Hotel di Sunter Dirusak Puluhan Preman

Liputan6.com, Jakarta: Puluhan preman tak dikenal mendatangi Hotel New Cahaya di kawasan Sunter, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Selasa (7/4) petang. Mereka datang dengan menggunakan kendaraan roda dua. Tanpa sebab yang jelas, puluhan preman tersebut langsung mengamuk dan mengobrak-abrik seisi ruangan sehingga beberapa aksesori seperti keramik kaca dan beberapa bunga hias di ruangan resepsionis hotel berantakan.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun diperkirakan akibat amukan para preman pihak hotel mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Aparat Kepolisian Resor Jakarta Utara yang datang ke lokasi kejadian tidak dapat membawa satu pun tersangka perusakan hotel berlantai tiga tersebut. Sebab, kawanan preman itu kabur terlebih dahulu. Polisi hanya mengamankan beberapa baramg bukti berupa serpihan kaca dan batu yang dipakai untuk merusak hotel. Guna penyelidikan lebih lanjut, polisi pun meminta keterangan beberapa saksi.(ANS/Deden Yulianes)

Phospor Putih Israel di Jalur Gaza Merupakan Tindakan Kriminal

warnaislam.com — Hasil temuan badan investigasi internasional  menunjukkan bahwa Israel menggunakan phospor putih dalam invasinya di Jalur Gaza sejak 27 Desember tahun lalu.

wwwwwwwwwww

Bahan kimia yang bila disemburkan di tempat terbuka akan berbentuk gelembung asap tersebut bukan saja digunakan Israel untuk menutupi/melindungi gerak-gerik tentaranya, namun juga diledakkan di daerah padat penduduk.

Akibat dari terkenanya gelembung asap yang berasal dari phospor putih tersebut, panas akan segera melelehkan daging manusia sampai ketulangnya.

HRW terus mendesak PBB untuk segera bertindak tegas atas pelanggaran ini. Laporan lebih lengkap akan segera dibuat HRW berdasarkan temuan badan investigasi internasional selanjutnya.

Pihak Israel membantah tuduhan tersebut. Mereka mengatakan bahwa penggunakan phospor putih hanya dipakai “bila perlu”.

Laporan setebal 71 halaman yang dibuat HRW merupaka penemuan yang spesifik dilapangan. Terbukti bahwa Israel benar-benar telah meledakkan phospor putih ke perumahan penduduk, jalan-jalan utama, rumah sakit dan sekolah sekolah yang dibangun PBB.

Berbicara kepada Al Jazeera, Fred Abrahams senior emergencies researcher dari HRW, “ini adalah laporan penemuan pertama kami yang akan disusul dengan laporan-laporan selanjutnya, apa yang kami temukan adalah tindakan yang sangat keterlaluan. Saya suda 5 kali membuat laporan perang, namun baru perang di Gaza ini yang membuat trauma”.

Abraham menambahkan bahwa Israel juga pernah menggunakan phospor putih ini pada perang di Lebanon pada 2006 lalu. Dan mereka tahu betapa bahayanya penggunakan bahan kimia tersebut. Namum bodohnya, pihak Israel mengulanginya lagi pada perang di Gaza ini.

Chris Cobb-Smith, security consultant dari Amnesty International menyatakan bahwa penggunaan phospor putih sebenarnya dibolehkan dalam sebuah peperangan, namun cara penggunaan-nya lah yang bisa membuat hal tersebut dari legal menjadi illegal, karena phospor putih hanya boleh digunakan pada area terbuka saja”

Ibu Meninggal Dunia, Anak Bunuh Diri

SEMARANG – Seorang pria di Semarang nekat melakukan bunuh diri. INi dilakukannya lantaran ingin menyusul sang ibu yang telah lebih dahulu meninggal dunia.

Adalah Raji (45), warga Anjasmoro Tengah VI RT07/RW06. Dia nekat bunuh diri karena merasa tertekan setelah ibunya, Kasni (60) meninggal dunia.

Kapolsek Kalibanteng AKP Muliyawati Syam menjelaskan, peristiwa ini dipergoki oleh tetangga korban yang merasa curiga karena Raji tidak ikut kerja bakti di kampungnya. Warga pun sepakat mencongkel pintu rumah Raji dan mendapati pria bujangan itu telah tewas dengan mulut penuh busa. Sementara itu di kamar tidur nampak Kasni meninggal dengan kondisi normal.

“Kejadian ini diperkirakan berawal pada malam hari saat Kasni meninggal dunia karena usia tua. Rupanya Raji tertekan karena khawatir tak ada yang merawatnya. Dia lalu membuat mie instan yang dicampur dengan racun serangga,” jelas Muliyawati Syam, Minggu (15/3/2009).

Raji memang pantas khawatir, menurut tetangga, kekhawatiran ini lantaran dia menderita penyakit diabetes dan tak kunjung sembuh. Awalnya Raji bekerja sebagai juru parkir. Terakhir dia sempat berjualan es sebelum berhenti karena faktor kesehatannya.

“Kami mengamankan botol air mineral sebagai tempat racun serangga, piring bekas mie instan beracun dan enam ekor bangkai cecak yang diduga mati karena makan mie tersebut,” jelasnya. (Okezone/lsi)

Sebuah Bus Diberondong Peluru

Liptuan6.com, Tarutung: Bus Ramayana yang mengangkut 40 penumpang dari Kota Tarutung Tapanuli Utara menuju Dolok Sanggul Humbang Hasundutan, Sumatra Utara mendapat berondongan peluru, Jumat (6/3). Penembakan yang dilakukan orang tak dikenal ini membuat badan bus berlubang sementara kaca kiri pecah dan tembus hingga ke kanan bus berdiameter 10 sentimeter.

090307atembak-busKondisi bus Ramayana akibat diberondongan peluru.

Penembakan terjadi persis di Jalan Silangkitang, Kecamatan Sipoholon. Bus sarat penumpang yang baru usai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Tarutung. Seorang penumpang, Raja Sahite menduga pelaku penembakan tak puas atas putusan pengadilan yang menghukum Togar Sihite 15 tahun penjara karena melakukan perkosaan terhadap siswi sekolah menengah pertama berusia 12 tahun. Di dalam bus memang ada keluarga korban pemerkosaan.

Jajaran Kepolisian Sektor Sipoholon yang melakukan penyisiran menemukan sepasang sandal, bungkus rokok, dan botol air mineral yang diduga milik pelaku. Namun polisi tidak menemukan proyektil peluru. Polisi menduga pelaku berjumlah lima orang dan hingga kini masih dilacak.(JUM/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)

Dipecat, Karyawan Bacok Lima Atasan

Liputan6.com, Solo: Lima pejabat Rumah Sakit Pantiwaluyo Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/2), dibacok seorang karyawannya yang baru dipecat. Haryanto diduga tak terima dan sakit hati atas pemecatan dirinya. Sementara pihak rumah sakit menyatakan, pemecatan lantaran sang karyawan terlibat kasus pelecehan seksual di area rumah sakit.

Pembacokan terjadi saat digelar rapat tertutup terkait kasus pelecehan seksual Haryanto. Rapat digelar sebagai tindak lanjut skorsing menyusul laporan mahasiswi magang yang juga dilecehkan. Hasil rapat akhirnya menawarkan pemutusan hubungan kerjaa bagi Haryanto. Di luar dugaan, Haryanto tiba-tiba mengeluarkan parang dan membacok kelima korban.

Para korban, yakni Hartiyah (kepala personalia), Bambang Kamiwarto, (kepala ICU), Lukas Sapto Wiyasto, (petugas radiologi), Safa Brurinda, dan Totok Harwanto (petugas hospital service). Totok dan Safa mengalami luka cukup parah. Sementara Haryanto berhasil diringkus karyawan lain yang datang saat mendengar teriakan para korban. Ia kini diperiksa di Markas Kepolisian Kota Besar Solo.(IKA/Wiwik Susilo)

Ejekan Berujung Maut

Liputan6.com, Jakarta: Dua orang karyawan toko buah di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (19/1) malam, menjadi korban penganiayaan sekelompok pemuda. Seorang korban, Stanley, akhirnya tewas setelah empat luka tusukan bersarang di tubuhnya.

090120aaniaya_karyawan1Jenazah Stanley di RS Atmajaya Jakarta.

Penganiayaan yang berujung pada kematian ini sebenarnya dipicu masalah sepele. Stanley diduga mengejek rekan kerjanya Ivan. Tak terima, Ivan kemudian memanggil rekan-rekannya. Stanley dikeroyok. Rekan korban, Jimmy, yang saat itu berada di lokasi tak luput dari aksi brutal itu.

Keduanya terkapar setelah ditusuk dengan senjata tajam. Nyawa Stanley tak tertolong dan akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan Jimmy saat ini dirawat di ruang gawat darurat Rumah Sakit Atmajaya Jakarta. Polisi kini memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.(TOZ/Deden Yulianes dan Jaqlien Luntungan)

Mahkamah Internasional Didesak Adili Teroris Israel

warnaislam.com — Dewan Perwakilan Rakyat mendesak dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengirimkan pasukan ke Palestina dalam rangka menghentikan kebiadaban Israel.

Selain itu, Dewan juga mendesak Mahkamah  Internasional untuk mengadili agressor biadab Israel sebagai penjahat kemanusiaan. Karena kebiadaban Israel di Palestina adalah pembantaian dalam arti yang sesungguhnya (genoside), sehingga kebiadaban Israel dikategorikan sebagai kebiadaban militer barbar.

Demikian salah satu poin dari sembilan poin sikap DPR terhadap kebiadaban Israel terhadap Palestina yang telah menewaskan 1.200-an warga sipil termasuik anak-anak dan perempuan yang tidak berdosa itu. Pernyataan ini dibacakan oleh Ketua DPR RI Agung Laksono dalam membuka masa persidangan III tahun sidang 2008-2009 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta , Senin (19/1/2009).

Berkaitan dengan itu dalam rangka turut serta dalam memelihara ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social, maka DPR menyatakan sikap:

1. Dewan mendesak Israel untuk menghentikan agresinya dan menarik pasukan dari jalur Gaza , 2. Segera lakukan gencatan senjata serta membuka akses masuk bagi bantuan kemanusiaan terutama makanan, 3. Melalui pemerintah Indonesia , DPR mendesak DK PBB untuk mengeluarkan resolusi baru yang lebih tegas dalam memaksa Israel untuk menghentikan agresinya, 4. Mendesak PBB untuk mengadakan sidang umum darurat dan membentuk pasukan perdamaian di wilayah tersebut.

5. Mendesak AS, Uni Eropa, dan Negara Timur Tengah serta negara lainnya dan mendesak lembaga kerja sama antar parlemen untuk menggunakan pengaruhnya bagi penghentian kekejaman Israel yang secara nyata merupakan tindakan kejahatan kemanusiaan.

6. Mendesak mahkamah kejahatan internasional untuk mengadili para pelaku agresi tersebut sebagai penjahat kemanusianaan, 7. Mendukung sepenuhnya perjuangan Palestina untuk merdeka dan berdauluat dengan integritas teritorialnya serta meminta agar bangsa Palestina bersatu dalam memperkokoh perjuangannya dalam mewujudkan tujuan nasional Palestina.

8. Mendesak pemerintah untuk secara aktif mendorong penyelesaian konflik Palestina-Israel yang didasarkan pada resolusi-resolusi DK PBB, yaitu resolusi 242 tahun 1967, resolusi No 338 tahun 1973, resolusi No 1397 tahun 2002, resolusi nomor 1515 tahun 2003, dan resolusi nomor 1860 tahun 2009 dan 9. Mendesak PBB untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Palestina yang tersebar di berbagai negara di Palestina.

Rabbi Mordachi: Membunuh 1 Juta Orang Palestina Sah!

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh koran Saudi Al-Watan yang disiarkan, Sabtu, seorang Rabbi Yahudi-Zionis telah mengeluarkan maklumat yang mengizinkan membunuh perempuan dan anak-anak Palestina. Dan, menurut Rabbi itu, setiap orang Yahudi akan membebaskan mereka dari setiap tuduhan atas tindakan yang mengerikan itu bagi mereka yang sudah melakakukan kejahatan pembantaian terhadap orang Palestina.

rabbi_yahudi_r190x
Menurut koran Al-Watan, bahwa Rabbi itu menegaskan pandangannya, bahwa pembantaian Israel di Jalur Gaza jatuh sudah sesuai dengan ajaran agama Yahudi yang menganggap pembantaian seperti itu sebagai: ” Bentuk hukuman kepada musuh”.

Dalam kesempatan itu, pemimpin Rabbi Yahudi menyatakan bahwa tak akan ada masalah sama sekali dalam hal pembantaian terhadap orang Palestina , dan bahkan jika satu juta atau lebih dari mereka tewas di tangan pasukan pendudukan Israel, itupun tidak ada masalah, ujar Rabbi itu.

Rabbi, Mordachi Elyaho, yang mengutip ayat dalam Kitab Talmud, yang merupakan pedoman dari agama yang sekarang populer di kalangan Yahudi-Zionist, dan Rabbi Mordachi telah mengirimkan pula surat kepada Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, yang menjadi selebaran mingguan, yang berisi artikel yang memungkinkan orang-orang Yahudi, melaksanakan gagasan besar , tentang hukuman terhadap musuh sesuai dengan etika perang dalam Taurat.

“Pandangan Rabbi Mordachi telah diterapkan terhadap penduduk Gaza, dan orang Palestina yang tinggal di Gaza harus menanggung akibatnya, dan mereka semua harus memikukl tanggung jawab, karena mereka tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan serangan roket yang dilakukan Brigade al-Qassam” kata Elyaho, dalam suratnya ke Olmert. Rabbi Yahudi, Mordachi meminta pemerintah Israel, terutama Olmert melanjutkan agresi militer ke Gaza.

Karena menurut Mordachi, semua tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Perdana Menteri Olmert, yang bertujuan untuk : “Menghancurkan orang-orang Palestina yang sudah bersalah, merupakan tindakan yang sah”.Yesrael Rozin, seorang panganut Talmud yang fanatik, seperti dikutip juga mengatakan bahwa hukum Taurat menetapkan pembunuhan laki-laki, anak-anak, perempuan, tua, bayi, dan hewan [dari musuh], tambahnya.

Mengutip bagian dari Kitab Talmud, Rabbi Sholomon Elyaho menyatakan : “Jika kita membunuh 100 orang Palestina, tetapi orang Palestina itu tetap menolak untuk menghentikan serangan roketnya, kita harus membunuh orang Palestina 1000, dan jika kita membunuh orang Palestina 1000, tetapi orang Palestina tidak menghentikan serangan roketnya ke Israel, maka kita harus membunuh 10.000 orang Palestina, dan kami harus terus membunuh orang Palestina, meskipun jumlah orang Palelstina yang dibunuh sudah mencapai satu juta, dan waktu harus dihabiskan  membunuh orang-orang Palelstina “, tegas Rabbi Sholomon

Dalam Mazmur mengatakan: ” Aku harus terus membunuh musuh dan menangkap mereka, dan aku tidak akan berhenti sampai mereka benar-benar habis “, menurut Talmud. Jadi, orang-orang Zionis-Israel, tidak akan pernah berhenti membunuhi orang-orang Palestina. Mereka akan terus membunuh dan membunuh, sampai orang Palestina habis. Ini sudah menjadi keyakinan mereka. (M/Pic/Eramuslim)

Zionis Israel Gunakan Senjata Kimia

GAZA (Arrahmah.com) - Israel menggunakan zat berbahaya untuk membantai warga Gaza dalam serangan daratnya. Bom-bom yang digunakan pasukan Zionis mengandung fosfor putih, sebuah zat yang berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Fosfor putih, oleh badan intelejen AS dimasukkan ke dalam kategori “senjata kimia”. Orang yang terkena serpihan dari bom yang mengandung fosfor putih akan mengalami luka bakar yang mengerikan.

Times Online
mengutip keterangan seorang pakar keamanan Israel mengatakan, “Pemandangan dari ledakan bom yang mengandung zat berbahaya itu akan terlihat fantastik, dengan asap tebal yang bisa membutakan mata pihak musuh, sehingga pasukan kami bisa bergerak maju.”

Dalam serangan artileri pasukan Israel ke Jalur Gaza hari Minggu kemarin, diketahui bahwa bom-bom yang ditembakkan dari tank-tank Israel mengandung fosfor putih. Itu artinya, Israel telah menggunakan senjata kimia berbahaya yang penggunaannya masih menjadi kontroversi di dunia.

Hari Minggu kemarin, anggota tim dokter dari Norwegia, Dokter Mads Gilbert, juga mengatakan bahwa tim medisnya menemukan sisa-sisa uranium pada sejumlah korban luka di Gaza.

Times Online dalam laporannya mengatakan, penggunaan senjata kimia dalam serangan ke Jalur Gaza akan memicu kontroversi atas metode-metode serangan yang digunakan militer Israel. Israel juga menggunakan bom-bom yang mengandung fosfor putih dalam perang 34 hari dengan Hizbullah di Libanon sehingga banyak menimbulkan korban jiwa. (Hanin Mazaya/sbl/arrahmah.com)

Rumah Sakit dan Petugas Medis Juga Dibom Israel

Adalah sebuah kebohongan besar jika Israel mengklaim ingin menghancurkan Hamas dalam serangan brutalnya ke Jalur Gaza. Karena yang menjadi target serangan Israel adalah warga sipil, rumah-rumah penduduk bahkan petugas media dan rumah sakit !

Jumlah warga Palestina yang gugur syahid selama 10 hari pembataian Israel sudah mencapai 548 orang , 100 orang diantaranya syahid sejak Israel melakukan serangan darat hari Sabtu kemarin. Sejumlah aktivis kemanusiaan asing yang berada di Gaza mengatakan, Israel menembakkan dua misilnya ke bagian gawat darurat Rumah Sakit al-Awda di Jabaliya hari Senin kemarin.

“Dua buah misil jatuh di lapangan parkir yang penuh kendaraan sekitar 15 meter dari pintu masuk ruang gawat darurat. Akibat ledakan misil itu, pintu ruang gawat darurat hancur. Saat pemboman itu terjadi, ambulan-ambulan sedang sibuk keluar masuk membawa para korban,” kata Alberto Arce dari International Solidarity Movement.

Selain menjatuhkan misil Rumah Sakit al-Awda, pesawat-pesawat tempur Israel hari Senin kemarin juga terbang di atas Rumah Sakit al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza sehingga membuat semua orang di rumah sakit itu panik dan ketakutan.

Abu Khaled memeluk tiga anaknya yang luka-luka dan dirawat di salah satu ruangan rumah sakit itu, begitu mendengar suara jet tempur Israel. “Setelah itu, kami tidak bisa tidur tenang semalaman,” kata Khaleed.

Pihak Israel menuding rumah sakit tersebut menyembunyikan seorang pemimpin Hamas. Tuduhan itu dibantah Naseem Ba’eem, menteri kesehatan Palestina. “Rumah sakit itu bukan barak militer atau markas besar pejuang,” tukas Baeem.

Para dokter di Rumah Sakit al-Shifa juga sempat panik ketika terdengar deru pesawat tempur Israel. Mereka berusaha menenangkan para pasien yang menjerit ketakutan dan mengatakan bahwa rumah sakit tidak akan dijadikan target pengeboman.

“Meskipun saat itu kami juga sempat panik dan berpikir bahwa Israel bisa melakukan apa saja termasuk membom rumah sakit,” kata Dokter Raed Harara, salah seorang dokter di Rumah Sakit al-Shifa.

Umi Said seorang warga Gaza hanya bisa geleng-geleng kepala dan geram mendengar rumah-rumah sakit juga menjadi target teror Israel. “Israel benar-benar sudah gila. Tidak cukupkan mereka menumpahkan darah?” kutuk Um Said.


Sebelumnya, Israel juga membombardir dua buah ambulan yang sedang melakukan evakuasi korban. Akibat bom-bom Israel itu, empat petugas medis syahid.

Iyad Nasr, petugas Palang Merah di Jalur Gaza mengatakan, para petugas medis bukan hanya kekurangan tenaga medis dan obat-obatan serta peralatan medis yang terbatas akibat blokade Israel. Petugas medis yang di lapangan sekarang juga tidak leluasa lagi bergerak karena kehadiran tank-tank Israel yang tersebar di wilayah utara dan selatan Gaza.

“Palang Merah Internasional harus melakukan kontak dengan pihak Israel agar korban luka yang masih terbengkalai bisa segera dievakuasi dengan ambulan,” desak Nasr.

Selain korban jiwa, laporan PBB menyebutkan sekitar 13.000 dari 2.000 keluarga di Gaza kini menjadi pengungsian dan jumlah itu hanya untuk wilayah utara Gaza saja, belum terhitung pengungsian dari wilayah selatan.

Warga Gaza yang masih bertahan juga harus menghadapi penderitaan yang berat di tengah musim dingin, karena ketiadaan listrik di Gaza. Lembaga Bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) mengatakan, sekitar 250.000 warga Gaza bertahan hidup tanpa listrik karena pembangkit listrik mereka tidak berfungsi akibat ketiadaan bahan bakar.

Lembaga amal dari Inggris Save Children mengungkapkan, hypothermia mengancam bayi-bayi di Gaza akibat cuaca dingin dan ketiadaan aliran listrik. “Kami harus mengirimkan banyak makanan dan selimut agar anak-anak tidak kedinginan dan kelaparan. Orang-orang harus dibiarkan bergerak dengan bebas dan aman agar bisa mencari makanan,” kata Dominic Nutt dari Save The Children menggambarkan bagaimana memprihatinkannya kondisi Gaza.

Selain makanan dan listrik, Gaza juga membutuhkan air bersih dan bahan bakar terutama untuk menggerakan generator di rumah-rumah sakit. (ln/eramuslim)

« Entri lama