Carok Renggut Tiga Korban Jiwa

Liputan6.com, Madura: Zaini serta Umar ditemukan tewas mengenaskan di Tegalan Desa Pandan, Kecamatan Omben, Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu (14/5). Sebelum ditemukan tewas, kedua warga berlainan desa ini diduga terlibat keributan yang berunjuk pada duel carok. Dua jenazah yang tewas kemudian dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan.


Evakuasi jenazah warga korban duel carok di Madura.

Namun permasalahan ternyata belum selesai. Pihak keluarga Umar melampiaskan kemarahan mereka kepada Asmad, salah satu kerabat Zaini. Karena dikeroyok, Asmad luka parah dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Untuk mengantisipasi keributan susulan, satu pleton aparat Kepolisian Resor Sampang diterjunkan untuk mengamnkan lokasi. Hingga kini, polisi belum menetapkan seorang tersangka karena masih menyelidiki kasus ini. Namun polisi kesulitan karena tidak ada warga yang bersedia menjadi saksi.(BOG/Salli Nawali)

& Komentar

  1. infogue berkata,

    Mei 16, 2008 pada 9:34 am

    Artikel di blog Anda sangat menarik. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://hukum-kriminal.infogue.com/carok_renggut_tiga_korban_jiwa

  2. Robert Manurung berkata,

    Mei 26, 2008 pada 2:36 am

    wah…kekerasan lagi. Apakah ada harapan bakal terkikis ?

    btw aku minta izin nitip link artikelku mengenai “dua tahun bencana lumpur panas sidoarjo” :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/05/25/dua-tahun-bencana-lapindo-pidato-presiden/
    Terima kasih

    Salam Merdeka

  3. darwisnachr3 berkata,

    Agustus 4, 2009 pada 11:17 pm

    aku orang madura,nggak pake campuran apa2 alias asli li,itupun aku juga orang omben,juga omben asli li!!faktor yang paling utama ialah kurangnya rasa khusyu’ didalam melaksanakan amalan2 yang di perintahkan Alloh arrohman ataupun tidak sungguh2 menjauhi apa yang dilarang!!
    sehingga akal yang menjadi tolok ukur,tak pernahkah mereka berfikir bahwa hidup kita sungguh sangat2 terbatas dari segi waktu!!!tidakkah kita upayakan semaksimal mungkin agar umur yang kita habiskan bermanfaat untuk orang lain n untuk kita fiddiin fiddun’ya wal akhirah!!
    tentu hal ini bukan masalah kebiasaan orang madura yang notabene bertempramin agak keras tapi sebenarnya ini adalah perlambang gagalnya atau kalo boleh diperhalus adalah kurang maksimalnya pendidikan agama ataupun pengetahuan umum sehingga nalar yang seharusnya digunakan jadi tidak berfungsi sama sekali!!
    Tak akan pernah salah Alloh berfirman ” innas sholata tanha anil fahsaai wal mungkar” sholat yang betul2 menyentuh relung hati bukan hanya sekedar pemenuhan kewajiban ataupun sekedar formalitas karena katanya orang madura 100 %.tapi lebih daripada itu sholat haruslah menjadi kemudi dari semua amal yang akan kita kerjakan!!
    Nah,hal itu sulit untuk dicapai kecuali dengan pendidikan agama dan umum yang betul2 bagus!!
    hidup hanya sekali tanpa dibunuhpun kita akan mati dengan sendirinya,setan telah mengejawantahkan kata2 malu untuk sesuatu yang bertentangan dengan syariat/syar’i.
    saya hanya bisa berdoa,semoga orang madura umumnya,omben khususnya mendapat hidayah dari Alloh alhaadii,sehingga menjadi hamba2 yang muttaaqiin/hamba yang selalu takut kepada Alloh al mutakabbir!!amin
    sudarwis
    denpasar bali
    indonesia
    omben sampang madura

  4. acoooonk berkata,

    Agustus 10, 2009 pada 3:30 am

    assalamualikum wr wb..begitulah org yg g mao mengalah.merasa dirinya jagoo.smua manusia sma punyajuga orang omben,juga omben asli li!!faktor yang paling utama ialah kurangnya rasa khusyu’ didalam melaksanakan amalan2 yang di perintahkan Alloh arrohman ataupun tidak sungguh2 menjauhi apa yang dilarang!!
    sehingga akal yang menjadi tolok ukur,tak pernahkah mereka berfikir bahwa hidup kita sungguh sangat2 terbatas dari segi waktu!!!tidakkah kita upayakan semaksimal mungkin agar umur yang kita habiskan bermanfaat untuk orang lain n untuk kita fiddiin fiddun’ya wal akhirah!!
    tentu hal ini bukan masalah kebiasaan orang madura yang notabene bertempramin agak keras tapi sebenarnya ini adalah perlambang gagalnya atau kalo boleh diperhalus adalah kurang maksimalnya pendidikan agama ataupun pengetahuan umum sehingga nalar yang seharusnya digunakan jadi tidak berfungsi sama sekali!!
    Tak akan pernah salah Alloh berfirman ” innas sholata tanha anil fahsaai wal mungkar” sholat yang betul2 menyentuh relung hati bukan hanya sekedar pemenuhan kewajiban ataupun sekedar formalitas karena katanya orang madura 100 %.tapi lebih daripada itu sholat haruslah menjadi kemudi dari semua amal yang akan kita kerjakan!!
    Nah,hal itu sulit untuk dicapai kecuali dengan pendidikan agama dan umum yang betul2 bagus!!
    hidup hanya sekali tanpa dibunuhpun kita akan mati dengan sendirinya,setan telah mengejawantahkan kata2 malu untuk sesuatu yang bertentangan dengan syariat/syar’i.
    saya hanya bisa berdoa,semoga orang madura umumnya,omben khususnya mendapat hidayah dari Alloh alhaadii,sehingga menjadi hamba2 yang muttaaqiin/hamba yang selalu takut kepada Alloh al mutakabbir!!amin
    sudarwis
    denpasar bali
    indonesia
    omben sampang madura
    nyawa satu..

  5. acoonk berkata,

    Agustus 10, 2009 pada 3:32 am

    ass wr wb..aq jg mdura sampang knp samua manusia smua gh ada yg mengala juga orang omben,juga omben asli li!!faktor yang paling utama ialah kurangnya rasa khusyu’ didalam melaksanakan amalan2 yang di perintahkan Alloh arrohman ataupun tidak sungguh2 menjauhi apa yang dilarang!!
    sehingga akal yang menjadi tolok ukur,tak pernahkah mereka berfikir bahwa hidup kita sungguh sangat2 terbatas dari segi waktu!!!tidakkah kita upayakan semaksimal mungkin agar umur yang kita habiskan bermanfaat untuk orang lain n untuk kita fiddiin fiddun’ya wal akhirah!!
    tentu hal ini bukan masalah kebiasaan orang madura yang notabene bertempramin agak keras tapi sebenarnya ini adalah perlambang gagalnya atau kalo boleh diperhalus adalah kurang maksimalnya pendidikan agama ataupun pengetahuan umum sehingga nalar yang seharusnya digunakan jadi tidak berfungsi sama sekali!!
    Tak akan pernah salah Alloh berfirman ” innas sholata tanha anil fahsaai wal mungkar” sholat yang betul2 menyentuh relung hati bukan hanya sekedar pemenuhan kewajiban ataupun sekedar formalitas karena katanya orang madura 100 %.tapi lebih daripada itu sholat haruslah menjadi kemudi dari semua amal yang akan kita kerjakan!!
    Nah,hal itu sulit untuk dicapai kecuali dengan pendidikan agama dan umum yang betul2 bagus!!
    hidup hanya sekali tanpa dibunuhpun kita akan mati dengan sendirinya,setan telah mengejawantahkan kata2 malu untuk sesuatu yang bertentangan dengan syariat/syar’i.
    saya hanya bisa berdoa,semoga orang madura umumnya,omben khususnya mendapat hidayah dari Alloh alhaadii,sehingga menjadi hamba2 yang muttaaqiin/hamba yang selalu takut kepada Alloh al mutakabbir!!amin
    sudarwis
    denpasar bali
    indonesia
    omben sampang madura


Tulis sebuah Komentar