Liputan6.com, Malang: Rani, siswi kelas empat sekolah dasar di Malang, Jawa Timur, Kamis (8/5), berhasil kabur setelah diculik dan dipekerjakan seorang wanita tidak dikenal. Selama diculik, korban dipaksa bekerja sebagai pengamen di Kota Blitar. Tidak jarang beragam penganiayaan Rani terima sebelum memberanikan diri kabur kembali ke Malang.

Rani Hapsari, bocah korban penculikan.
Orangtua Rani, Bambang Miswanto dan Jumiati, mengaku gembira meski masih shock. Selama sepekan mereka mencari sang buah hati hingga melapor ke polisi. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Sampai saat ini, polisi belum berhasil menangkap pelaku yang diakui korban menggunakan dialek Madura.
Menurut Rani, di rumah pelaku masih ada beberapa anak di bawah umur yang senasib dengannya. Kasus penculikan serta keberanian Rani bisa menjadi pelajaran bagi anak-anak dan para orangtua. Jangan sekali-sekali menuruti ajakan orang lain. Terlebih tak mengenalnya sama sekali.(YNI/Noor Ramadhan dan Eko Saktia)

