanya dalam dakwah dan pendidikan. namun boleh saja kalau ada warga Muhammadiyah yang mau berpolitik praktis, menjadi pengurus partai atau caleg. Tetapi tetap harus ada yang menjaga gawang perjuangan Muhammadiyah ya,”pinta Chairman Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization itu.

Din Syamsuddin kemudian memberikan syarat, asalkan dengan niatan baik, tidak ada larangan masuk dalam dunia politik Karena itu adalah bagian dari cara untuk memperjuangkan kepentingan ummat.

“Terkait dengan munculnya wacana untuk dicalonkan sebagai calon wakil presiden, saya perlu meminta persetujuan warga Muhammadiyah. Karena warga Muhammadiyah lah yang memberi mandat saya untuk memimpin Ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu. Kalau warga Muhammadiyah bilang tidak boleh, saya sami’na wa atho’na. Saya ikut. Kalau bilang boleh, saya belum tentu mau maju. Harus dihitung dulu,” jelasnya lagi.

Meski begitu, Din kembali memberikan wejangan. Bahwa, Muhammadiyah perlu fokus pada gerakan kebudayaan, pendidikan, dan dakwah. Sebab, menurut Din, Muhammadiyah bukan partai politik yang salah satu tugasnya membahas calon presiden dan wakil presiden. Karena yang membahas soal itu adalah partai politik.

“Tapi kalau ada yang meminta dari kader Muhammadiyah, ya kita senang lah,”ungkapnya.

Din meyakinkan, bahwa saat ini dirinya sama sekali tidak tergoda sedikitpun, apalagi berpaling dari tanggung jawabnya sebagai pengemban amanat warga Muhammadiyah.

Berdayakan Petambak Bandeng

Pada kesempatan itu, Din Syamsuddin sempat melakukan panen bandeng bersama kelompok Ruku Co’mo yang sukses memanen bandeng berkat pendampingan dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah. Panen kali ini, adalah panen perdana untuk kelompok Ruku Co’mo.

Din Syamsuddin mengaku gembira karena di tengah situasi krisis yang mendera bangsa, ternyata petambak warga Muhammadiyah justru bangkit untuk bisa bertahan hidup dan bahkan terus berkembang bersama para petambak lain dalam usaha mengembangkan usaha budidaya bandeng.

“Muhamammadiyah mesti menjadi pemecah persoalan. Menjadi problem solver. Bukan justru menjadi bagian dari masalah. Karena Muhammadiyah ini sejatinya dilahirkan untuk menyelesaikan persoalan,”ujar Din.

Diceritakan Din, saat dirinya diundang di di acara panen kentang oleh warga Muhammadiyah, ada sebuah kisah menarik. Jika sebelumnya warga setempat hanya sedikit warga Muhammadiyahnya, maka setelah panen kentang, mereka berbondong-bondong masuk menjadi warga Muhammadiyah dengan meminta KTA (Kartu Tanda Anggota) Muhammadiyah.

“Rupanya, mereka tertarik dengan sistem pendapingan petani oleh relawan MPM. Mereka merasa terbantu karena berkat pendampingan MPM, maka pendapatan petani menigkat lebih dari separuh sebelum mereka mendapatkan pendampingan MPM. Juga, modal yang dibutuhkan ternyata lebih sedikit berkat bimbingan para anggota MPM yang terjun langsung ke masyarakat.##.(eramuslim)

Turki Tolak Kunjungan Menlu Israel

Kementrian Luar Negeri Turki menolak kedatangan Menlu Israel Tzipi Livni yang rencananya mengunjungi Ankara

Hidayatullah.com–Sebagaimana dilansir harian Turki Hurriyet (9/12), sumber Kemenlu Turki menyatakan Ankara menolak tegas kunjungan Livni yang akan membahas sikap diplomatik Turki yang “mulai garang” terkait livniserangan Israel atas Gaza.

“Jika itu maksud kedatangan Livni, lebih baik ia tidak usah datang,” ungkap sumber tersebut.

Sebelumnya, ratusan anggota parlemen Turki yang menjadi anggota Organisasi Persahabatan Turki-Israel (Jam’iyyah al-Shadaqah al-Israiliyyah at-Turkiyyah) menyatakan pengunduran diri mereka. Dari 305 jumlah anggota tersebut, tercatat sebanyak 300 yang mengundurkan diri.

Mereka mengundurkan diri sebagai sikap protes atas serangan brutal Israel yang memporakporandakan Gaza. Pengunduran diri para anggota paelemen Turki ini juga tercatat sebagai salah satu peristiwa politis yang paling dramatis sekaligius terbesar semenjak berdirinya Republik Turki pada 1924 M.

Kabar tersebut juga dibenarkan oleh harian terkemuka Israel Haarets (9/12). Harian berbahasa Ibrani itu mengutip pernyataan Kemenlu Turki tersebut. “Jika Livni datang ke Ankara dan hendak berbicara selain penghentian serangan negerinya atas Gaza, maka sebaiknya ia tak usah kemari!” kutip Haaretz.

Haaretz juga menyatakan, bahwa sikap tegas yang diambil Ankara adalah “hari-hari terakhir bulan madu antara Turki dan Israel yang sudfah terajut lebih dari 60 tahun.”

Beberapa hari sebelumnya, PM Turki Recep Tayyep Erdogan telah menelpon PM Israel Ehud Olmert untuk segera menghentikan serangan negerinya atas Gaza. Namun, seruan Erdogan tersebut tak diindahkan oleh Olmert.

Dalam wawancaranya dengan televisi Aljazeera di Qatar pada Ahad (4/1) kemarin, Erdogan, dengan nada marah mengatakan bahwa sikap Israel adalah “bentuk penghinaan atas hubungan Israel-Turki. Dan Turki pun bisa mengambil sikap yang lebih tegas!”

Pernyataan Erdogan langsung mendapat reaksi beragam dari Israel. Harian Isarel berbahasa Inggris Jerusalem Post (5/1) kemarin menyatakan, jika “Turki sudah tidak lagi menjadi sekutu dan mitra tua kita. Turki tampaknya mulai merapat ke Iran dan Hizbullah.”

Gertakan Turki terbukti mampu membuat Israel “ketar ketir”. Sayangnya, negara-negara Arab justru masih bersikap setengah hati terkait derita yang dialami saudara kandung mereka di Gaza. [atj/berbagaisumber/www.hidayatullah.com]

credit foto: getty image /afp

Zionis belum berhenti membantai, kok kita berhenti membantu? Sisihkan sebagian harta Anda untuk membantu rakyat Gaza di “Hidayatullah.com Peduli Palestina“. No Rek BCA: 822 0279422 CP Redaksi www.hidayatullah.com 081-357342242

Hizbullah Ancam Israel

warnaislam.com — Warga Libanon dan pendukung Hizbullah kemarin melakukan aksi besar-besaran mendukung Palestina dan mengancam Israel. Hizbullah mengatakan bahwa jika Israel tidak segera menghentikan serangannya ke Palestina, maka mereka harus bersiap-siap berhadapan dengan pejuang Hizbullah.

fotoberitaphpDemonstran Pendukung Palestina

Warga Libanon dari mulai anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah di jalan-jalan untuk memberikan dukungan pada warga Gaza. Konvoi pejuang dan pendukung Hizbullah juga mengusung gambar pemimpin mereka, Hazan Nasrallah, serta bendera-bendera Hizbullah dan Palestina.

Hizbullah dalam keterangannya mengancam bahwa Israel harus segara menghentikan pembantaiannya di Gaza atau mereka akan menghadapi perlawanan pula dari pejuang Libanon.

Sebelumnya sejumlah roket telah diluncurkan dari Libanon ke pemukian Israel meskipun belum diklain oleh pihak Hizbullah. Namun Hizbullah mengatakan bahwa jika serangan Israel ini masih terus berlanjut, maka Israel dipastikan akan kembali menelan pil pahit kekalahan seperti pada tahun 2006.(Mirzah Abdulaziz)

Strategi AS Menghancurkan Dunia Islam

RAND Corporation (Rand Corp), sebuah lembaga think-tank AS yang berafiliasi dengan Pentagon memberikan sejumlah rekomendasi untuk memberangus kelompok-kelompok Muslim yang dianggap bisa mengancam dominansi Barat.

asa
Dalam hasil studi terbarunya, RAND menyatakan bahwa AS saat ini sedang mengalami apa yang dikarakteristikan sebagai ‘perang panjang’. “Perang panjang oleh beberapa pihak dideskripsikan sebagai strategi perjuangan untuk mematahkan upaya menyatukan Dunia Islam yang ingin menggantikan dominansi Barat.

Sebagian pihak mengartikannya dengan lebih sempit sebagai perpanjangan dari perang melawan teror,” demikian RAND Coorporation.

Hasil studi yang diberi tajuk “Unfolding the Future of the Long War” mengklasifikasikan kelompok-kelompok Muslim itu ke dalam tiga katagori; kelompok jihadis yang memegang doktrin Islam secara teguh, kelompok nasionalis agamis dan kelompok sekular.

Salah satu strategi yang direkomendasikan RAND untuk merongrong gerakan kelompok-kelompok Muslim antara lain dengan mengganjal laju gerakan kelompok yang mereka sebut kelompok jihad salafis (yang berjuang yang mengikuti metode para salaf), dan Amerika  menimbulkan pertentangan di kalangan mereka sendiri (di internal kelompok salafis)

Strategi ini sangat bergantung pada strategi penyamaran atau terselubung, operasi informasi, perang inkonvensional dan memberikan dukungan pada milisi-milisi lokal. Lewat strategi ini, AS harus menjalin kerjasama degan sekutu-sekutu lokalnya dan memanfaatkan beberapa “jihadis” untuk melancarkan kampanye tandingan terhadap kampanye-kampanye yang dlakukan oleh kelompok lawan mereka.

RAND mencontohkan, AS harus bisa memanfaatkan ketegangan dan perbedaan pendapat antara Muslim Sunni dan Muslim Syiah, dengan berpihak pada salah satunya, misalnya kelompok Sunni agar melawan kelompok Syiah.

“Pecah Belah dan Kuasai menjadi cara mudah dan murah guna mengulur waktu sampai AS dan sekutu-sekutunya bisa kembali pusat kekuatan dalam perang yang panjang itu,” tulis RAND.

RAND juga merekomendasikan AS untuk melakukan strategi menghambat operasi kelompok-kelompok “jihadis”. Yaitu dengan melakukan pendekatan “dari luar dan dari dalam” untuk kestabilan geografi di dunia Islam tetap terjaga, antara negara yang mendukung dan tidak mendukung ideologi Salafi-Jihadis.

“Setelah berhasil mengisolasi para jihadis transnasional dari gerakan-gerakan jihad yang ada, barulah AS bisa melakukan operasi pemberantasan kelompok-kelompok jihadis yang berasal dari luar dunia Islam,” tulis RAND dalam laporannya.

RAND menyarankan agar rejim-rejim lokal diperkuat untuk menekan kelompok-kelompok jihad dan mencegah mereka mendapatkan dukungan publik. Dalam hal ini RAND menggunakan basis teori bahwa pendorong munculnya kelompok-kelompok jihad Salafi adalah karena kekosongan pemerintahan dan buruknya pelayanan publik oleh pemerintah.

AS, masih menurut RAND, harus menjalankan strategi dominansinya ke seluruh dunia Islam dengan memfokuskan upaya untuk menyingkirkan kelompok-kelompok jihad. “Dengan strategi ini, AS harus bekerjasama dengan sekutu-sekutunya seperti Aljazair, Mesir dan Yaman untuk menyingkirkan semua elemen-elemen kelompok jihad Salafi dari wilayah-wilayah tertentu dengan cara pendekatan klasik seperti melakukan restorasi infrastruktur termasuk membentuk milisi-milisi lokal,” tukas RAND.

Terakhir, RAND merekomendasikan untuk menggunakan kekuatan militer untuk mengganti sebuah rezim di negara-negara Muslim yang dianggap memiliki pengaruh penting. Menurut RAND, jika di dunia Islam terjadi bencana geopolitik yang disebabkan oleh pergantian rezim, maka kekuatan-kekuatan demokratis akan lebih mendapat perhatian publik dan hal ini akan membuat kelompok-kelompok jihad terpojok, sehingga mereka tidak bisa muncul untuk melakukan perlawanan terhadap dominansi AS. (ln/iol)[eramuslim]

Masa Depan Yahudi di Palestina

Gencarnya serangan pasukan Yahudi 10 hari terakhir ini terhadap kota Gaza yang dikuasai Mujahidin Hamas telah melahirkan simpati dunia, khususnya Dunia Islam. Hampir seluruh dunia, kecuali Amerika, bergerak membantu kaum Muslimin di Gaza dengan berbagai bentuk bantuan seperti makanan, obat-obatan, medis, demonstrasi besar-besaran, diplomasi, politik, doa dan bahkan jutaan kaum Muslimin menyatakan siap menuju Palestina untuk berjihad melawan dan mengusir kaum Yahudi yang telah mendirikan Negra Israel di atas bumi Palestina sejak tahun 1947.

Di antara fenomena yang menarik dicermati dari peristiwa Gaza kali ini ialah kekhawatiran Eropa yang diwakili Presiden Prancis, Sarkaozy.  Sehinngga, Presiden Perancis Sarkozy  harus bertandang ke Mesir untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Mesir Husni Mumabarak untuk membujuk Israel menghentikan serangannya ke Gaza dan segera berdamai dengan Hamas.

Demikian juga Rusia merasa sangat gelisah dengan perkembangan yang terjadi. Di samping itu, pernyataan-pernyataan para pemimpin Arab seperti Qatar, Mesir, Jordan, Saudi Arabia dan juga Indonesia terlihat agak berpihak kepada rakyat Palestina dan khususnya Hamas, kendati dengan cara yang berbeda-beda. Padahal selama ini Hamas telah ditetapkan Amerika sebagai organisasi Teroris yang harus dilenyapkan di atas muka bumi.

Lebih dari itu, Perdana Menteri Turki, Thayeb Ordogan dengan tegas mengatakan akan segera melobi PBB sesuai dengan agenda yang diinginkan Hamas. Kendati terlihat lamban, Liga Arab dan OKI juga mulai bergerak. Menariknya lagi Presiden Venezuela, Hugo Chavez telah memerintahkan Dubes Israel hengkang dari negara pengekspor minyak tersebut.

Lebih dari itu, Ratu Rania, Istri Raja Abdullah; Raja Jordania, mengeluarkan statement kerasnya seperti yang dkutip Islamoline.com : “Membiarkan Gaza dalam kondisi seperti ini adalah kekufuran (membangkang) pada Allah”. Semuanya seakan menyadari kezaliman yang dilakuakn bangsa Yahudi terhadap rakyat palestina yang sudah menderita berkepanjangan sejak lebih dari 60 tahun lalu.(eramuslim)

« Entri lama