FUI Tuntut Pemerintah Terbitkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktivis Forum Umat Islam (FUI) menuntut pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembubaran Ahmadiyah di Indonesia. “Jika tuntutan tidak dipenuhi, kita akan menginap di depan Istana Presiden,” kata salah satu anggota FUI yang berorasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (1/3).

Massa yang tergabung dalam FUI itu, menuntut pemerintah mengeluarkan keputusan larangan penyebaran ajaran Ahmadiyah yang dianggap sesat. Ratusan umat Islam itu berkumpul di sekitar Bundaran HI dan berencana berjalan kaki (longmarch) menuju Istana Presiden guna melanjutkan aksinya.

Akibat aksi tersebut, kondisi lalulintas dari Jalan Sudirman menuju Bundaran HI terjadi kepadatan. Petugas kepolisian berupaya mengamankan jalannya aksi agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain.

Polisi lalulintas juga belum memberlakukan pengalihan arus karena ruas jalan di sekitar aksi, masih dapat dilalui kendaraan yang melewati daerah Bundaran HI. Sebelumnya, FUI termasuk massa Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi menuntut pembubaran Ahmadiyah di Indonesia di Bundaran HI dan Istana Presiden.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas menuturkan ribuan massa akan berpartisipasi dalam aksi tersebut. Habib menyatakan pemerintah harus mengeluarkan Keppres setelah penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) sejumlah menteri. Sementara itu, Polda Metro Jaya mensiagakan sekitar 1.700 personil guna mengawal aksi umat Islam.

Red: Djibril Muhammad
Sumber: Antara

Hari Ini, 1.000 Demonstran Turun Tuntut Pembubaran Ahmadiyah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Forum Umat Islam kembali menggelar demonstrasi pada Selasa (1/3) ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Baharudin Djafar, menyebutkan pada permohonan izin yang FUI ajukan itu seribu orang direncanakan turun ke jalan.

“Kepolisian tentu akan mengantisipasinya,” kata Baharudin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/3).

Baharudin menyatakan Polda Metro Jaya menyiagakan 1.700-2.000 personel untuk mengamankan demonstrasi. Namun, tidak semua akan diturunkan sekaligus. “Tergantung situasi,” ujar Baharudin.

Forum Umat Islam merupakan gabungan ormas-ormas Islam, antara lain Front Pembela Islam, Hizbut Tahrir dan lain-lain. Mereka akan mengerahkan massa untuk menuntut pembubaran Ahmadiyah pada Selasa (1/3) ini.

Massa pendemo, jelas Baharudin, berkumpul di bundaran Hotel Indonesia. Dari sana, mereka direncanakan melakukan long march ke Istana Negara.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya belum berniat untuk mengalihkan lalu lintas di sepanjang lokasi demonstrasi. Baharudin menuturkan demonstran akan diarahkan untuk menggunakan pinggir kolam bundaran Hotel Indonesia.

Dengan demikian, mereka tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas. Tapi polisi, kata Baharudin, tetap mempersiapkan jalur alternatif. “Kalau nanti ternyata perlu dilakukan,” tukasnya.

Baharuddin mengaku optimistis tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung. Polisi, lanjutnya, telah melakukan pendekatan kepada kelompok pendemo agar tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban.

Baharudin menegaskan aparat tidak segan-segan memberikan tindakan keras. Namun, hal itu akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Red: Didi Purwadi
Rep: C42

PBNU Desak Pemerintah Tegas Bubarkan Ahmadiyah

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendesak pemerintah bertindak tegas untuk membubarkan Ahmadiyah dari bumi Nusantara.

“Kami meminta pemerintah membubarkan aliran yang menyesatkan ini dan NU mendukung langkah pemerintah, karena ajaran Ahmadiyah jelas sesat,” katanya menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemkab Sampang, Senin (28/2).

Menurut Said Agil, aliran Ahmadiyah sudah sangat jelas merupakan aliran yang sesat, karena Mirza Ghulam Ahmad dianggap seperti nabi, meski tidak wajib berdakwah, padahal Nabi Muhammad SAW itu merupakan Nabi terakhir.

“Karena itu, NU telah menetapkan Ahmadiyah sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Kami meminta ketegasan pemerintah untuk membubarkannya, sehingga tindak kekerasan terhadap penganut Ahmadiyah tidak terulang kembali,” katanya.

Menurut Said Agil, masalah Ahmadiyah bukan persoalan terkait kebebasan beragama lagi, melainkan sudah tergolong penodaan agama.

Alasan yang paling pokok, menurut dia, karena bahwa Ahmadiyah merupakan aliran sesat dan keluar dari Islam, karena tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir, sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Al Quran, Hadits dan ijmak (kesepakatan para ulama).

Aliran Ahmadiyah meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah pembawa berita gembira bagi umat manusia, setelah Nabi Muhammad.

“Ini kan hal yang pokok bagi umat Islam, bahwa Nabi Muhammad merupakan Nabi yang terakhir, sedangkan Ahmadiyah menyatakan masih ada Nabi lain setelah Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Ketua PB NU Said Agil Siradj datang ke Sampang, Madura, menjadi penceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Pemkab setempat bersama dai sejuta umat KH Zainuddin MZ.*

Sumber : Ant
Red: Syaiful Irwan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.