Balai Besar Bengawan Solo Memompa Genangan Air

Metrotvnews.com, Solo: Air yang menggenangi anak Sungai Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, mulai surut. Namun, genangan masih terlihat di rumah warga yang berada di sisi luar tanggul. Untuk mempercepat hilangnya genangan air Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memompa air menggunakan mesin pompa.

75558bsolo

Genangan air Bengawan Solo dipompa kembali

Dengan kemampuan mesin memompa air sebesar 250 liter per detik cukup efektif mengurangi debit banjir. Genangan air terjadi akibat permukaan air di Bengawan Solo lebih rendah dari sisi luar tanggul, sehingga terjadi back water atau air kembali mengalir ke anak sungai.

Sejauh ini, banjir di Kota Solo sudah mulai surut. Misalnya di Jalan Ir Juanda tadinya semula terendam 70 centimeter kini jalan yang menghubungkan Kabupaten Karanganyar dan Kota Solo sudah bisa dilalui motor dan mobil.

Banjir di sejumlah kampung masih terjadi. Tiga Kecamatan yang dilanda banjir adalah Kecamatan Pasar Kliwon, Jebres dan Serengan. Menurut Balai Besar pemantauan Bengasawan Solo, saat ini terjadi penurunan permukaan air di Sungai Bengawan Solo, yakni menjadi 8,78 meter atau siaga tiga.

Jika permukaan air turun menjadi 8,5 meter berarti statusnya menjadi siaga dua. Menurut Kepala Balai Besar Pengendalian Bengawan Solo Ruhban Rozziyatno, banjir di Kota Solo terjadi karena hujan di kawasan ini naik empat hingga enam kali dari biasanya. Selain itu drainase di Solo juga kurang maksimal.(DOR)

3 Komentar

  1. vtrediting berkata,

    Januari 31, 2009 pada 9:21 pm

    Kampungku di Klaseman Laweyan solo juga terendaa air banjir setinggi mmata kaki sejak hujan terun Jumat sore hingga Sabti dinihari 31/1.Bagaiamana dengan kota anda semua? semoga tetap aman selalu ya?

  2. nurrahman18 berkata,

    Februari 2, 2009 pada 1:04 pm

    setelah kurang lebih 4 tahun tinggal disolo, emang solo kota yang adem, tapi beberapa titik masih banyak sekali penumpukan sampaih dan drainase yang buruk……
    menurut saya itu bukan PR yang berat buat pemda setempat, hanya mungkin ada hal lain yang dianggap Pemda lebih menghasilkan, seperti buat apartemen, city-walk, Mall, dll…he he he he he

    salam, by nurrahman
    http://nurrahmanarif.wordpress.com

  3. Fathoro Trimariat berkata,

    Maret 17, 2009 pada 3:50 pm

    pengendalian banjir di kota solo selama ini belum dilakukan dengan sungguh2, buktinya pengendalian banjir hanya dilakukan secara sektoral saja tidak memandang aspek2 yang lain,selain itu koordinasi antar lembaga yang terkait masih kurang,


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.