Jangan Mudah Tertarik Oleh Kecantikan!

Beritamaya.wordpress.com - Apa yang akan anda pikirkan jika melihat wanita “cantik” seperti ini? Apakah anda akan tertarik dengannya?

Cantik? Lucu? Imut?

Jangan mudah tertarik oleh kecantikan! Karena kecantikan itu seperti sebuah topeng, yang dapat digunakan untuk menutupi keadaan sebenarnya.

Foto-foto di atas adalah foto seorang wanita yang telah mengubah wajahnya dengan make-up. Inilah foto-foto asli wanita ini tanpa make-up:

Itulah foto aslinya tanpa make-up apapun, tanpa Photoshop-an, dan tanpa Flash.

Percaya atau tidak, silahkan lihat sendiri proses dia melakukan make-up, di bawah ini:

Pasang contact lens untuk memperbesar pupilnya, juga double-eye lids Sticker dan lem.

Gunakan moisture cream agar wajah tetap sehat.

Foundation juga penting, untuk membuat warna kulit lebih merata.

YANG SANGAT PENTING!!! Beri sedikit jumlah Foundation di kedua sisi pipi, untuk membuat wajah tampak lebih panjang dan langsing!

Gunakan concealer untuk menutupi semua kekurangan, seperti kantong mata, jerawat dan keriput.

Lalu tambahkan bulu mata palsu alami dan gambarlah alis yang bagus!

Tambahkan maskara di bulu mata bawah, untuk membuat kedua mata atas dan bawah seperti bercambukan.

Tambahkan lagi dengan eye liner! lebih panjang lebih baik, membuat mata kecil terlihat tidak hanya lebih besar, tapi lebih panjang juga.

Tambahkan eye shadow, gunakan satu gelap dan satu warna yang lebih ringan. Tambahkan lip gloss dan blusher (perona pipi)! dan terakhir gaya rambut boneka anda!

Itulah “rahasia wanita” yang perlu anda ketahui. Jadi, jangan mudah tertarik oleh kecantikan! Karena jika kecantikannya sudah hilang, maka… pikir sendiri ya.

Masih mudah tertarik dengan yang cantik-cantik? Masih suka nge-add FACEBOOK cewek-cewek cantik? Masih mudah tertarik dengan “topeng”?? Awas, jangan mudah tertipu!!(sanji/boy)

Cara Menonton Youtube Tanpa Koneksi Internet

Beritamaya.wordpress.com - Tidak punya koneksi internet tapi ingin menonton Youtube? Jangan khawatir, anda bisa melakukan trik-trik berikut ini:

Buat atau belilah stiker Youtube, lalu tempelkan di pojok kanan bawah pada layar televisi anda. Mudah kan?(boy/inka)

Foto Kekejaman Seorang Gadis Terhadap Binatang

Beritamaya.wordpress.com – Inilah perbuatan bodoh dan kejam yang telah dilakukan oleh seorang gadis Asia terhadap binatang, yaitu anak itik yang masih kecil-kecil.

Benar-benar pemandangan yang sangat mengerikan. Anak-anak itik ini dicekik dengan jari-jari kakinya, kemudian diinjak-injaknya sampai tubuh mereka hancur berdarah-darah.

Dasar wanita tak punya perasaan!(inka)

*Berita terkait:

Siapa Bilang Matematika itu Susah?

Beritamaya.wordpress.com - Matematika itu bukanlah suatu pelajaran yang sulit dan menyusahkan. Jangan pernah menganggap bahwa matematika itu susah. Karena jika kita meyakini bahwa matematika itu susah, maka kita benar-benar akan merasakan kesusahan mempelajarinya.

Jika anda meyakini bahwa diri anda “tidak bisa”, maka selamanya diri anda benar-benar “tidak akan bisa”. Yang penting, jangan pernah membatasi pikiran anda. Jangan mensugesti diri anda dengan pikiran negatif.

Atau, anda akan mengalami kasus seperti pada gambar di atas!(Sanji)

Foto Cewek Seksi dan Foto Kambing

Beritamaya.wordpress.com – Mungkin dua foto di bawah ini dapat memberikan sedikit gambaran tentang perbedaan antara negara kaya dan negara miskin.

Kedua gambar di atas adalah serupa tapi tak sama.
Apanya yang serupa?(boy/srh)

Necrophilia, kelainan untuk berhubungan seksual dengan mayat

Beritamaya.wordpress.com - Necrophilia, yang juga disebut dengan thanatophilia dan necrolagnia, adalah kelainan seksual dimana pelakunya memiliki ketertarikan untuk berhubungan seksual dengan mayat (orang mati).

Kata ini berasal dari Yunani Kuno: νεκρός (nekros; “mayat,” atau “mati“) dan φιλία (philia; “persahabatan“). Istilah ini tampaknya berasal dari karya Krafft-Ebing, Psychopathia Sexualis (1886).

Jenis-jenis Necrophilia:
Menurut Anil Aggrawal MBBS, MD, Professor of Forensic Medicine, Necrophilia dibagi menjadi 10 jenis, yaitu:

  1. Role players
  2. Romantic necrophiles
  3. People having a necrophilic fantasy – necrophilic fantasizers
  4. Tactile necrophiles
  5. People having a fetishistic necrophilia – fetishistic necrophiles
  6. People having a necromutilomania – necromutilomaniacs
  7. Opportunistic necrophiles
  8. Regular necrophiles
  9. Homicidal necrophiles
  10. Exclusive necrophiles.

Penyebab Necrophilia
Inilah penyebab-penyebab seseorang melakukan Necrophilia:

  • 68 persen itu didorong oleh keinginan untuk tidak ditolak dalam berhubungan;
  • 21 persen oleh sebuah keinginan untuk reuni dengan mitra yang hilang;
  • 15 persen oleh ketertarikan seksual dengan orang mati;
  • 15 persen oleh keinginan untuk kenyamanan atau untuk mengatasi perasaan isolasi dan
  • 11 persen oleh keinginan untuk memperbaiki harga diri yang rendah dengan mengekspresikan kekuasaan atas mayat.

Penelitian kecil modern yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa beberapa pelaku necrophil cenderung memilih pasangan yang sudah mati setelah gagal membuat lampiran romantis dengan yang masih hidup.

Bagaimana pendapat anda tentang kelainan necrophilia ini??(dwi)

Gerakan Syahwat Mereka mengepung Indonesia

Seorang bule bertubuh tinggi besar bergegas ke luar ruangan Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Raya, Jakarta Pusat. Langkahnya acuh saja. Sembari berjalan lurus, dia kemudian mendekati penyair ,Taufiq Ismail yang tengah dirubung banyak orang. Setelah sampai di dekat Taufiq, ia menyalaminya…

”Selamat ya. Pidato kebudayaan Anda bagus sekali. Tapi ingat, media massa Indonesia juga banyak sampahnya. Lihat siaran televisi Anda. Bayangkan kalau di Amerika tayangan itu diputar pada pukul 03.00 pagi, di sini malah diputar pada prime time,” kata si bule sembari memegang tangan Taufiq. Yang disalaminya pun membalas dengan senyum simpul.
”Terima kasih Tuchrello. Memang demikian adanya. Maaf, kalau banyak mengambil contoh negara Anda,” jawab Taufiq.

Sesaat dia lantas menerangkan sahabatnya itu adalah Will Tuchrello, direktur Perpustakaan Kongres AS Perwakilan Indonesia. ”Bayangkan, mereka saja resah atas menggejalanya budaya bebas tanpa batas itu. Tapi, kok kita tidak ya?” ujar penulis lirik lagu-lagu hits Bimbo ini.

Taufiq, Rabu (20/12) malam, melalui pidato kebudayaannya di depan kalangan Akademi Jakarta mengguncangkan kesadaran publik untuk kembali menengok nurani pada hilangnya rasa malu orang Indonesia. Bahkan, Taufiq lugas menyebutkan hilangnya rasa malu itu telah mulai meruntuhkan bangunan bangsa.

Tagihan rekening reformasi, menurut Taufiq, ternyata mahal sekali. Indonesia dikepung gerakan ‘Syahwat Merdeka’! ”Gerakan syahwat merdeka ini tak bersosok organisasi resmi, dan jelas tidak berdiri sendiri. Tapi, bekerja sama bahu-membahu melalui jaringan mendunia, dengan kapital raksasa mendanainya. Ideologi gabungan yang melandasinya, dan banyak media massa cetak dan eletronik menjadi pengeras suaranya,” kata Taufiq dalam pidatonya.

Ketika mendengar ‘kesaksian’ Taufiq, sesaat ruangan Teater Kecil yang penuh dipadati puluhan pengunjung mendadak berubah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, misalnya, segera membuka buku kecil yang memuat pidato Taufiq Ismail.

Dari arah bangku belakang, kemudian terdengar lenguhan panjang. Seorang ibu berguman. Penulis skenario film senior, Misbach Yusa Biran, menggeleng-gelangkan kepala. Pemusik kontemporer Slamet Abdul Syukur tepekur di kursinya.

Ruangan teater pun terus senyap. Suhu udara berpendingin kini mulai terasa merambahi kulit. Taufiq kemudian meneruskan pidatonya dengan menjelaskan mengenai siapa saja yang menjadi komponen ‘syahwat merdeka’ itu.

Paling tidak ada 13 pihak yang menjadi pendukung fanatik gerakan ini. Pertama adalah praktisi sehari-hari kehidupan pribadi dan kelompok seks bebas hetero dan homo, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Kedua, para penerbit majalah dan tabloid mesum yang telah menikmati tiada perlunya SIUPP. Ketiga, produser, penulis skrip, dan pengiklan televisi.

”Semua orang tahu betapa ekstentifnya pengaruh layar kaca. Setiap tayangan televisi rata-rata 170 juta pemirsa. Untuk situs porno kini tersedia 4,2 juta di dunia dan 100 ribu di internet Indonesia. Untuk mengaksesnya malah tanpa biaya, sama mudahnya dilakukan baik dari San Fransisco, maupun Klaten,” tegasnya.

Pendukung keempat adalah penulis, penerbit, dan propagandanis buku-buku sastra dan bukan sastra. Di Malaysia, penulis yang mencabul-cabulkan karyanya adalah penulis pria. Di Indonesia sebaliknya. Penulis yang asyik menulis wilayah ‘selangkangan dan sekitarnya’ mayoritas perempuan. ”Dalam hal ini ada kritikus Malaysia berkata, ‘Wah Pak Taufiq, pengarang Indonesia berani-berani. Kok mereka tidak malu?” ungkap Taufiq Ismail.

Kelima, penerbit dan pengedar komik cabul. Keenam, produsen VCD/DVD porno. Ketujuh, pabrikan alkohol. Kedelapan, produsen, pengedar, dan pengguna narkoba. Kesembilan, pabrikan, pengiklan, dan pengisap rokok. Hal ini dilatarbelakangi kenyataan dalam masyarakat permisif, interaksi antara seks, narkoba, dan nikotin akrab sekali. Sukar dipisahkan.

Selanjutnya, komponen ke-10 adalah para pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. Ke-11, germo dan pelanggan prostitusi. Ke-12 adalah dukun dan dokter praktisi aborsi.

”Bayangkan data menunjukan angka aborsi di Indonesia mencapai 2,2 juta setahun. Maknanya, setiap 15 detik seorang calon bayi di suatu tempat di negeri kita meninggal di suatu tempat akibat dari salah satu atau gabungan faktor-faktor di atas,” tandas Taufiq Ismail.

Menurut Taufiq, kehancuran hilangnya rasa malu itu kemudian tecermin dalam gemuruh gelombang penolakan RUU Pronografi dan Pornoaksi. Ini adalah pihak ke-13. Pada satu sisi memang ada kekurangan. Dan salah satu kekurangan RUU ini, yang perlu ditambah dan disempurnakan adalah perlindungan terhadap anak-anak yang jumlahnya 60 juta.

Perbandingannya, kalau di Indonesia masih nihil perundangan perlindungan anak, di AS anak-anak di sana paling tidak kini dilindungi enam undang-undang.
Sastra ganjil
Mengomentari keresahan Taufiq, pengarang perempuan NH Dini menyatakan, saat ini memang ada yang ganjil dalam dunia sastra. Entah mengapa
tiba-tiba ada sekelompok penulis perempuan yang giat menulis cerita bergaya pornografi. Mereka memang tidak merasa risi atau malu. Entah sengaja atau tidak, mereka sudah menyalahartikan erotisme menjadi sama saja dengan pornografi.

”Beberapa waktu lalu, ketika tinggal di Prancis, saya dikirimi mendiang Ramadhan KH sebuah novel Indonesia yang mendapat penghargaan karya sastra. Ramadhan, karena tidak ‘kuat’ membaca, meminta saya membaca novel tersebut. Dan benar, saya hanya kuat baca beberapa lembar saja.” ”Saya kemudian berpikir, apa bagusnya novel ini, kok sampai mendapat penghargaan? Malah lebih terkejut lagi, ketika bertemu dengan seorang rohaniwan, dia malah memuji novel itu. Akhirnya, saya semakin tidak mengerti,” tutur NH Dini.

Budayawan Riau, Al Azhar, menyatakan, apa yang dikatakan Taufiq itu memang kenyataan yang kini terjadi. Beberapa penulis memang menghasilkan karya yang ‘tidak masuk akal’ karena hanya membahas soal selangkangan. Dominasi ide hanya memaparkan idealisme hedonis. Realitas kehidupan rakyat yang berbudi diabaikan. ”Entah apa yang dipikirkan generasi hedonis itu. Mutunya sangat jauh bila dibanding karya Pramudya Ananta Toer atau Ahmad Tohari. Terjadi penurunan mutu karya yang serius. Generasi syahwat merdeka memang kini mengepung kita,” tandas Al Azhar.[]

Muhammad Subarkah
*Artikel diambil dari Infoanda.

Note: Untuk situs porno kini tersedia 4,2 juta di dunia dan 100 ribu di internet Indonesia…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.