Masa Depan Yahudi di Palestina

Gencarnya serangan pasukan Yahudi 10 hari terakhir ini terhadap kota Gaza yang dikuasai Mujahidin Hamas telah melahirkan simpati dunia, khususnya Dunia Islam. Hampir seluruh dunia, kecuali Amerika, bergerak membantu kaum Muslimin di Gaza dengan berbagai bentuk bantuan seperti makanan, obat-obatan, medis, demonstrasi besar-besaran, diplomasi, politik, doa dan bahkan jutaan kaum Muslimin menyatakan siap menuju Palestina untuk berjihad melawan dan mengusir kaum Yahudi yang telah mendirikan Negra Israel di atas bumi Palestina sejak tahun 1947.

Di antara fenomena yang menarik dicermati dari peristiwa Gaza kali ini ialah kekhawatiran Eropa yang diwakili Presiden Prancis, Sarkaozy.  Sehinngga, Presiden Perancis Sarkozy  harus bertandang ke Mesir untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Mesir Husni Mumabarak untuk membujuk Israel menghentikan serangannya ke Gaza dan segera berdamai dengan Hamas.

Demikian juga Rusia merasa sangat gelisah dengan perkembangan yang terjadi. Di samping itu, pernyataan-pernyataan para pemimpin Arab seperti Qatar, Mesir, Jordan, Saudi Arabia dan juga Indonesia terlihat agak berpihak kepada rakyat Palestina dan khususnya Hamas, kendati dengan cara yang berbeda-beda. Padahal selama ini Hamas telah ditetapkan Amerika sebagai organisasi Teroris yang harus dilenyapkan di atas muka bumi.

Lebih dari itu, Perdana Menteri Turki, Thayeb Ordogan dengan tegas mengatakan akan segera melobi PBB sesuai dengan agenda yang diinginkan Hamas. Kendati terlihat lamban, Liga Arab dan OKI juga mulai bergerak. Menariknya lagi Presiden Venezuela, Hugo Chavez telah memerintahkan Dubes Israel hengkang dari negara pengekspor minyak tersebut.

Lebih dari itu, Ratu Rania, Istri Raja Abdullah; Raja Jordania, mengeluarkan statement kerasnya seperti yang dkutip Islamoline.com : “Membiarkan Gaza dalam kondisi seperti ini adalah kekufuran (membangkang) pada Allah”. Semuanya seakan menyadari kezaliman yang dilakuakn bangsa Yahudi terhadap rakyat palestina yang sudah menderita berkepanjangan sejak lebih dari 60 tahun lalu.(eramuslim)

Empat Roket Hezbollah Hantam Israel

Metrotvnews.com, Gaza: Konflik Timur Tengah semakin memanas dengan dugaan keterlibatan pihak ketiga. Empat roket yang diluncurkan dari wilayah Lebanon menghantam wilyah Israel utara, Kamis pagi waktu setempat. Kantor berita Perancis AFP seperti yang dikutip dari media Israel menyebutkan lima warga Israel terluka terkena serangan roket ini. Polisi Israel menuduh serangan ke sekitar Kota Nahariya ini berasal dari milisi Hezbollah.

74193hezbollahSerangan Hizbollah ke Israel

Serangan yang dilancarkan ke wilayah Israel ini, merupakan kejadian yang sama seperti tahun 2006. Saat itu, Hezbollah melepas roket ketika Israel tengah memasuki wilayah Jalur Gaza. Pada konflik tahun 2006, Israel dan kelompok milisi Lebanon, Hezbollah, pernah bertempur selama 34 hari. Pertempuran ini terjadi akibat anggota gerilya dari gerakan Syiah Lebanon menahan dua serdadu Israel dalam sebuah pertempuran di dekat perbatasan kedua negara.

Pada saat itu, Hezbollah melepas 4000 roket ke wilayah Israel utara. Serangan ini menyebabkan 1.200 warga Lebanon tewas dan lebih dari 160 warga Israel sebagian besar tentara tewas. Meski sudah ada tuduhan dari pihak Israel, namun belum ada konfirmasi dari pihak Libanon.(FHD)

Dua Bocah Dicabuli Ayah dan Kakeknya

Liputan6.com, Tabanan: Seorang bapak dan anaknya tega mencabuli anak kandung dan cucunya sendiri. Perbuatan bejat Nengah Sumiarta dan Wayan Sutama ini sudah berlangsung selama hampir tujuh tahun lebih. Akibat perbuatannya itu, Nengah Sumiarta dan Wayan Sutama ditangkap polisi di rumah mereka di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali.

090108bkekerasan-seks1Wayan Sutama dan Nengah Sumiarta.

Kepala Kepolisian Sektor Kerambitan, Ajun Komisaris Polisi Ketut Suparta, menjelaskan, kasus pencabulan ini terungkap setelah salah seorang korban yang masih berusia 13 tahun berhasil kabur dari rumah. Kini kedua korban telah diungsikan ke rumah ibu kandungnya yang sudah bercerai dengan sang ayah sejak 2001. Menurut Luh Ketut Suryani, psikiater, kedua korban perlu mendapat terapi hipnosis agar tidak mengalami gangguan kejiwaan.

Kasus-kasus kekerasan seksual oleh orang dekat korban semacam ini belakangan kerap terjadi. Keretakan hubungan dalam keluarga dan lemahnya pengawasan masyarakat menjadi salah satu pemicu terjadinya kasus tersebut.(IAN/Putu Setiawan)

Mahatir: Pemboikotan Produk AS, Senjata Ampuh Hentikan Agresi Israel

Mahathir Mohammad, menghendaki pemboikotan produk AS sebagai protes dukungan Washington terhadap Zionis-Israel

Hidayatullah.com–Kantor Berita AFP, memberitakan, Manta Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohammad mengatakan, masyarakat internasional harus tegas menghadapi dukungan Amerika yang semena-mena kepada Israel. Caranya adalah melakukan pemboikotan barang dan produk Amerika.

“Warga seluruh penjuru dunia harus mengambil sikap tegas untuk menghadapi dukungan penuh Washington atas Tel Aviv,” katanya.

Menurutnya, jika ada kemauan kuat di kalangan bangsa-bangsa di dunia, khususnya umat Islam untuk menentang kebiadaban Israel dan pembantaian terhadap perempuan dan anak-anak kecil di Gaza, maka jalan terbaik adalah apa yang diusulkan Mahathir Mohammad, yakni pemboikotan atas barang-barang dan segala transaksi dengan AS dan Zionis-Israel.

Langkah ini merupakan sikap praktis yang bisa memperingatkan arogansi Washington dan Tel Aviv.

Sejumlah pakar berpendapat bahwa jika dunia Islam, khususnya negara-negara pengekspor minyak, menyatakan akan mengurangi beberapa persen produksi minyak dan tidak menggunakan dolar AS dalam transaksi mereka, yang semua itu dilakukan sebagai aksi protes terhadap kebiadaban Israel di Gaza, maka tidak ada jalan lain bagi Tel Aviv kecuali menerima gencatan senjata dan menghentikan serangan langsungnya ke Jalur Gaza.

Pengalaman seperti itu pernah dilakukan di masa Faisal sebagai Raja Arab Saudi. Pada tahun 1973 Faisal menurunkan lima persen produksi minyak untuk menyikapi pendudukan lebih luas Zionis-Israel di negara-negara Arab.

Akibat kebijakan tersebut, antrian panjang di pom-pom bensin di Eropa dan AS. Pada akhirnya, negara-negara Barat mengkhawatirkan hal tersebut dan memaksa Zionis-Israel supaya menghentikan pendudukannya di negara-negara Arab. [irb/www.hidayatullah.com]
Zionis belum berhenti membantai, kok kita berhenti membantu? Sisihkan sebagian harta Anda untuk membantu rakyat Gaza di “Hidayatullah.com Peduli Palestina“. No Rek BCA: 822 0279422 CP Redaksi www.hidayatullah.com 081-357342242

Boikot Bisnis Amerika di Indonesia

Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari daerah pemilihan Jakarta, Marwan Batubara menyatakan agar umat Islam memboikot produk dan perusahaan Amerika/Israel.

Perusahaan-perusahaan tersebut di antaranya Exxon (Arun, Cepu, Natuna), Chevron (Riau, 40 persen produksi nasional), Conoco-Phillips (Natuna), dan BP (Tangguh).

“Mereka menguasai lebih dari 60 persen produksi nasional,” ujar Marwan bersemangat.

Selain perusahaan-perusahaan di atas, ada lagi yang menurut Marwan harus diperlakukan sama. Yaitu, Freeport (Timika), Newmont (Sumbawa), INCO (Sulawesi), Bechtel, McDonald, Coca Cola, dan lain-lain.

“Sumbangan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Israel untuk membunuhi saudara-saudara kita di Palestina dalam orde billion dolar Amerika. Itu sangat-sangat jauh lebih besar dibanding one man one dolar,” sambung Marwan.

Menurut Marwan, tidak pantas kita membiarkan mereka menguras sumber daya alam Indonesia yang justru hasilnya sebagian dipakai untuk membantai saudara-saudara kita sendiri.

Pejuang-pejuang Hamas, menurutnya, adalah contoh ideal seorang muslim yang mempunyai dan menjaga izzah, serta memegang teguh prinsip-prinsip yang harus ditegakkan.

“Mudah-mudahan, Hamas bisa menjadi teladan untuk kita-kita di sini,” ucap Marwan yang juga kritis soal penyimpangan dana BLBI. (mnh/eramuslim)

Always Coca Cola? Think Again…

Beritamaya.wordpress.com – Coke, adalah produk asli dari sebuah perusahaan Yahudi. Jika anda membalikkan (bayangan) logonya, secara jelas akan anda lihat ejaannya… “La Muhammad, La Makkah”. Yang mana dalam bahasa Arab ejaan itu berarti: “No Muhammad, No Makkah” dalam bahasa Inggris.

Kedua C adalah La; ‘oca’ adalah Muhammad; ‘ola’ adalah Makkah.

beritamayawordpresscom_cocacola

Diantara produk-produk Yahudi lainnya adalah THUPMSUP FANTA SPRITE LIMCA.
Please say no to all soft drinks manufactured by jewish company.(ql/beritamaya)

Zionis Israel Gunakan Senjata Kimia

GAZA (Arrahmah.com) - Israel menggunakan zat berbahaya untuk membantai warga Gaza dalam serangan daratnya. Bom-bom yang digunakan pasukan Zionis mengandung fosfor putih, sebuah zat yang berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Fosfor putih, oleh badan intelejen AS dimasukkan ke dalam kategori “senjata kimia”. Orang yang terkena serpihan dari bom yang mengandung fosfor putih akan mengalami luka bakar yang mengerikan.

Times Online
mengutip keterangan seorang pakar keamanan Israel mengatakan, “Pemandangan dari ledakan bom yang mengandung zat berbahaya itu akan terlihat fantastik, dengan asap tebal yang bisa membutakan mata pihak musuh, sehingga pasukan kami bisa bergerak maju.”

Dalam serangan artileri pasukan Israel ke Jalur Gaza hari Minggu kemarin, diketahui bahwa bom-bom yang ditembakkan dari tank-tank Israel mengandung fosfor putih. Itu artinya, Israel telah menggunakan senjata kimia berbahaya yang penggunaannya masih menjadi kontroversi di dunia.

Hari Minggu kemarin, anggota tim dokter dari Norwegia, Dokter Mads Gilbert, juga mengatakan bahwa tim medisnya menemukan sisa-sisa uranium pada sejumlah korban luka di Gaza.

Times Online dalam laporannya mengatakan, penggunaan senjata kimia dalam serangan ke Jalur Gaza akan memicu kontroversi atas metode-metode serangan yang digunakan militer Israel. Israel juga menggunakan bom-bom yang mengandung fosfor putih dalam perang 34 hari dengan Hizbullah di Libanon sehingga banyak menimbulkan korban jiwa. (Hanin Mazaya/sbl/arrahmah.com)

Rumah Sakit dan Petugas Medis Juga Dibom Israel

Adalah sebuah kebohongan besar jika Israel mengklaim ingin menghancurkan Hamas dalam serangan brutalnya ke Jalur Gaza. Karena yang menjadi target serangan Israel adalah warga sipil, rumah-rumah penduduk bahkan petugas media dan rumah sakit !

Jumlah warga Palestina yang gugur syahid selama 10 hari pembataian Israel sudah mencapai 548 orang , 100 orang diantaranya syahid sejak Israel melakukan serangan darat hari Sabtu kemarin. Sejumlah aktivis kemanusiaan asing yang berada di Gaza mengatakan, Israel menembakkan dua misilnya ke bagian gawat darurat Rumah Sakit al-Awda di Jabaliya hari Senin kemarin.

“Dua buah misil jatuh di lapangan parkir yang penuh kendaraan sekitar 15 meter dari pintu masuk ruang gawat darurat. Akibat ledakan misil itu, pintu ruang gawat darurat hancur. Saat pemboman itu terjadi, ambulan-ambulan sedang sibuk keluar masuk membawa para korban,” kata Alberto Arce dari International Solidarity Movement.

Selain menjatuhkan misil Rumah Sakit al-Awda, pesawat-pesawat tempur Israel hari Senin kemarin juga terbang di atas Rumah Sakit al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza sehingga membuat semua orang di rumah sakit itu panik dan ketakutan.

Abu Khaled memeluk tiga anaknya yang luka-luka dan dirawat di salah satu ruangan rumah sakit itu, begitu mendengar suara jet tempur Israel. “Setelah itu, kami tidak bisa tidur tenang semalaman,” kata Khaleed.

Pihak Israel menuding rumah sakit tersebut menyembunyikan seorang pemimpin Hamas. Tuduhan itu dibantah Naseem Ba’eem, menteri kesehatan Palestina. “Rumah sakit itu bukan barak militer atau markas besar pejuang,” tukas Baeem.

Para dokter di Rumah Sakit al-Shifa juga sempat panik ketika terdengar deru pesawat tempur Israel. Mereka berusaha menenangkan para pasien yang menjerit ketakutan dan mengatakan bahwa rumah sakit tidak akan dijadikan target pengeboman.

“Meskipun saat itu kami juga sempat panik dan berpikir bahwa Israel bisa melakukan apa saja termasuk membom rumah sakit,” kata Dokter Raed Harara, salah seorang dokter di Rumah Sakit al-Shifa.

Umi Said seorang warga Gaza hanya bisa geleng-geleng kepala dan geram mendengar rumah-rumah sakit juga menjadi target teror Israel. “Israel benar-benar sudah gila. Tidak cukupkan mereka menumpahkan darah?” kutuk Um Said.


Sebelumnya, Israel juga membombardir dua buah ambulan yang sedang melakukan evakuasi korban. Akibat bom-bom Israel itu, empat petugas medis syahid.

Iyad Nasr, petugas Palang Merah di Jalur Gaza mengatakan, para petugas medis bukan hanya kekurangan tenaga medis dan obat-obatan serta peralatan medis yang terbatas akibat blokade Israel. Petugas medis yang di lapangan sekarang juga tidak leluasa lagi bergerak karena kehadiran tank-tank Israel yang tersebar di wilayah utara dan selatan Gaza.

“Palang Merah Internasional harus melakukan kontak dengan pihak Israel agar korban luka yang masih terbengkalai bisa segera dievakuasi dengan ambulan,” desak Nasr.

Selain korban jiwa, laporan PBB menyebutkan sekitar 13.000 dari 2.000 keluarga di Gaza kini menjadi pengungsian dan jumlah itu hanya untuk wilayah utara Gaza saja, belum terhitung pengungsian dari wilayah selatan.

Warga Gaza yang masih bertahan juga harus menghadapi penderitaan yang berat di tengah musim dingin, karena ketiadaan listrik di Gaza. Lembaga Bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) mengatakan, sekitar 250.000 warga Gaza bertahan hidup tanpa listrik karena pembangkit listrik mereka tidak berfungsi akibat ketiadaan bahan bakar.

Lembaga amal dari Inggris Save Children mengungkapkan, hypothermia mengancam bayi-bayi di Gaza akibat cuaca dingin dan ketiadaan aliran listrik. “Kami harus mengirimkan banyak makanan dan selimut agar anak-anak tidak kedinginan dan kelaparan. Orang-orang harus dibiarkan bergerak dengan bebas dan aman agar bisa mencari makanan,” kata Dominic Nutt dari Save The Children menggambarkan bagaimana memprihatinkannya kondisi Gaza.

Selain makanan dan listrik, Gaza juga membutuhkan air bersih dan bahan bakar terutama untuk menggerakan generator di rumah-rumah sakit. (ln/eramuslim)

Israel Ingin Menghapus Negara Palestina

Dunia tak hanya diam menyaksikan kebiadaban Israel di bumi Gaza, Palestina; kita semua akan melihat bahwa Israel pada akhirnya hanya tengah menyulut api untuk membakar dirinya sendiri.

Pagi ini, pagi esok, dan setiap pagi, anak-anak muda di Jalur Gaza akan lebih kuat dan berani untuk melawan penjajahan di atas tanah mereka, walau hanya dengan batu, atau apalagi dengan roket.

Para dedengkot Israel mati-matian meyakinkan diri mereka sendiri bahwa semakin keras mereka menghajar Palestina, maka akan semakin lemah lah rakyat Palestina. Namun mereka tidak menyadari, ketika semuanya usai, kebencian terhadap Israel semakin muntab, dan sejarah lama yang sudah berjalan akan terus menunggu mereka, tanpa direncanakan.

Jalur Gaza lebih kecil daripada Pulau Wight—sebuah pulau kecil yang terletak di laut selatan Inggris—tapi Gaza menampung 1.5 juta orang yang tak pernah bisa pindah dari sana. Mereka tumpang-tindih di sana, kelaparan, tanpa ada pekerjaan, dikelilingi tembok dan menara. Dari lantai atas menara mereka, kita akan bisa melihat perbatasan Gaza, Mediterania, dan kabel listrik Israel yang dipasang dengan keji. Jika bom meledak di Gaza, sudah dipastikan, tak ada tempat yang bisa digunakan untuk berlindung dan bersembunyi.

Sekarang, tengah terjadi perang di sana. Pemerintahan Israel berkata, “Kami mundur dari Gaza pada tahun 2005, dan yang kami dapatkan adalah roket Qassam dan Hamas menghujani kota kami. 16 orang mati. Berapa banyak lagi kami harus berkorban?” Ini adalah sebuah narasi yang sangat naif, dan banyak pula menyimpan celah. Jika kita ingin memahami realitas dan menghentikan serbuah roket, kita perlu meloncat ke beberapa tahun di belakang dan melihat apa penyebab semua itu.

Betul, pemerintahan Israel memang mundur dari Jalur Gaza tahun 2005—agar bisa lebih intensif mengontrol Tepi Barat. Dov Weisglass, penasihat senior Ariel Sharon, mengeluarkan pernyataan ambigu akan hal ini. “Penarikan dari Gaza hanya sementara. Penarikan ini akan menjadi indikasi bahwa tidak akan ada proses politik dengan Palestina. Negara Palestina sudah kami coret dari agenda kami.”

Sejak kali pertama mendengar pernyataan ini, warga sipil Palestina sudah diliputi perasaan was-was, dan karena ditambah kelakuan buruk pemimpin Fatah yang korup, mereka pun akhirnya memilih Hamas. Itu adalah pemilu yang bebas dan demokratis,dan polling yang dilalukan oleh Universitas Maryland, mengatakan bahwa 72% warga Palestina menginginkan solusi untuk kedua pihak, dan hanya kurang dari 20% saja yang tidak sudi berbagi tanah Palestina dengan Yahudi. Dan dengan segala tekanan tersebut, Hamas sudah sangat bersabar terhadap Israel dan menawarkan gencatan senjata, dan akan membiarkan Israel jika saja Yahudi-Yahudi itu mau kembali lagi ke daerah perbatasannya.

Alih-alih menerima tawaran Hamas yang simpatik tersebut, Israel malah bereaksi dengan menurunkan tangan keji pada segenap penduduk sipil Palestina. Israel menutup semua akses ke Gaza. Penduduk Gaza hidup dengan sedikit makanan, bensin, dan obat-obatan, tapi sama sekali tak cukup untuk bertahan hidup. Weisglass menyebutnya sebagai “Gaza sedang berdiet.” Menurut Oxfam, sebuah LSM yang bekerja di bidang pengentasan kemiskinan dan memerangi ketidakadilan di tiga benua di dunia, selama satu bulan terakhir ini hanya 137 truk pengangkut makanan yang boleh memasuki Gaza. Untuk jumlah 1.5 juta orang, suplai makanan tersebut jauh dari cukup. PBB mengatakan bahwa kemiskinan mencapai level luar biasa tak terkirakan. Orang yang datang ke rumah sakit langsung ditolak oleh pihak rumah sakit, karena antara rumah sakit dan rumah tinggal sudah tidak ada beda fungsinya. Di jalanan, anak-anak kecil bertebaran kelaparan.

Agresi terhadap Gaza telah melahirkan sesuatu yang amoral. Hamas mulai menembakan roket al-Qossam dan “hanya” menewaskan 16 orang Israel, bandingkan dengan Israel yang sudah melenyapkan lebih dari 500 jiwa hanya dalam waktu seminggu. AS dan Negara-negara Barat menapikan hal ini. Mereka mengatakan bahwa sangat tidak mungkin bernegosiasi dengan Israel sementara Negara Yahudi itu tengah menembakan roket, tapi mereka meminta rakyat Palestina untuk diam saja, untuk melakukan kompromi politik.

Israel sudah menolak gencatan senjata dan proses diplomatik dengan Hamas. Mengapa? Ini karena Israel ingin menghapus Palestina. Seorang penulis Yahudi mengatakan, “Jika kita menginginkan perdamaian sekarang, masalahnya bukan pada Hamas. Tapi pada Israel sendiri.”

(SA/JH-The Independent/eramuslim)

SBY Dituntut Kirim Tentara ke Gaza

JAKARTA - Sejumlah orator dalam aksi ganyang Israel menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirimkan tentara untuk menghentikan aksi biadab terhadap rakyat Palestina di jalur Gaza.

Sedikitnya 30 ribu massa dari berbagai elemen umat Islam melakukan long march dari Monumen Nasional (Monas) ke Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu (4/1/2009) pagi.

Di sela-sela aksi, secara begiliran para orator menyatakan kecamatan dan kutukan terhadap serangan militer Israel. Mereka juga mengimbau pemimpin Islam untuk mengerahkan kekuatan militer guna mengimbangi kekuatan militer Israel yang digunakan untuk menghancurkan bangsa Palestina.

Beberapa tokoh Islam yang berorasi dalam kesempatan ini di antaranya dai muda Jefry Al Bukhori, Amrullah Ahmad dari PP
Sarikat Islam, Haji Amli Wazier dari Al Azhar. Juga pakar ekonomi Darajat Hariwibowo dan politikus Mashadi.

Orator Muhamad Ikhsan Salam mengatakan, hanya khilafah yang bisa menghentikan kebiadaban Israel dan Amerika Serikat. Sebab itu, kata dia, kirim tentara untuk melawan Israel.

Selain itu mereka juga menyatakan jika tindakan brutal Israel adalah biadab yang harus dikecam dan dikutuk keras. Namun tidak hanya kecamatan, tetapi harus dilawan dengan kekuatan yang sama.

Terhadap serangan brutal itu, AS dan negara barat justru memaklumi   tindakan Israel. Padahal nyata-nyata tindakan ini adalah aksi terorisme dan melanggar HAM.

Dengan ini membuktikan bahwa HAM hanyalah omong kosong yang hanya diperuntukan buat AS dan sekutunya saja.Tapi tidak untuk warga Palestina dan umat Islam di dunia.

Juga menyuarakan kepada penguasa negeri muslim di negara jajirah Arab, termasuk Malaysia dan Indonesia segera mengerahkan kekuatan militernya untuk melindungi umat Islam di Palestina. Bila tidak berarti penguasa tersebut telah menghianati Allah, Rosul dan orang-orang muslim dengan membiarkan pembaian terhadap rakyat Palestina. (ram/okezone)

« Entri lama Entri Lebih Baru »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.