Jatah Makan Dicabut, Korban Lapindo Mengemis

Liputan6.com, Sidoarjo: Puluhan korban lumpur Lapindo yang berada di pengungsian Pasar Baru Porong nekat mengemis secara massal di Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (9/5). Aksi tersebut sebagai bentuk protes pencabutan jatah makan oleh pihak PT Lapindo Brantas.

Aksi ini diikuti sekitar 50 orang terdiri dari wanita dan anak-anak. Menurut Manaf, salah seorang pengungsi, uang yang dihasilkan akan dibagi kepada kelompok pengungsi lainnya. Terutama para orangtua. Selain itu, uang akan digunakan membeli lauk pauk untuk makan mereka.

Koordinator pengungsi Lapindo, Sudarto mengatakan selama ini warga yang bertahan di lokasi pengungsian menolak ganti rugi yang ditawarkan PT Lapindo Brantas yaitu dengan skema jual-beli 20 dan 80 persen. Mereka tetap menuntut skema 50 persen dibayar uang muka dan tanah relokasi seluas 30 hektare [baca: Lapindo Hentikan Jatah Makan Pengungsi].(DWI/Eko Yudho)

& Komentar

  1. hermanussugianto berkata,

    Mei 10, 2008 pada 12:52 pm

    Kalau saya setujunya sih pemerintah secepatnya memberikan solusi untuk mereka. …. misalnya diberikan modal seberapalah diluar rumah untuk modal usaha…. kalau diberi jatah makan sampai kapan?…sampai menunggu ganti rugi cair … sementara kalau biaya makan diberikan terus sementara pengungsi hanya duduk tanpa menghasilkan uang biaya pasti akan bertambah…. hah pemerintah tak masuk akal

  2. infoGue berkata,

    Mei 13, 2008 pada 10:15 am

    Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com
    http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/jatah_makan_dicabut_korban_lapindo_mengemis

Tulis sebuah Komentar