Logo PDIP dan Logo 662mob.com Kok Sama?

Beritamaya.wordpress.com – Untuk lebih jelasnya, kunjungi langsung website: http://www.662mob.com dan anda akan melihat logo dan gambar seperti ini:

logo-662mob.com

kaos-niru-PDIP

Lihat juga logo PDIP di websitenya: http://www.pdi-perjuangan.or.id/

img1-pdip

Logo PDIP dibajak? Bagaimana menurut anda???

Kalah Pemilu, Caleg Jadi Penjambret

Liputan6.com, Tegal: Seorang mantan calon legislator di Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini, nekat menjambret telepon seluler milik seorang warga. Kepada penyidik Kepolisian Sektor Tegal Timur, Rahmat Budi Sanjoyo mengaku terpaksa menjambret untuk melunasi utang sebesar Rp 5 juta.

Tindakan itu dilakukan Rahmat karena gagal menjadi anggota DPRD Tegal. Dugaan sementara, dia mengalami stres usai pemilu 9 April lalu.

Polisi akhirnya menyita barang bukti berupa ponsel dan sepeda motor Supra X. Sementara pelaku yang juga guru sekolah menengah kejuruan swasta itu kini mendekam di ruang sel tahanan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.(OMI/Sugihartono)

Berobat ke Dukun, Penderita Kanker Meninggal

Liputan6.com, Tegal: Seorang penderita penyakit kanker rahim di Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini, meninggal usai menjalani pengobatan alternatif pada dukun. Menurut Wastam, istrinya sudah dilarang berobat ke dukun. Namun, sang mertua memaksa Dewi Anggreani berobat ke dukun.

Hampir 15 hari Dewi menjalani penyembuhan non-medikal. Harapannya cuma satu, kanker rahim yang sudah satu tahun bercokol di tubuhnya bisa sembuh. Namun malang yang didapat, pengobatan yang lebih murah itu malah merengut nyawa Dewi. Menurut Wastam, jika dirinya memiliki biaya lebih, tentu akan merawat perempuan berusia 25 tahun itu di rumah sakit.

Sementara Solikhin, sang dukun, kini tengah diperiksa di Markas Kepolisian Sektor Tegal Selatan. Di hadapan penyidik, pelaku mengaku hanya memberikan pijitan refleksi dan ramuan obat yang dibuatnya sendiri. Hasil sementara menunjukkan, warga Desa Pacul ini memang tak memiliki izin praktek sehingga dinyatakan ilegal.(OMI/Sugihartono)

Malapraktik, Dokter Diganjar Pencabutan Surat Tanda Registrasi

Liputan6.com, Jakarta: Hakim Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia, Senin (30/3), mengganjar seorang dokter dengan pencabutan surat tanda registrasi selama empat bulan. Sanksi ini menyusul dugaan malapraktik yang dilakukan sang dokter terhadap Atie Soekandar, dokter spesialis farmakologi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

090330cmalapraktikTheddeus Octavianus dan Atie Soekandar (inset).

Atie meninggal setahun lalu saat melakukan sedot lemak atau liposuction yang ditangani Theddeus Octavianus atau Teddy, dokter spesialis bedah plastik. Teddy dinilai melanggar disiplin dokter yang mengakibatkan kematian pasien. “Saya akan merenung. ini adalah persoalan disiplin kedokteran dan bukan substansi hukum,” kata Teddy.

Kasus ini dilaporkan Marius Widjajarta, rekan sprofesi Teddy. “Pencabutan surat tanda registrasi hukuman yang cukup berat. Dokter seharunya bekerja profesional sesuai kompetensinya. Kalo memang harus dirujuk ya dirujuk,” kata Marius.

Kasus ini terjadi pada Maret 2008. Atie menjalani sedot lemak di Rumah Sakit Kemayoran, Jakarta Pusat. Dua hari kemudian, Atie mual dan sesak napas. Atie akhirnya meninggal dua pekan kemudian. Atie diduga mengalami kelainan fungsi organ dan keracunan seluruh tubuh.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)

Arca Museum Bala Putra Dewa Kembali Dicuri

Liputan6.com, Palembang: Sepintas tak ada bagian dari Museum Bala Putra Dewa, Palembang, Sumatra Selatan, yang rusak. Tidak juga pintu-pintunya. Ternyata, salah satu koleksi penting museum ini hilang. Yaitu, arca Way Rocana, sebuah patung Buddha yang terbuat dari perunggu. Benda peninggalan abad IX Masehi itu dilaporkan lenyap dari museum pada 9 Maret silam.

Kerja keras polisi untuk mengusut pencurian arca itu tidak sia-sia. Sabtu (14/3) malam, polisi menangkap Rahmad, tersangka pencuri arca. Rahmad mengaku mencuri arca itu atas suruhan Hendra, seorang penggemar barang antik dengan upah Rp 1,2 juta. Oleh Hendra, arca digadaikan kepada Yogi senilai Rp 1,5 juta. Namun oleh Yogi, patung tersebut dititipkan ke rumah orang lain bernama Hasanuddin.

Kini keempat orang itu sudah ditangkap. Hanya saja, polisi tidak mengesampingkan kemungkinan arca itu akan dijual ke pasar internasional. Pada tahun 1992, arca tersebut juga dicuri dari Museum Bala Putra Dewa. Namun kemudian ditemukan lagi di Bali.

Di rumah Hasanuddin, selain arca Buddha, polisi juga menemukan benda purbakala lain berupa trisula. Polisi juga menyelidiki kemungkinan empat tersangka juga terlibat pencurian batu emas, pedang peninggalan zaman VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), dan keris Kesultanan Palembang, yang lebih dulu hilang.(ANS/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)

Patkamla Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung ke Singapura

Batam (SIB)
Patroli Keamanan Laut Pangkalan AL (Patkamla Lanal) Batam menggagalkan upaya penyelundupan ribuan burung yang dilindungi ke Singapura.
“Sekitar 2000 burung kenari dan pipit dibawa ke Singapura tanpa izin dan dokumen,” kata Komandan Patkamla Sea Wolf Lettu Laut Rudi Amirudin di Batam, Selasa.

Ribuan burung tersebut dimasukkan ke dalam sangkar besar. Satu kandang memuat sekitar 100 burung, kata Rudi.

Patkamla Sea Wolf menghentikan kapal MV Citra Lima yang membawa ribuan burung dilindungi itu sesaat setelah meninggalkan Pelabuhan International Batam Centre, Selasa pukul 8.30 WIB.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat sekitar pukul 07.00 WIB. Kami langsung berangkat, dan menghentikan kapal. Lalu, memeriksa seluruh barang bawaan. Ternyata ada burung-burung yang dilindungi,” kata Rudi.
Menurut Rudi, seharusnya, jika ingin membawa hewan dilindungi ke luar negeri, maka harus mendapatkan izin dari karantina. Namun burung-burung itu tidak dilengkapi surat apa pun.

Rudi mengatakan tidak ada penumpang kapal tujuan Singapura itu yang mengaku sebagai pemilik burung tersebut.
“Nahkoda yang kami tanyai pun tidak tahu,” katanya.
Namun Rudi mengatakan menduga pengangkut barang di pelabuhan yang membantu pengiriman hewan dilindungi itu.

Patkamla Sea Wolf menyerahkan ribuan burung itu ke Kantor Sub Direktorat Karantina Otorita Batam untuk mendapatkan perawatan. (Ant/d)

Baru Bebas 1 Menit, Juarno Kembali Masuk Bui

JAKARTA – Apes benar nasib Juarno, baru beberapa langkah menghirup udara bebas dari Lapas kelas 1 Cipinang, dia sudah dibekuk kembali oleh polisi.

Juarno alias Tajo, warga desa Larangan, RT II/2, Kecamatan Lohbener, Indramayu, Jawa Barat itu ditangkap petugas LP Cipinang, karena kedapatan membawa 15 paket putaw saat melangkahkan kaki keluar di hari kebebasannya.

Pria berusia 41 tahun itu pun tidak bisa berkilah dan akhinya mengaku mendapatkan putaw dari temannya bernama Mamang, rekannya di dalam sel, sebagai hadiah karena bebas dari penjara. “Saya dapat putaw dari Mamang di LP Cipinang” ujar pria bertato di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (10/3/2009).

Petugas yang curiga, langsung menggeladah saku Juarno ketika dia baru melangkahkan kakinya keluar Lapas. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai petani dikampungnya itu tidak berkutik setelah kedapatan  membawa  15 paket putaw yang dicampur panadol.

Juarnao pun langsung ditangkap petugas. Perlu diketahui, Juarno adalah terpidana kasus pencurian dengan hukuman dua tahun penjara. “Juarno kami tangkap karena memiliki 15 paket putaw di Lapas Cipinang,” ujar  Kanit Narkoba Polsek Jatinegara M. Miftah.

Lebih lanjut Miftah menambahkan, saat ini pihaknya masih terus menyelidiki peredaran narkoba di LP Cipinang. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka saat ini mendekam di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur.(okezone/ful)

Ulama Minta Polisi Tuntaskan Kasus Penistaan Agama

Purwakarta, NU Online
Puluhan ulama beserta tokoh agama se-Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendesak aparat hukum serius dalam menangani kasus penistaan agama Islam, yang diduga dilakukan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Pimpinan Pondok Pesantren Sempur, Plered, Purwakarta, KH Dadih Haidir Malkan di Purwakarta, Rabu mengatakan, aspirasi itu terungkap saat pertemuan puluhan ulama beserta tokoh agama se-Purwakarta dengan jajaran Polres Purwakarta dan Polwil Purwakarta, di Wanayasa, Purwakarta, Selasa (3/3).

Para ulama yang hadir dalam pertemuan tersebut ialah Pimpinan Ponpes se-Purwakarta KH Abdulah AR Joban, KH Dadih Haidir Malkan dan Pimpinan Ponpes Cipulus KH Adang Badrudin.

Selain itu, juga hadir sejumlah perwakilan LSM, Organisasi Masyarakat Islam, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Purwakarta

Ia mengemukakan pihaknya mempertanyakan kepada penegak hukum terkait dengan kasus yang sudah jelas meresahkan umat Islam itu.

Pernyataan bupati dalam pengajian Bale Paseban, di Pendopo Pemkab Purwakarta, Agustus tahun lalu, yang menyamakan Kitab Suci Alquran dengan alat musik suling itu sudah tidak sejalan dengan aturan agama, karena itu, proses hukum kasus tersebut harus diusut secara tuntas.

“Kami meminta penegak hukum untuk segera mengadili dan memproses hukum kasus itu,” katanya.

Dedi Mulyadi dinilai menistakan agama Islam, karena telah menyamakan eksistensi Alquran dengan alat musik suling, dan hal itu sudah membuat sakit hati seluruh umat Islam.

Terkait dengan hal tersebut, Kapolwil Purwakarta, Kombes Jodie Rooseto mengaku akan menyampaikan aspirasi para ulama itu kepada pimpinannya.

Pada kesempatan itu, pihak kepolisian menyimpulkan akan tetap menempuh prosedur hukum yang berlaku. “Kami akan menyampaikan laporan para ulama kepada pimpinan, dan Surat Perintah Hasil Penyidikan (SPHP) akan kami beritahukan,” katanya. (ant/mad)

Iran Gelar Konferensi Kejahatan Perang Israel

Organisasi-organisasi internasional berkumpul di Ibukota Iran, Teheran untuk mengikuti konferensi internasional Palestina. Berbeda dengan konferensi-konferensi lainnya yang lebih mengutamakan penggalangan dana untuk membangun kembali Gaza, konferensi di Teheran lebih ditekankan pada kejahatan perang yang telah dilakukan Israel di Gaza.

Konferensi internasional yang akan digelar selama dua hari ini dihadiri perwakilan dari Amnesty International, Human Rights Watch, organisasi Palang Merah, Unicef dan Dewan Hak Asasi Manusia yang berbasis di Jenewa, sejumlah pakar hukum dan perwakilan dari Hamas, Fatah serta Islamic Jihad.

Dalam konferensi bertajuk “Palestine: Manifestation of Resistance, Gaza: Victim of Crimes” para peserta akan mendiskusikan dan mencari jalan untuk membawa pejabat-pejabat tinggi pemerintahan dan militer Israel ke pengadilan atas agresi brutal yang dilakukan Israel selama 22 hari ke Jalur Gaza.

Mereka juga akan membahas berbagai dokumen yang membuktikan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel, termasuk dokumen-dokumen hasil penyelidikan Iran yang dikirim ke Interpol hari Senin kemarin berisi daftar 15 nama pejabat pemerintah dan militer Israel yang dianggap bertanggung jawab atas agresi ke Gaza. (eramuslim/ln/prtv)

30 Rumah Milik Orang-orang Badui Dihancurkan Israel Untuk Perluasan Wilayah

AL-EIZARIYA (Arrahmah.com) – Lima keluarga Badui menjadi tunawisma setelah desa mereka dihancurkan oleh tentara zionis Israel.  Israel juga menghancurkan tenda-tenda yang ditempati keluarga-keluarga tersebut untuk bertahan hidup setelah Israel memaksa mereka keluar dari rumah mereka sendiri.


Pengusiran dilakukan zionis ISrael untuk meluaskan daratan mereka untuk menyelesaikan wilayah Ma’ale Adumim, dengan cara yang tidak sah.

Menurut penduduk Palestina, penghancuran rumah dilakukan sejak 3 Februari lalu, ketika sejumlah besar tentara zionis Israel (menurut saksi mata sekitar 200 tentara), lengkap dengan peralatan militer mereka, mendatangi masyarakat tersebut.  Mereka mengumumkan bahwa area tersebut tertutup, menjadi zona militer.  Mereka menangkap keluarga yang tinggal di tenda-tenda dan menghancurkan tenda-tenda tersebut yang menjadi tempat berteduh mereka, dengan seluruh isi di dalamnya.

Tenda-tenda tersebut milik Kayid Salem dan empat anaknya yang telah menikah dimana mereka menggunakan tenda-tenda setelah rumah-rumah mereka dihancurkan.

Operasi berakhir pada sore hari, militer zionis beranjak pergi dan meninggalkan keluarga-keluarga tersebut tanpa tempat perlindungan untuk malam hari.

Kayid Salem mengatakan, “Mereka meninggalkan kami begitu saja saat sore hari beranjak menjadi malam, kemana kami harus pergi?  Tidak ada tempat lagi bagi kami, segalanya telah dirampas dan seluruh tempat telah ditutup dalam rangka menyelesaikan wilayah Israel (Ma’ale Adumim-red).  Kemana kami harus pergi, apa yang akan menjadi tempat berlindung kami?”

Masyarakat Jahalin ini berada di Timur al-Eizariya di Bir al-Maskub.  Seluruh masyarakatnya telah diancam dan diusir dari tanah mereka sendiri.  Selain keluarga Salem, terdapat 14 keluarga lainnya, sekitar 100 jiwa, telah diancam untuk meninggalkan daerah mereka.  Ini semata-mata untuk meluaskan Ma’ale Adumim yang tengah dibangun dan dalam tahap penyelesaian.

Faktanya, beberapa hari setelah penghancuran rumah-rumah Badui tersebut, diumumkan bahwa infrastruktur tahap awal Ma’ale Adumim telah selesai. Para zionis tersebut terus-menerus melakukan perampasan tanah Palestina ke wilayah-wilayah Badui, untuk membuat jalan untuk meluaskan wilayah mereka di Tepi Barat. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

gambar : Pemuda dari masyarakat Jahalin dengan Ma’ale Adumim di belakang mereka.

« Entri lama