Ulah Boneka Malaysia

Ketika Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, berbagai kelompok gerakan di semenanjung Malaya itu minta diajak bergabung dengan Republik Indonesia. Tetapi Kelompok ini ditindas oleh Inggris sampai hilang dari peta politik Malaya, baru kemudian Inggris mendirikan negara Malaysia, yang di sini lebih dikenal dengan Malaysia. Kemunculan Malaysia ciptaan Inggris itu membuat marah Bung Karno karena sebagai sarana imperialis untuk merebut kemerdekaan bangsa-bangsa yang sudah dimerdekakan, sehingga keluar komando ganyang Malaysia, yang dilawan Bung Karno dan rakyat Indonesia bukan rakyat Malaysia, tetapi elit negeri itu yang berkomplot dengan Inggris untuk menancapkan kekuasaannya, termasuk mengganggu kedaulatan negara lain, seperti ketika membantu pemberontakan PRRI Permesta.

Sayang gerakan Bung Karno itu disabut oleh kalangan militer Indonesia sendiri yang secara diam diam berkomplot dengan Malasia-Inggris di sana. Presiden Soekarno dijatuhkan Indonesia pun jatuh terpuruk, dan Malaysia sebuah negeri kecil dengan peradaban masih rendah, dan juga Singapura sebuah daerah kecil yang tidak bisa disebut negeri, menguasai keseluruhan kedaulatan negeri ini. Kaum intelektual dibungkam dengan diberi beasiswa ke universitas terkemuka di dunia. Akhirnya Indonesia menjadi negeri jajah seluruh negara lain, sementara kaum terpelajarnya hanya menjadi buruh. Tidak muncul pemimpin, karena pendidikan dijadikan sarana untuk melahirkan buruh.

Pendidikan karakter (character building) dimusnahkan sehingga tidak ada gerakan pembangunan bangsa (nation building) akhirnya kita tidak menjadi bangsa yang terhormat dan dihormati, tetapi menjadi bangsa yang dihina dan diremehkan oleh masyarakat dunia. Padahal sebelumnya negeri ini sebagai pelopor dunai ketiga yang sekaligus disegani oleh negara-negara adidaya.

Setelah puluhan tahun negeri ini dihina, termasuk dihina oleh negera kecil terbelakang seperti Malaysia baru orang sadar dan membenarkan apa yang telah dilihat Bung karno hampir 50 tahun yang lalu, sehingga saat ini dengan mudah orang mengucapkan doktrin Bung Karno “Ganyang Malasia” .Kesadaran ini sangat terlambat, kerana bangsa ini terlanjur lumpuh otaknya, lumpuh semangatnya, lumpuh cita-citanya, akibat pendidikan modern yang tidak mengajarkan moral dan komitmen sosial, tetapi hanya mengajarkan kemampuan teknis dan oleh kecerdasan, sehingga kaum terpelajarnya tidak ada yang menjadi intelektual apalagi pemimpin mereka hanya  menjadi buruh dan kuli, baik di birokrasi pemerintahan maupun di perusahaan asing.

Sebelum melawan Malaysia, kita harus membenahi dulu mental kita, cara berpikir kita, sistem politik kita, sistem pendidikan kita. Karena semua sistem pemikiran yang kita pakai adalah belenggu, sistem politik kita adalah penjara, sistem pendidikan kita sebagai ajang penipuan. Untuk membangun lagi karakter banagsa maka bangsa ini harus dimerdekaan dulu pikirannya, dengan merombak sistem politik dan model pendidikan. Kalau tidak setiap tahin kita melahirkan ribuan sarjana dana professor, tetapi negeri ini semakin merosot kuaalitasnya. Semakin dilanjutkan sistem pendidikan modern ini akan semakin terjerumus kedalam ketidakpastian.

Mengapa cara ini ditempuh karena jiwa dan semangat kita dilumpuhkan oleh sistem pendidikan yang ada, negara-negara maju seperti Ingrislah yang menciptakan pendidikan seperti ini sebagai bentuk neo iperialisme, dan Malaysia bukan negara merdeka, tetapi sekadar boneka Inggris untuk dimainkan di Asia dana dunia Islam. Karena mereka itu bangsa belum dewasa makanya mudah diprovokasi sehingga menjadi banagsa yang agresif dan tak tahu malu. Akibatnya citra mereka sangat buruk, sebagai bangsa perampok, bangsa pencuri, itu yang terkesan di kalanagan muda dan anak-anak remaja di Indonesia.

Kebencian kalangan remaja Indonesia terhadap Malasia sudah sedemikian dalam. Padahal salah satu di antara mereka akan menjadi pemimpin Indonesia yang akan melanjutkan semangat besar Soekarno, mereka itulah yang nanati akan melumat Malaysia. Ini harus diingat, karenanya, Malaysia harus meneurunkan agresivitasnya, agar tidak menimbulkan generasi Indonesia yang merasa terhina lalau akan melakukan balas dendam. Apalagi Indonesia terlalu perkasa untuk menghadapi Malasia yang kecil. Karena itu Malasia perlu menahan diri agar ke depan tercipta kehidupan yang adamai.

Bagaimanapun perdamaian harus diciptakan, kalau dengan Filipina dan Thailand saja bisa damai berdampingan, tetapi kenapa dengan Malaysia mengalami ketegangan. Tampaknya hubungan keagamaan tidak pernah menjadi pertimbanagan di situ, sehingga ketegangan berlangsung seolah tidak ada titik temu. Memang imperialaisme selalu memacah-belah setiap kekuatan yang dimungkinkan menyatu, karena persatuan adalah musuh utaama imperialisme. Untuk itu negara Kesatuan merupakan musuh utama. Sebab bentuk negeri seperti ini tidak mudah diintervensi.

Pada dasarnya setiap orang setiap bangsa  menghendaki adanya kehidupan yang damai. Tetapi kadang orang lupa bahwa untuk menciptakan perdamaian juga dibutuhkan peperangan seperti kata pepatah civis pacem parra bellum, tanpa adanya kekuatan penekan yang kuat tidak mungkin perusuh bisa ditaklukkan, tanpa adanya penjagaan yang kuat tak mungkin perdamaian diwujudkan. Diplomasi pun hanya bisa dilakukan bila memiliki persenjataan yang lengkap. Itulah harga mahal sebuah perdamaian, karena itu jangan dibuat mainan. (Abdul Mun’im DZ)[nu.or.id]

Tips Cara mengatasi Telinga yang Kemasukan Air

Beritamaya.wordpress.com – Kadang-kadang ketika mandi atau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan air, telinga kita bisa kemasukan air, yang membuat pendengaran kita jadi terasa kurang nyaman.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasinya:

Cara 1
Jika yang kemasukan air adalah telinga kiri maka tutup telinga kanan dengan jari telunjuk tangan kanan dan miringkan kepala ke kanan. Gunakan telunjuk tangan kiri untuk meneteskan/memasukkan air ke dalam telinga kiri dan ketika sudah terasa masuk ke bagian dalam segera miringkan kepala ke kiri agar air yang ada di lubang telinga kita bisa keluar semua. Ulangi cara ini jika belum berhasil.(tips dari organisasi.org)

Cara 2
Yaitu dengan meloncat-loncat (seperti main skipping), pada saat meloncat gunakan telapak kaki, kalau sudah melakukan pendaratan gunakan tumit, itu supaya air yang masuk kedalam telinga kita langsung keluar.

Cara yang pertama saya tidak berani mencobanya karena takut kalau airnya tidak keluar mungkin bisa menyebabkan infeksi. Jadi, saya hanya mencoba cara kedua dan ternyata langsung berhasil, keluar air hangatnya setelah beberapa kali melompat-lompat.


Jangan gunakan cotton buds!

Bagi anda yang telinganya sedang kemasukan air, silahkan mencoba trik di atas. Jika berhasil, jangan lupa untuk bersyukur. Jika tidak berhasil, silahkan berdoa memohon kesembuhan, dan hubungi dokter.(sanji)

Koleksi Rekaman Pertunjukan Sulap Yang Gagal

Beritamaya.wordpress.com – Sulap bukanlah sihir. Sulap hanyalah sebuah permainan yang disertai trik-trik untuk mengelabui penontonnya. Sulap akan semakin dianggap hebat jika tidak diketahui trik-triknya (seolah-olah tidak masuk akal). There is a power in mistery!

Tapi, bagaimana jika trik-trik sulap gagal dimainkan? Pasti seru!
Inilah koleksi video pertunjukan sulap yang gagal dimainkan yang akhirnya ketahuan rahasianya:

Sulap levitasi yang gagal pada America’s Got Talent

Ups, kain penutupnya lepas tuh, hahaha…

Ed Alonzo’s Chair Suspension MYSTERY EPIC FAIL

Dikira kosong ternyata ada isinya, pasti sakit tuh…

Pesulap yang katanya nomer satu di Indonesia pun bisa gagal juga…

Sudah gagal, salah tebak kartu, masih juga pecahin kaca mobil orang, habis itu lari dia….

Video terakhir di atas memberikan masukan yang bagus buat para pesulap yang lain: “Jika sulap sudah gagal, lariiiii……. (dan jangan dilanjutkan).”

Masih banyak video-video kegagalan sulap yang lain, mudah-mudahan lain kali bisa kita sambung lagi.(sanjisan)

Penjual ABG Perawan ke Pengusaha Ditangkap

okezone.com – SURABAYA – Polrestabes Surabaya kembali membongkar jaringan trafficking. Perempuan-perempuan di bawah umur dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial. Kali ini yang menjadi pelakunya adalah SWM warga Magersari Mojokerto dan KSL alias Puput warga Putat Jaya Surabaya.

Mereka tertangkap basah saat usai mengantar korban-korbannya ke seorang pengusaha asal Batam yang sudah mem-booking sebuah kamar di Hotel Palm In, di kawasan Kencanasari Surabaya.

Kasus ini terungkap, setelah anggota Sat Reskrim Polrestabes Surabaya mendapatkan informasi selama Ramadan sering terjadi trafficking di cafe, mal dan tempat hiburan. Puncaknya, saat Kamis 16 September lalu.

Saat itu SWM warga Magersari Mojokerto, Puput warga Putat Jaya Surabaya, pulang dari mengantarkan korbannya ke seorang pengusaha asal Batam di sebuah kamar di Hotel Palm In kawasan Kencanasari Surabaya. SWM dan Puput tertangkap basah oleh polisi.

AKBP Anom Wibowo Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, para korban yang sebagian besar masih di bawah umur biasanya dihubungi lewat telepon, jika ada permintaan pelanggan. Dengan naik taksi, mereka diantar ke tempat yang dituju. Pelanggannya tidak hanya dari kalangan pengusaha tapi juga orang asing.

“Rata-rata korban di bawah umur, sekitar 17 tahun. Mereka biasanya bertransaksi di tempat-tempat hiburan, cafe, mal, dan hotel,” ujar Anom.

SWM dan Puput yang bertindak sebagai makelar dijerat pasal 2 juncto 17 UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau pasal 88 UU RI No. 23 tahun 2003 tentang Perdagangan Anak, dengan hukuman maksimal 15 tahun.

Saat ditangkap, polisi menemukan beberapa barang bukti di antaranya uang tunai Rp4 juta yang diperkirakan adalah uang pembayaran transaksi, tiga unit handphone, dua kondom dan dua lembar nota tagihan Hotel Palm In.

Seperti yang diketahui, ini adalah kasus trafficking kedua yang terbongkar dalam waktu kurang dari sebulan. Sebelumnya trafficking dengan modus serupa dan juga mengorbankan anak-anak di bawah umur diringkus Agustus lalu.
(teb)

Gubernur Jabar Minta Jemaat HKBP Tak Gelar Ibadah di Ciketing

Bandung, NU Online
Jemaat HKBP di Bekasi akan tetap menggelar ibadah di kampung Ciketing, Bekas, Jawa Barat. Padahal sebelumnya sempat terjadi insiden penusukan di lokasi tersebut. Gubernur Jabar mengimbau agar jemaat mau beribadah di lokasi sementara.

“Sudah ada keputusannya dari pemerintah yaitu menggunakan gedung eks OPP. Ini dimaksudkan untuk mendapat rasa aman dan kemungkinan gangguan yang terjadi,” kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan di Bandung, Sabtu (18/9) malam.

Gedung yang dimaksud Heryawan adalah bangunan bekas kantor OPP Partai Keadilan Sejahtera. Meski bernama PKS, gedung itu adalah milik Pemkot Bekasi. Menurut Heryawan, pihaknya meminta kepada semua pihak untuk saling menghormati dan mengasihi. Dia berharap, dalam penyelesaian masalah ini ada yang bersedia untuk mengalah sejenak demi kerukunan umat beragama.

“Saya harap semua mendukung apa yang sudah dilakukan pemerintah Bekasi untuk menyelesaikan ini. Yaitu, penyediaan lahan untuk ibadah permanen,” jelasnya.

Lokasi ibadah sementara ini hanya akan digunakan selama dua tahun. Setelah itu, para jemaat akan disediakan gereja khusus untuk beribadah di perumahan PT Timah.

“Ini lebih baik lebih luas. Saya berharap saudara-saudara di HKBP bersedia ikuti solusi ini. Dengan semangat toleransi beragama,” tegasnya. (min)

Jutaan Umat Manusia Kecam Hari Pembakaran Alquran

Umat Islam Mengecam

Sebuah sekte kecil di Florida, Amerika Serikat merencanakan aksi kontroversial dan dianggap ngawur — membakar Al Quran, kitab suci agama Islam, dalam peringatan tragedi 11 September. Aksi itu mereka beri nama ‘international burn the Quran day’ atau ‘hari pembakaran Al Quran sedunia’.

Menanggapi aksi tersebut ratusan warga Afghanistan memprotes. Bahkan dalam aksi unjuk rasa di Kota Kabul itu mereka juga menuntut kematian Presiden Barack Obama.

Sekira 500 orang berkumpul meneriakkan dukungan terhadap Islam dan menuntut kehancuran AS saat mendengar pidato dari anggota parlemen Afghanistan.

Aksi protes ini sempat diwarnai insiden pelemparan batu saat konvoi pasukan AS melewati mereka. Namun aksi tersebut tidak berbuntut panjang karena ulama yang turut serta dalam protes ini berhasil meredam amarah pengunjuk rasa. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (6/9/2010).

Kedutaan Besar AS di Kabul sudah mengeluarkan pernyataan mengecam rencana tersebut. Kedubes menyatakan mereka menyesali sebuah upaya yang dilakukan oleh kelompok yang dianggap mencoba melukai kelompok masyarakat lain.

Dalam protes kali ini para pengunjung rasa juga sempat membawa sebuah maket yang diumpamakan sebagai bangunan gereja yang dipimpin oleh Pendeta Terry Jones

Sementara, umat muslim di Indonesia — negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini pada Sabtu, 4 September 2010 ratusan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) turun ke jalan.

“Kami memiliki misi untuk menyelamatkan Alquran. Jika Al Quran ini betul-betul dibakar, maka kami akan marah besar,” tegas Hasanuddin Rasyid, sambil mengacungkan Alquran ke udara, diiringi teriakan takbir berkali-kali.

HTI mendesak Pemerintah AS, umat Kristen termasuk di Indonesia untuk menggagalkan rencana itu. Jika pembakaran dilakukan, itu  akan memancing umat Islam untuk bereaksi dan marah.

Protes juga disampaikan pemeluk agama berbeda di Indonesia. Mereka minta, pemerintah AS bertindak tegas untuk menghentikannya.

Sementara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta umat Islam di Indonesia tidak terprovokasi dengan gerakan itu.  MUI menegaskan, tidak akan mengeluarkan fatwa atau kecaman. Sebab, ekspresi kemarahan sekelompok kecil orang. MUI menyerukan perlawanan atas aksi itu dilakukan secara damai.

Umat Krsiten Mengecam

Tak hanya umat muslim di dunia yang murka, para pemimpin umat Kristen, baik liberal maupun konservatif, juga mengecam rencana tersebut.

Pendeta, Dr Michael Kinnamon, sekretaris jenderal Dewan Gereja Amerika Serikat mengatakan, pihaknya kembali menegaskan sikap penentangan atas aksi itu. Kata dia, pernyataan ini mewakili jutaan warga AS yang menolak ekspresi anti-muslim yang ditunjukkan sekte itu.

Tindakan membakar Quran, tambah dia, adalah reaksi orang yang ketakutan sekaligus salah paham terhadap sifat sejati ajaran Islam yang damai.

“Kesalahpahaman dan bingung, juga ketidakmampuan untuk mencintai tetangga kita seperti yang dicontohkan Kristus, itu yang ditunjukkan sekte tersebut ketika melecehkan umat muslim dan merencanakan ‘international burn the Quran day’,” kata dia, seperti dimuat situs CSmonitor, 6 September 2010.

“Tindakan penuh kebencian tersebut bukan kesaksian atas iman Kristiani,” tegas Kinnamon.

Sikap senada juga ditunjukkan organisasi, National Association of Evangelicals yang berbasis di AS. “Rencana itu…untuk membakar Al Quran pada 11 September menunjukkan sikap tidak hormat kepada tetangga muslim dan justru akan meningkatkan ketegangan antara umat Kristen dan Islam di seluruh dunia,” kata organisasi itu dalam pernyataannya. “Kami menuntut rencana pembakaran itu dibatalkan.”

Sementara, pendeta senior di Orlando, Florida mengatakan tindakan itu hanya akan memicu masalah. Melawan terorisme, kata dia, bukan dengan mengobarkan kemarahan. “Melawan api dengan api hanya akan mengobarkannya. Cinta adalah air yang akan memadamkan kehancuran.”

Umat Yahudi Mengecam

Umat Yahudi di AS pun turut menentang rencana pembakaran itu. Menurut laman Jewish Telegraphic Agency (JTA), seorang rabi bahkan meminta para umat Yahudi  turut membaca sejumlah kutipan al-Quran sebagai rasa hormat kepada kitab suci umat Muslim itu.

Pembacaan Quran akan berlangsung di tengah ibadah Sabat pada Sabtu mendatang, atau bersamaan dengan rencana pembakaran Quran oleh Terry Jones, pemimpin sekte Dove World Outreach Center di Florida pada 11 September mendatang.

Permintaan itu dilontarkan oleh Rabi Arthur Waskow dari Shalom Centre di Kota Philadelphia. “Banyak komunitas dan organisasi keagamaan dan kelompok-kelompok sekuler menentang ide pembakaran itu,” kata Waskow di laman Shalom Center.

Dia lantas mengingatkan kepada umat Yahudi bahwa tanggal 11 September mendatang merupakan ibadah Sabat Shuvah. “Itu merupakan ibadah sabat khusus bagi umat Yahudi untuk lebih khusyuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengubah perilaku mereka menjadi welas asih dan berekonsiliasi dengan orang lain,” kata Waskow.

Shalom Center lantas menganjurkan sinagoga dan umat Yahudi  menambahkan kutipan dari al-Quran dalam pembacaan ayat-ayat suci pada ibadah akhir pekan nanti.
Kalangan Militer Mengecam

Selain kaum agamis, niat Jones juga ditentang kalangan militer. Militer AS khawatir aksi Jones bakal mengancam keselamatan serdadu AS yang berada di Afghanistan. Saat ini saja rencana gila Jones itu semakin mempertajam sentimen anti Amerika di sana. Hal ini ditandai dengan pembakaran bendera AS.

Panglima militer AS di Afghanistan, Jenderal David Petraeus, yang baru beberapa bulan bertugas, melihat hal ini sebagai ancaman serius bagi tugas mereka di Afghanistan.  “Ini akan membahayakan tentara kita, dan mengancam keberhasilan usaha kita di sini,” ujar Petraeus.

Tentara Amerika Serikat (AS) di negara tersebut khawatir kemarahan warga Afghan atas rencana tersebut akan membahayakan jiwa mereka.

Kekhawatiran ini muncul saat sebagian demonstran yang marah akibat rencana tersebut melempari iring-iringan tentara AS dengan batu. Sentimen anti-Amerika juga kembali muncul, bendera Amerika dibakar dan teriakan “Kematian bagi Amerika” membahana di antara para demonstran.

“Amerika tidak akan bisa memusnahkan Muslim dari dunia,” ujar salah seorang warga Afghanistan seperti dikutip dari laman ABC News.

Mereka mengutuk rencana pembakaran Al-Quran oleh Terry Jones, seorang pendeta sekte kecil di Florida di bawah Dove World Outreach Center. Jones merupakan penulis buku “Islam is of the Devil” yang menuai banyak kontroversi. Pembakaran, menurut Jones, akan dilakukan pada tanggal 11 September nanti.

Tanggal tersebut bertepatan dengan peristiwa serangan teroris di New York yang meruntuhkan menara kembar WTC, tanggal tersebut juga kebetulan bertepatan dengan hari raya Idul Fitri bagi umat muslim dunia. Panglima militer AS di Afghanistan, Jenderal David Petraeus, yang baru beberapa bulan bertugas, melihat hal ini sebagai ancaman bagi keselamatan tentaranya.

“Hal ini akan membahayakan tentara kita dan mengancam keberhasilan usaha kita di sini,” ujar Petraeus. Penasihat Petraeus yang merupakan mantan wakil kepala staf tentara AS, Jack Keane, menyebut hari pembakaran itu sebagai sesuatu yang gila dan merupakan penghinaan terhadap umat Muslim.

“Rencana itu juga merupakan penghinaan bagi tujuan utama tentara kita dan komitmen mereka kepada negara ini dan para umat muslim di dalamnya,” ujar Keane.

Namun, gelombang protes dan hujatan sepertinya tidak mampu membuat Jones mengurungkan niatnya. Dia bahkan bersumpah  tetap melancarkan rencananya, tidak memedulikan masalah yang akan dihadapi tentara negaranya di Afghanistan.

“Apa yang kami lakukan ini telah direncanakan sejak lama, kami mengungkapkan bahwa kekerasan Islam lebih, lebih besar dari yang kami katakan,” ujarnya Jones pada sebuah wawancara dengan stasiun televisi ABC.

Sebuah akun Facebook berjudul “Hari Dunia Pembakaran Quran” mempunyai lebih dari 8.000 pengikut. Tapi dari komentar-komentar yang terdapat di laman itu, sebagian besar menentang rencana pembakaran oleh Jones.

Sumber : vivanews

Pembakaran Qur’an Juga Terjadi di San Francisco

warnaislam.com — Salinan Al-Quran yang dibakar ditemukan di tong sampah di luar masjid San Fransisco minggu lalu. Situs Bay City News (18/9) mengutip sumber CAIR memberitakan, Quran yang telah dibakar itu ditemukan Minggu, di tong sampah di luar gedung Islam Society of San Francisco, yang terletak di 20 Jones Street.

Hal itu dikemukakan Zahra Billo , direktur program CAIR cabang Bay Area.

Menurut Billo, Al-Quran yang ditemukan di tong sampah itu telah diambil semalam sebelumnya. “Sebagian sudah menjadi abu, tapi Anda masih bisa melihat bahwa itu adalah mushaf Quran,” katanya.

Insiden itu telah dilaporkan kepada CAIR pada hari Senin, dan sejak itu telah dilaporkan ke polisi San Francisco dan kantor FBI San Francisco.

Juru bicara polisi San Francisco Albie Esparza mengkonfirmasi, bahwa mereka sedang menyelidiki insiden itu, dan mengatakan tidak ada penangkapan.

“Ini sangat tidak-Amerika dan tidak mencerminkan perilaku warga Bay Area,” kata Billo.

CAIR telah meminta masyarakat Muslim untuk waspada terhadap kejahatan berdasar kebencian (anti-Islam) lainnya benci yang mungkin terjadi. “Komunitas antaragama dan orang-orang berhati nurani akan mendukung komunitas kami,” pungkasnya kepada Bay City News. (Mel/ ddhongkong.org).

Inilah Aksi Biadab Dua Pendeta Kristen Itu

warnaislam.com — Inilah gambar saat pendeta Bob Old dan pendeta Danny Allen membakar Al-Quran di pekarangan belakang kediaman Old, di Tennessee, Amerika. “Ini adalah buku berisi kebencian..” katanya sambil memegang Al-Qur`an sebelum membakarnya.

Kedua pendeta itu menyiram dua buah mushaf dan sebuah teks Islam lainnya dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Mereka menyaksikan bersama-sama kitab suci umat Islam itu menjadi abu.

Aksi dua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang kediaman Old. Mereka mengatakan aksinya merupakan “pesan dari tuhan”.

“Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta,” katanya sambil memegang Al-Qur`an sebelum membakarnya. “Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu,” ujarnya sebagaimana dikutip Tennessean (12/10).*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.