Bangsa Maya Tidak Mengenal Ramalan Kiamat Pada 2012

BeritaMaya.wordpress.com - Setelah ditaklukkan oleh Spanyol dan dikonversi ke Katolik Roma, bangsa Maya mempraktekkan agama Katolik Roma yang digabungkan dengan kosmologi Maya, dewa-dewa, dan ritual domestik.

Saat ini, bangsa Maya yang berjumlah sekurang-kurangnya 7 juta jiwa, sebagian besar tersebar di Meksiko selatan, dan sebagian kecil di Guatemala dan Belize.

Akhir dunia yang terkait dengan 2012 hanyalah sebuah rumor yang tersebar luas dan bukanlah ramalan bangsa Maya kuno.

Kenyataannya, bangsa Maya yang hidup hari ini sangat ingin agar orang-orang menyadari bahwa sebagian besar (mis)informasi tentang 2012 tidak bersumber dari bangsa Maya atau pun kalender mereka, meskipun mungkin tampak berhubungan dengan mereka.

Bangsa Maya menghentikan penggunaan kalender besarnya jauh sebelum Spanyol tiba. Sampai saat ini pun mereka tidak menggunakannya. Mereka kini hanya memanfaatkan kalender Tzolk’in suci.

Penjelasan tentang siklus kalender besar Maya

Menurut Ann Martin, seorang kandidat doktor di Cornell University’s department of astronomy, “Dunia TIDAK akan berakhir pada 21 Desember 2012“. Kalender besar Maya ini dirancang untuk menjadi siklus, sehingga fakta bahwa masa berakhir pada bulan Desember 2012 adalah benar-benar tidak ada konsekuensinya, menurut Martin.

Cukup, itu adalah akhir dari siklus kalender besar Maya di masyarakat, sebagaimana masyarakat modern kita merayakan Milenium baru. Ini tidak berarti bahwa “dunia akan berakhir.”

Pada kenyataannya, kalender Maya tidak berakhir kemudian dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa bangsa Maya (atau seorang pun dalam hal ini) memiliki pengetahuan tentang akhir dunia.

Institute of Maya Studies (IMS) menjelaskan bahwa akhir periode (yang bertepatan dengan 21 desember 2012) menunjukkan “umur” Siklus Besar kalender Maya dan menuju siklus besar berikutnya. Ini bukan akhir dunia.

Bangsa Maya Modern di Guatemala dan Meksiko juga menyangkal ramalan tentang kiamat (2012). “Tidak ada konsep kiamat dalam budaya Maya,” demikian kata Yesus Gomez, kepala the Guatemalan confederation of Mayan priests and spiritual guides, kepada The Sunday Telegraph.

Cirilo Perez, seorang penasihat Presiden Guatemala Alvaro Colom, mengecam eksploitasi komersial budaya Maya oleh pihak luar. “Ketika orang asing melihat kita, mereka berpikir ‘Lihat Maya, betapa baiknya, betapa cantik’, tetapi sebenarnya mereka tidak mengerti kita.” katanya.(Sanji/BeritaMaya)

~
Artikel yang berkaitan:

http://www.famsi.org/research/vanstone/2012/index.html
http://www.mayastudies.org/html/understanding_2012.html
http://www.mayastudies.org/html/celebrating_2012.html
http://mayacalendar.com
http://www.13moon.com/prophecy%20page.htm
http://www.universetoday.com/2008/10/03/2012-no-geomagnetic-reversal/
http://www.mayan2012kids.com/the-maya/modern-maya/
http://www.mayan2012kids.com/2009/10/famsi-what-the-ancient-maya-tell-us-about-2012/
http://sanjisan.wordpress.com/2009/11/14/ramalan-ramalan-yang-gagal-tentang-kiamat/

PBNU: Israel Hendaknya Dikucilkan

Republika.co.id – JAKARTA–Tindakan Israel yang menyerbu dan memporakporandakan Masjid Al Aqsha dinilai merupakan tindakan yang sama sekali tidak beradab dan menyakiti umat Islam seluruh dunia. ”Bukan saja masyarakat Palestina, namun tindakan Israel tersebut menyakiti umat Islam seluruh dunia,” tegas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU Jakarta, Selasa (27/10).

20091027164707ANTARA

Kiai Hasyim juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia bisa melakukan lobi kepada Amerika Serikat dan Uni Eropa agar mereka bisa menekan Israel atas tindakan biadabnya itu. ”Pemerintah kita bisa melakukan pendekatan ke pemerintah AS dan Uni Eropa agar mereka bisa melakukan tekanan-tekanan pada Israel. Karena hanya mereka yang bisa lekaukan itu,” papar kiai Hasyim.

Kiai Hasyim juga berharap agar kasus-kasus kekejaman yang dilakukan oleh Israel bisa menjadi hikmah tersendiri bagi warga Palestina. ”Warga Palestina harus bersatu untuk melawan. Selama mereka juga masih terpecah belah dan berfaksi-faksi, Israel akan semakin leluasa untuk melakukan kekejaman baik secara fisik maupun religi,” tegas kiai Hasyim.

Lebih lanjut dikatakan kiai Hasyim bahwa hendaknya dunia internasional juga akngakt bicara mengecam tindakan keji dan biadab tersebut. ”Walaupun kita semua tahu bahwa Israel bukanlah negara yang suka mendengarkan masukan-masukan atau nasehat dari negara lain,” ucap kiai Hasyim.

Ia juga berharap bahwa dengan kekejian tentara Israel yang sudah terjadi berulangkali tersebut, bisa membuat negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk lebih berkoordinasi dan bersatu. ”Selama ini kita melihat bahwa di kalangan negara-negara Arab juga terjadi disintegrasi. Semoga ini menjadi salah satu pelajaran agar mereka bisa lebih bersatu. Israel semakin leluasa karena mereka tidak pernah bersatu,” papar kiai Hasyim.

Kiai Hasyim juga meminta agar negara-negara di dunia, khususnya yang berdekatan dengan Israel, untuk mengucilkan Israel. ”Misalnya seperti Mesir dan Yordania, bisa saja mereka menarik Dubesnya dari Tel Aviv dan kemudian mengucilkan Israel,” ucapnya. osa/taq

Isu Terorisme dan Serangan Terhadap Islam

Jihad adalah usaha serius untuk membumikan wahyu Allah di muka bumi sehingga tidak ada lagi kezaliman dan fitnah terhadap Islam dan ummatnya. Renungkan firman Allah dalam QS Al Baqarah 2:193 dan QS Al Anfal 8:39.

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah 2:193)

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari kekafiran), Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Anfal 8:39)

Fitnah adalah kezaliman dan sifatnya lebih kejam dari pembunuhan, karenanya “Allah mengharamkan kezaliman sampai datangnya hari qiyamat.” (HR Muslim)

Allah SWT. memerintahkan kepada Rasulullah SAW. dan ummatnya agar terus memerangi orang kafir dan zalim yang selalu menimbulkan fitnah kepada Islam dan ummatnya. Al Qur’an mengingatkan:

Wahai Nabi berjihadlah melawan orang-orang kafir dan munafiqien itu dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. At Taubah 9:73 dan QS 66:9)

Terorisme dan Ketidakadilan Global

Masalah yang jarang disentuh oleh media massa ketika mengangkat isu terorisme adalah ketidakadilan global. Padahal faktor ketidakadilan global menjadi salah satu pemicu serangan terhadab barat atau objek-objek yang dianggap berhubungan dengan barat. Penjajahan yang dilakukan barat di dunia Islam, termasuk dukungan membabi buta barat terhadap penjajahan zionis Israel di Palestina, merupakan cerminan dari ketidakadilan itu.

Ketika 9 orang terbunuh akibat pengeboman di hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton, banyak orang yang mengecam aksi tersebut. Sikap yang sama seharusnya muncul ketika ratusan ribu umat Islam terbunuh pasca invasi AS di Iraq. Mengutip laporan yang dimuat Jurnal Lancet, lebih dari 650 ribu warga sipil Iraq tewas sejak invasi AS pada tahun 2003 dan jumlah itu tentu saja terus saja bertambah hingga kini.

Amerika serikat dimaklumi marah saat gedung WTC diserang yang menyebabkan sekitar 3000 orang terbunuh. Sebaliknya, tentu bisa dimaklumi juga umat Islam marah ketika pasukan Amerika terus menerus membunuh rakyat sipil di Afghanistan dan Pakistan. PBB mengatakan jumlah penduduk sipil yang tewas di Afghanistan tahun ini meningkat 24 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laporan PBB menyebutkan lebih dari 1.000 orang tewas dalam enam bulan pertama tahun ini. Jumlah korban serangan AS terhadap rakyat sipil di perbatasan Pakistan-Afghanistan pun terus meningkat.

Bandingkan pula sikap dunia barat ketika Israel menyerang Gaza.  Angka korban serangan Israel ke jalur Gaza sejak 27 desember 2008 hingga 18 januari 2009 malah mencapai 1313 atau rata-rata 59 orang tewas perhari atau setiap jam lebih 2 orang tewas. Tidak hanya itu, Israel juga mengakui menggunakan senjata kimia yang mengerikan, yakni fosfor putih. Belum lagi yang terbunuh akibat isolasi jalur Gaza oleh Israel. Alih-alih mengecam Israel, Amerika, Inggris dan sekutunya malah membela Israel. Untuk kasus Indonesia, ketidakadilan itu juga tampak dari sikap yang diskriminatif terhadap pembunuhan umat Islam di Ambon, Poso, atau kerusuhan di Sampit.

Berkaitan dengan pengeboman pada juli 2005 di London, pemerintahan Inggris memberikan peringatan bahwa keterlibatan dalam invasi AS ke Iraq telah meningkatkan adanya ancaman serangan balasan terhadap Inggris. Laporan yang bocor dari Joint Terrorims Center (JTAC) Inggris, yang mendahului serangan tersebut, memperingatkan: “peristiwa-peristiwa yang terjadi di Iraq semakin menjadi motivasi dan fokus sejumlah teroris berkaitan dengan aktivitas di Inggris.”

Pada april 2005, sebuah laporan yang ditulis oleh Joint Intelligence Committee (JIC) berjudul “International Terrorism Impact of Iraq” bahkan lebih eksplisit menyatakan: “kami menilai bahwa konflik yang terjadi di Iraq telah memperburuk ancaman terorisme internasional dan akan terus memberikan dampak dalam jangka waktu yang lama. Konflik tersebut telah memperkuat kegigihan para teroris yang telah melakukan serangan ke negara-negara barat dan memotivasi orang-oran lain yang tidak melakukannya.”

Seharusnya siapapun yang menginginkan kekerasan global dihentikan, juga harus dengan tegas meminta AS dan negara-negara imperialis lainnya menghentikan kebijakan yang eksploitatif dan diskriminatif terhadap dunia Islam. Masyarakat barat sendiri seharusnya meminta penguasa mereka agar menarik tentara negaranya dari Iraq, Afghanistan, dan negeri Islam lainnya. Termasuk menghentikan dukungan membabi buta terhadap Israel.

Bagi umat Islam, ketidakadilan global ini harus dihentikan. Berharap pada negara-negara imperialis untuk menghentikan kejahatan mereka sangatlah sulit. Karena selama barat masih mengadopsi ideologi kapitalisme, penjajahan akan menjadi metode baku yang tidak berubah. Tidak ada pilihan lagi, kecuali umat Islam bersatu membangun kekuatan global khilafah Islam yang akan melindungi umat Islam dari bulan-bulanan negara imperialis..

Isu Terorisme & Serangan Terhadap Islam

Sebenarnya isu memerangi terorisme yang dilancarkan Amerika dan sekutu-sekutunya adalah perang melawan Islam dan kaum Muslimin. Musuh-musuh Islam mencoba membidik Islam dan kaum Muslimin di balik isu terorisme. Mereka takut dengan bangkitnya kaum muslimin. Dengan demikian mereka berusaha sekuat tenaga dan dengan berbagai macam cara untuk menghancurkan kebangkitan kaum Muslimin, salah satunya dengan melancarkan perang melawan terorisme.

Saat ini umat Islam menjadi tertuduh dan semua ketakutan dengan segala hal tentang Islam, karena selalu dikait-kaitkan dengan isu terorisme. Para pelajar, aktivis Islam dan semisalnya menjadi resah. Mereka khawatir dituduh dan dianggap sebagai sarang dan penyedia serta membantu aktivitas terorisme.

Gerakan-gerakan dakwah pun dicurigai meskipun gerakan dakwah itu terbuka dan tak ada sangkut pautnya dengan teroris. Beberapa orang pun mengawasi ketat anak remajanya yang mau berangkat mengaji. Padahal hal itu tak pernah terjadi sebelumnya. Mereka menanyakan ngajinya sama siapa, tempatnya di mana, dan segala macam secara berulang-ulang.

Bahkan di sebuah wilayah, beberapa orang yang hendak melakukan khuruj (aktivitas yang rutin dilakukan oleh Jama’ah Tabligh) di sebuah masjid, ditolak warga setempat pasca pengeboman di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Warga setempat tak mau daerahnya dijadikan tujuan orang luar. Mereka takut orang-orang tersebut terlibat terorisme.

Sikap paranoid ini muncul belakangan di beberapa daerah. Ini terjadi setelah televisi dengan sangat gencar menyebarkan berita terorisme sejak penyerbuan di Temanggung, Jawa Tengah. Bukannya obyektif, pemberitaan di media massa cenderung menstigmatisasi negatif Islam dan kaum muslimin.

Belum jelas benar siapa pelakunya, media massa langsung menyorot pesantren. Pesantren dianggap mengajarkan jihad dan ini menjadi inspirasi para teroris. Media massa pun sibuk mencari latar belakang orang-orang yang diduga teroris dengan melakukan interogasi dan inkuisisi terhadap almamater, keluarga, dan para tetangga.

Tampa disaring, berita isu langsung disiarkan. Padahal tidak semua sumber berita yang didapatkannya layak disiarkan.

Hal yang sama tidak pernah dilakukan terhadap para koruptor. Adakah media massa yang pernah mengaitkan koruptor dengan almamaternya? Kemudian menyatakan bahwa unversitas X telah mengajarkan korupsi? Atau mencari guru dan dosennya karena dianggap sebagai inspirasi untuk korupsi?

Sikap media ini tidak lepas dari upaya pihak-pihak tertentu untuk menjadikan media sebagai corong dalam menyerang Islam dan kaum muslimin. Lihat saja bagaimana media massa seolah jadi ‘orang bodoh’ dan menurut saja dengan arahan sumber-sumber mereka. Sikap kritis mereka hilang. Bahkan untuk mencari alternatif narasumber lagi. Sampai-sampai ketika sumber-sumber berita mereka memberitakan berita yang salah pun, ditelan mentah-mentah. Perhatikan ketika penyerangan di Temanggung terjadi, dalam siaran langsungnya, mereka seperti koor menyanyikan lagu bahwa teroris yang terbunuh adalah gembong teroris Noordin M Top. Ternyata bukan.

Telah terjadi trial by the press (pengadilan oleh meda massa), yang dampaknya jauh lebih kejam. Media pun tergiring oleh frame berpikir musuh-musuh Islam yang menggeneralisasi para teroris dengan Islam. Isu memerangi terorisme yang dilancarkan Amerika dan sekutu-sekutunya disebarluaskan dan dikerjakan oleh media massa yang pada hakikatnya untuk menghilangkan kebangkitan Islam.

Ironisnya, media massa seolah maklum saja dengan tindakan brutal Amerika dan sekutunya menebar bom dan kematian di mana-mana. Media massa tidak pernah menyebut mereka sebagai teroris, meski korban tewas jauh lebih banyak dan massif.

Media memang telah menjadi alat bagi kapitalisme global dalam mempertahankan hegemoninya. Di era informasi dimana kemenangan ditentukan oleh penguasa sumber-sumber informasi, media massa adalah salah satu pilar kapitalisme.

Barat paham betul bahwa Islam adalah musuh berikutnya setelah komunisme runtuh. Islam adalah ancaman. Karenanya, kebangkitan Islam mesti dihalang-halangi. Caranya bisa melalui hard dan soft power. Untuk itu barat dan antek-anteknya mendekonstruksi persepsi masyarakat terhadap Islam untuk melahirkan sikap moderat bahkan liberal. Mereka tidak mau Islam tampil apa adanya sesuai Al Quran dan As Sunnah. Sikap moderat dan liberal ini dianggap pas dengan hegemoni dan determinasi barat.

Sangat tidak mengherankan bila di tengah isu terorisme yang sedang hangat sekarang tiba-tiba muncul pernyataan beberapa tokoh yang mencoba menggeneralisasi bahwa terorisme itu adalah keinginan menerapkan syariah Islam dalam Daulah Islam. Mereka mencoba menebar ‘pukat harimau’ untuk menjaring aktivis pergerakan Islam.

Mereka sepertinya tutup mata-atau memang sengaja terhadap fakta bahwa tidak semua gerakan yang memperjuangkan syariah Islam dan khilafah setuju dengan aksi terorisme. Modus mereka ini sama dan sebangun dengan gaya Amerika dan barat umumnya melihat Islam pasca tragedi WTC pada September 2001.

Tak mengherankan bila banyak pihak yang menganalisis bahwa aksi-aksi terorisme di Indonesia ini sengaja dimainkan oleh pihak asing. Tujuannya adalah melemahkan umat Islam Indonesia sehingga Islam tidak bisa bangkit menjadi sebuah kekuatan yang besar di negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia ini.

Oleh karena itu perlu waspada terhadap segala tipu daya musuh-musih Islam tersebut. Para pengembang dakwah harus terus istiqomah mendakwahkan Islam dan mengembalikan kejayaan Islam dengan metode dakwah yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Siapa Teroris Sebenarnya ? Sadarlah Wahai Kaum Muslimin…!

Jadi, siapakah terorisme yang sebenarnya ? Kalau kita mau meneliti sejarah, maka terlalu banyak dan panjang catatan peristiwa sejarah Amerika yang dapat membuktikan bahwa Amerika adalah teroris sejati. Amerika dengan dukungan sekutunya NATO, berhasil menekan PBB untuk mengembargo Irak.

Jika definisi teror adalah membunuh rakyat sipil yang tak berdosa; anak-anak, wanita dan orang tua, maka mereka atau Amerika adalah teroris paling pertama, teratas dan terjahat yang dikenal oleh sejarah umat manusia. Mereka telah membantai jutaan rakyat sipil tak berdosa di seluruh dunia; Jepang, Vietnam, Afghanistan, Iraq, Palestina, Chechnya, Indonesia dan banyak negara lainnya.

Jika definisi teror adalah membom tempat-tempat dan kepentingan-kepentingan umum, mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang mengajarkan, memulai dan menekuni hal itu.

Jika definisi teror adalah menebarkan ketakutan demi meraih kepentingan politik, maka merekalah yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu di seluruh penjuru dunia.

Jika definisi teror adalah pembunuhan misterius terhadap lawan politik, maka mereka adalah pihak pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu.

Jika definisi mendukung teroris adalah membiayai, melatih dan memberi perlindungan kepada para pelaku kejahatan, maka mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu. Mereka bisa berada di balik berbagai kudeta di seluruh penjuru dunia. Aliansi Utara di Afghanistan, John Garang di Sudan, Israel di bumi Islam Palestina, Serbia dan Kroasia di bekas negara Yugoslavia, dan banyak contoh lainnya merupakan bukti konkrit tak terbantahkan bahwa The Real Terrorist adalah Amerika dan sekutu-sekutunya!

Dengan demikian, setelah ummat mengetahui rencana apa di balik isu terorisme, siapa teroris sebenarnya, maka mereka juga harus tetap sabar, tawakal, dan yakin bahwa Islam pasti menang. Hal ini sebagaimana janji Allah SWT dalam firmanNya :

“Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar (Islam) untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (QS At Taubah, 9 : 33 & QS Ash Shaff, 61 : 9)

Wallahu’alam bis Showab!

* Artikel ini merupakan ringkasan dari Khutbah Ust. Abu Muhammad Jibriel (Wakil Amir Majelis Mujahidin) pada Bulan Syawwal di beberapa Masjid di Jakarta.

Menyikapi Cap Teroris Atas Umat Islam Yang Berpegang Teguh Dengan Agamanya

Bismillah…
Para pembaca sekalian, rahimahumullah…

Kejadian-kejadian aksi terorisme di negeri ini dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat. Di sisi lain upaya aparat untuk memburu para teroris pelaku pengeboman tak berperikemanusiaan itu terus gencar.

Beberapa pelaku teror berhasil ditangkap. Sangat disayangkan, ternyata di antara mereka yang tertangkap sebelumnya adalah para pemuda muslimin yang dikenal baik di lingkungannya, memiliki semangat beragama yang tinggi, dan pembelaan terhadap Islam. Para orang tua yang mendengar anaknya tewas dalam aksi terorisme atau terciduk oleh aparat, kaget dan terpukul.

Tentunya kita heran, bagaimana paham terorisme bisa masuk menyusup ke generasi muda muslim? Apa benar terorisme merupakan bagian dari ajaran agama?

Lebih rumit lagi, ternyata pada sebagian teroris yang tertangkap atau masih buron, pada mereka ada penampilan syiar agama Islam, misalnya berjenggot, celana di atas mata kaki, baju gamis, istri bercadar, dan syiar ketaatan beragama lainnya.

Tak ayal lagi, sebagian orang menganggap bahwa itu adalah ciri-ciri teroris.
Parah lagi, mereka menganggap setiap orang yang berpenampilan dengan penampilan di atas, maka berarti identik dengan teroris atau orang yang sekelompok/segolongan dengan para teroris! Kondisi ini diperkeruh dengan komentar-komentar para tokoh tidak bertanggung jawab dan asal bicara, yang dilansir oleh media.

Perlu diketahui bahwa penampilan Islami seperti di atas sebenarnya merupakan cara penampilan yang dituntunkan dalam syariat dan dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta diamalkan oleh para sahabat dan para salafush shalih, serta para ulama Ahlus Sunnah yang mulia. Jadi, sebenarnya itu merupakan ciri-ciri seorang muslim yang berpegang teguh dengan agamanya.

Sepantasnya seorang muslim berpenampilan dengan penampilan seperti itu. Namun para teroris tersebut telah menodai ciri-ciri yang mulia ini, dengan mereka terkadang berpenampilan dengan penampilan tersebut. Sehingga sampai-sampai kaum muslimin sendiri tidak mau berpenampilan dengan penampilan Islami seperti di atas, karena beranggapan bahwa penampilan tersebut adalah penampilan teroris.

Nyata-nyata para teroris Khawarij tersebut telah membuat jelek Islam dari segala sisi! Padahal dalam kondisi-kondisi tertentu –dalam rangka menghilangkan jejak misalnya—terkadang mereka tak segan melepas segala atribut penampilan syiar sunnah dari dirinya!! Mencukur jenggotnya sekalipun akan sanggup mereka lakukan!!

Penampilan luar semata tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai seseorang sebagai teroris. Jangan apriori terhadap penampilan sunnah dan ajaran sunnah. Di sisi lain jangan pula terkecoh dengan penampilan tersebut.

Maka, kita perlu tahu apa dan bagaimana paham keagamaan para teroris pelaku peledakan bom Bali, JW.Marriot, dll. berikut bahaya paham tersebut terhadap Islam dan umat Islam serta kehidupan manusia.

Apa benar paham dan praktek mereka selama ini ada landasannya dalam Islam? Apa kaitannya dengan jihad?

Benarkah mereka sedang berjuang membela Islam?

Apa semua orang yang berjenggot, berjubah, isterinya bercadar, … dst adalah teroris, atau identik dengan teroris, atau sealiran dengan kelompok teroris?

Silakan simak indeks artikel situs
www.merekaadalahteroris.com dan artikel terkait berikut ini …

A. BUKU PERTAMA

Judul: Mereka Adalah Teroris! (Sebuah Tinjauan Syari’at)
Penulis: Luqman bin Muhammad Ba’abduh
Desain Cover: Royyan, Bayu Enggal Kh@s Desain
Tataletak: Mitra Grafika
Cetakan: Pertama, Ramadhan 1426 H / Oktober 2005 M
Kedua, Dzulqo’dah 1426 H / Desember 2005 M
Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida, Perum Villa Bukit Tidar Blok A-1/401 Malang
Telp: (0341) 7062995
Hp. 081334995694
Distributor : Media Sunnah (Jabotabek) 081380713788, Ubadah (Yogyakarta) 0818461238, Hasan Ibnu Harun (Jember) 0331-7758324
1. DARI PENERBIT MEREKA ADALAH TERORIS! (sebuah tinjauan syari’at)
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=18
2. RESENSI MEREKA ADALAH TERORIS
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=7#more-7
3. KATA PENGANTAR CETAKAN PERTAMA -MEREKA ADALAH TERORIS!-
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=20
4. KATA PENGANTAR CETAKAN KEDUA -MEREKA ADALAH TERORIS!-
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=21
5. BIOGRAFI PENULIS
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?page_id=3
6. COPYRIGHT
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?page_id=4
7. KENAPA SIH KOK BICARANYA KASAR?
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=19

B. BUKU KEDUA

Judul Indonesia : MENGIDENTIFIKASI NEO-KHAWARIJ SEBAGAI SEJELEK-JELEK MAYAT DI KOLONG LANGIT
Judul Asli: SYARRU QATLA TAHTA ADIMIS-SAMA‘I KILABUN-NAR
Penulis: Jamal bin Furaihan Al-Haritsi
Cetakan: Pertama, 1424 H/2004 M
Penerbit: Darul Minhaj
Edisi Indonesia: Mengidentifikasi NEO-KHAWARIJ sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit
Diterjemahkan dan Dijelaskan Oleh: Luqman bin Muhammad Ba’abduh
Cetakan: Pertama, Sya’ban 1428 H/ Agustus 2007 M
Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida, Perum Villa Bukit Tidar Blok A-1/401 Malang
Telp: (0341) 7062995
Hp. 081334995694
1. PENGANTAR PENERJEMAH buku Mengidentifikasi NEO-KHAWARIJ sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=8
2. Mengidentifikasi NEO-KHAWARIJ sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=5
3. Beberapa Ciri-Ciri Lain Kaum Khawarij
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=35#more-35
4. Paham Al-Khawarij Akan Terus Berlanjut
http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=28#more-28
5. Mereka Adalah Teroris – Bantahan atas Teroris
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1016

Penulis: Redaksi Salafy.or.id

Ayat-Ayat Allah Swt dalam Gempa di Sumatera

Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.

Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:

Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.

Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat.

Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.

Kedua, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.

Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt

Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.

Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).

Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).

David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri garis darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.

Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai “…pengikut-pengikutnya.”

Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab. (Ridyasmara/Eramuslim)

Animal Test, Bagaimana Menurut Anda?

Beritamaya.wordpress.com - Banyak laboratorium di dunia menggunakan binatang sebagai obyek penelitian terhadap berbagai penyakit mematikan, di antaranya adalah penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

carolinelucasmep.org.uk_animal-testing

Tujuan uji coba terhadap binatang ini adalah untuk kehidupan manusia sendiri, karena penyakit-penyakit tersebut telah membunuh jutaan manusia.

scienceahead.com_animal-testing_18

Banyak orang menolak uji coba binatang karena mereka merasa kasihan terhadap “penderitaan” binatang di dalam laboratorium. Sebagian mengatakan, “Berhentilah menyiksa binatang!”.

Jennifer Cierlitsky__Ft. Carson demo- 1

Jennifer Cierlitsky__Ft. Carson demo- 3

Di tempat lain, para pendukung “Animal Test” dari medical laboratory di Oxford berdemonstrasi menyerang balik mereka. Para ilmuwan mengatakan bahwa penelitian ini sangat penting demi kemajuan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa manusia.

smh.com.au__nutters27206_wideweb__470x320,0

Sebagian orang ada yang menyarankan, “tes medis yang tidak perlu kejam”. Tapi tidak bisa dihindari bahwa uji coba binatang ini pasti memiliki dampak yang cukup besar terhadap tubuh binatang itu sendiri.

Bagaimana pendapat anda tentang penelitian ini? Apakah anda mendukungnya atau malah menolaknya?(vinka)

Selamat ‘Iedul Fitril 1 Syawal 1430 Hijriyah, Semoga Menjadi Hamba yang Muttaqin

Dengan penuh syukur kepada Allah Azza Wa Jalla, kita akhirnya dapat mengakhiri shaum di bulan Ramadhan ini. Semoga shaum kita diterima dan menjadi mizan (timbangan) di yaumul jaza’ sebagai amal kebajikan dan menjadikan kita sebagai golongan muttaqien atau muqorrobun, orang-orang yang senantiasa dekat dan men gingatnya di setiap saat dengan ikhlas. Sehingga, setan yang sudah menyelusup dialiran darah kita, tidak mampu menyesatkan dan mengajak kita ke jalan kekafiran, yang sangat dikutuk oleh Allah Rabbul Alamin.

Kita menginginkan shaum kita menjadi pembebas dosa yang menyelimuti selama sebelas bulan sebelumn ya. Kita menginginkan dengan shaum yang kita kerjakan selama di bulan Ramadhan kemarin, membawa kita ke dalam jiwa yang  tentram, dan kelak kita akan mendapatkan kabar gembira dari para malaikat saat menjelang kematian, sebagaimana di dalam hadist bahwa makna ‘fa raihun wa raihanun’ surga dan kesenangan.

Hadist Tamim ad Dariy dari Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Allah mengatakan kepada malaikat kepada mnalaikat maut, “Pergilah temui fulan, bawalah dia menemui-Ku. Sesungguhnya Aku telah mengujinya dengan kesenangan dan kesulitan dan Aku mendapatinya seperti yang Aku in ginkan. Bawalah dia menemui Ku, maka Aku akan menyenangkannya”. Tamim berkata, “Malaikat maut itu pun berangkat bersama 5,000 malaikat dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga ranting (pohon) raihan yang dipucuknya terdapat dua puluh warna yang setiap warna menyebarkan wewangian yan g bukan wangi pemiliknya.Para malaikat itu membawa sutera putih yang wangi kesturi”. Begitulah akhir kehidupan bagi orang-orang senantiasa dekat dengan Allah Azza Wa Jalla.

Kita berharap dan mendoakan kepada hamba-hamba yang melakukan ibadah shaum di bulan Ramadhan ini akan menjadi orang yang muttaqin dan termasuk golongan muqorrobun, dan dapat mengekalkan segala kebaikan yang sudah diamalkannya  di bulan Ramadhan, khususnya untuk mnemasuki kehidupan sebelas bulan menndatang. Amiin.

Allahuma ya Allah, ya Tuhan kami. Terimalah segala amal ibadah kami, terimalah ibadah shaum kami, terimalah shalat kami, dan amal ibadah kami lainnya. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba Mu yang selalu bertaqwa yang ridha dan ikhlas untuk melaksanakan segala aturan dan perintah Mu, yang ridha dan ikhlas serta menjadikan Islam sebagai benteng kehidupan kami, dan menjadikan al-Qur’an sebagai imam dan petunjuk hidup kami, dan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam sebagai panutan kami.

Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya kariim, kullu amin wa antum bi khairin. Maaf lahir dan bathin.(Eramuslim)

Belajar Baca Qur’an Sistem Cepat 150 Menit

Ramadhan sedang kita runut masanya. Ramadhan yang juga sering di juluki sebagai Syahrut Tarbiyah. Maka bukanlah hal yang asing jika kemudian kita tetap belajar di bulan mulia ini.

Ramadhan sedang kita runut masanya. Ramadhan yang juga sering di juluki sebagai Syahrut Tarbiyah. Maka bukanlah hal yang asing jika kemudian kita tetap belajar di bulan mulia ini.

Kembali Radio Dakwah RG 107.8 FM, mengadakan program off air pembelajaran praktis 150 menit (bisa baca Al Qur’an dengan sistem cepat)

Rifatul Farida, RGFM Management. Studio : Komp. Masjid Nurul Islam Mukakuning, Batam Telp : 0770 – 611 065. (Eramuslim.com)

Bagaimana Cara Meng…?

Beritamaya.wordpress.com – Google adalah sebuah mesin pencari yang sangat populer di dunia internet. Apa saja bisa dicari di sana, termasuk mencari jawaban atas masalah yang sedang dihadapi. Inilah salah satu diantaranya:

beritamaya_bagaimana-cara-meng“bagaimana cara menggugurkan kandungan”

Itulah hal-hal yang pernah dicari oleh seseorang dan masih tersimpan di Google. Bagaimana menurut anda??!(sanji)

« Entri lama