Liputan6.com, Purwakarta: Warga Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat menggunakan air kubangan untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum dan mencuci. Pasalnya air sumur mengering akibat musim kemarau yang melanda daerah itu. Demikian pantauan SCTV, Selasa (24/6).

Air kubangan kondisinya kotor, berwarna kecoklatan, dan berlumut. “Soalnya sumber air sudah tak ada, jadi ngambil dari sini,” kata Ika, warga setempat. Ironis memang. permukiman masyarakat Tegalwaru ini berada di antara Waduk Jatiluhur dan Cirata.
Kondisi sama terjadi di Subang, Jawa Barat. Para petani menyiangi batang padi yang mengalami kekeringan. “Semua sawah disini sudah kering dan hancur,” kata Deden, petani setempat. Betapa tidak, sawah kekurangan air akibatnya lahan hancur.
Menurut Deden, kekeringan itu terjadi sudah hampir enam bulan ini. Untuk menyewa pompa air para petani tidak mampu karena biayanya hingga ratusan ribu rupiah per hari. Gagal panen pun terus membayang di depan mata mereka.(DWI/Syamsu Nursyam)


Dani berkata,
Juni 27, 2008 pada 12:44 am
Wah sanagt memprihatinkan, minggu depan saya KKN ke sana ! gmn ya ????
idan berkata,
Nopember 4, 2008 pada 12:24 am
Selamat pagi…
saya sedang mengusung suatu acara yg mengangkat permasalahan air di jawa barat.
Konsep yg ingin dibawa adalah fokus pada partisipasi masyarakat untuk dapat mandiri menyelesaikan permasalahannya dan sisi engineering khususnya kapabilitas kami sebagai mahasiswa teknik Sipil.
Saya sangat mengharapakan kepada yg peduli dan mempunyai informasi lebih detail tentang masalah ini, mungkin kita dapat bebagi informasi bahkan solusi.
Trims sebelumnya…