//
you're reading...
dunia islam

Tokoh Dayak Seruyan Dukung FPI

Tidak semua warga Dayak menolak kehadiran Front Pembela Islam (FPI) di Kalimantan Tengah. Berbeda dengan massa yang mengatasnamakan Dewan Adat Dayat (DAD) dan  Majelis Adat Dayak Nusantara (MADN) yang menolak kedatangan rombongan  Front Pembela Islam (FPI) di Kalimantan Tengah, Sabtu, (11/2), tokoh Dayak Seruyan mengakui jika mereka mendukung FPI.

“Saya dari masyarakat Dayak Seruyan. Betul kata Habib (Rizieq) tidak semua masyarakat menolak FPI, kami akan tetap mendirikan FPI di Seruyan, Kobar, Kotim, Sampit, dan Kuala Kapuas, secepat-cepatnya. Masyarakat mendukung dan kami bahkan meminta,” kata Budiyardi yang tercatat sebagai  anggota DPRD Seruyan, Senin (13/2).

Budiyardi yang berasal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini  berstatus daftar pencarian orang (DPO) alias buron Polres Seruyan.

Dia dan 12 orang lain warga Desa Bahaur, Ke­camatan Hanau, Seruyan  ditetapkan sebagai tersangka kasus peru­sa­­kan perke­bunan sawit pada 7 Desember la­lu. Kasus Budiyardi kini dilimpahkan ke Polda Kalteng.

Rizieq menyebut jika Budiyardi adalah anggota dewan yang sedang melakukan pembelaan terhadap masyarakat Dayak Seruyan yang tanahnya dirampas oleh pengusaha lokal.

“Setelah beliau berjuang selama bertahun-bertahun, justru beliau yang  dikejar-kejar, mau dikerjai oleh Gubernur Kalteng dan mau dikerjai oleh  Kapolda Kalteng. Maka dari itu mereka meminta perlindungan pada FPI dan  kini FPI  tengah melakukan advokasi dan litigasi,” jelasnya.

FPI saat ini aktif melakukan advokasi sengketa agraria terrmasuk di  Mesuji, Lampung. Kasus Mesuji ini  mencuat ke permukaan setelah  pemutaran video kekerasan yang dilakukan aparat keamanan oleh Mayjen (pur) Saurip Kadi. Oleh  Tim Gabungan Pencari Fakta, video itu diduga palsu meski Saudi tetap ngotot jika video itu benar.

Belakangan Saurip juga mendatangi lokasi konflik di Seruyan pada Januari  lalu. Bahkan saat itu staf khusus Presiden Andi Arief sempat mengirimkan pesan ke sejumlah media massa jika Saurip dikepung warga di Seruyan. Saurip membenarkan jika dia datang ke Seruyan tapi dia  membantah informasi jika dia dikepung.

Karena itu, Rizieq yakin jika penolakan kedatangan rombongan FPI bernuansa  politis dan buntut dari sengketa agraria itu.

“Gubernur Kalteng Teras Narang menghancurkan empat pilar negara, yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika dengan keterlibatannya dalam massa yang rasis dan fasis yang menolak FPI itu,” tukasnya.

Penulis: Farouk Arnaz/ Kristantyo Wisnubroto (beritasatu.com)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.