Liputan6.com, Jakarta: Muktamar Luar Biasa Partai Kebangkitan Bangsa versi Muhaimin Iskandar dibuka di sebuah hotel di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (2/5) siang. Tak terlihat adanya kehadiran Ketua Dewan Syura PKB Abdurrahman Wahid dalam MLB ini. Satu-satunya tanda kehadiran pendiri PKB itu adalah tanda tangannya di surat kepengurusan yang menjadi syarat pendaftaran peserta MLB. Sedangkan di depan lokasi, terpampang poster bergambar Muhaimin dan Lukman Edy.

MLB PKB kubu Muhaimin Iskandar, Jakut.
Muhaimin sendiri tiba di lokasi MLB bersama Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ahmad Bagja dan Aziz Mansyur, yang disebut bakal menjadi Ketua Dewan Syura menggantikan Gus Dur. Lili Khadijah Wahid, adik kandung Gus Dur yang selama ini berseberangan politik dengan kakaknya juga terlihat hadir di Ancol. Panitia mengklaim ada 20 pengurus PKB versi Gus Dur yang membelot dan datang ke MLB di Ancol. Namun, panitia tak bersedia menyebut identitas mereka.
MLB versi Muhaimin ini setidaknya akan membahas dua agenda besar. Pertama, pencopotan Gus Dur dari jabatan Ketua Dewan Syura PKB. Kedua, membentuk badan baru untuk mengimbangi dominasi Dewan Syura dalam kepengurusan partai.
MLB Ancol ini adalah respons politik atas manuver serupa yang digelar PKB kubu Gus Dur. MLB PKB versi Gus Dur yang berakhir kemarin di Parung, Bogor, Jawa Barat, telah menunjuk Ali Masykur Musa sebagai Ketua Umum PKB menggantikan Muhaimin [baca: Ali Masykur Musa Terpilih].
Tidak hanya menggelar MLB tandingan, PKB kubu Muhaimin juga melayangkan gugatan terhadap hasil MLB kubu Gus Dur. Gugatan itu didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, siang tadi. Selain menolak pemecatan Muhaimin dari jabatan Ketua Umum PKB, mereka juga menganggap MLB yang digelar kubu Gus Dur di Parung ilegal.
Konflik internal yang berkepanjangan ini bisa mengancam keikutsertaan PKB pada pemilu 2009, karena batas waktu pendaftaran partai politik adalah 12 Mei mendatang. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Mattalata mengatakan, pemerintah tidak bisa ikut campur menyelesaikan konflik internal tersebut. Tentang penentuan pengurus PKB yang sah harus diputuskan oleh partai itu sendiri.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)



abu hanna berkata,
Mei 3, 2008 pada 11:44 am
ayo gelut aku tak tepuk tangan
Agus E. berkata,
Mei 4, 2008 pada 9:38 am
“Sayap-sayap Patah NU”
Ilmu padi bukanlah milik Gus Dur, semakin bungkuk semakin hilang kendali, apa yang kau cari hanyalah sebuah sensasi, generasimu terjebak dilobang hitam yang engkau gali, NU adalah laskar dengan sayap yang patah, lantang dengan pedang terangkat – siap memenggal sayap saudara angkat, lihatlah dirimu tanpa netra hati membatu, seandainya Allah buka hati & matamu Gus..kamu kan melihat..Amerika tertawa, yahudi asu terpingkal, sayang dirimu masih menggigau tentang tahta wali.
Edan Agus berkata,
Juni 13, 2008 pada 11:23 pm
Ya emang ilmu padi bukan milik Gus Dur,kan padi sekarang merunduknya karena Zat Kimia.Lhu tau nggak? Karena edan Agus nggak atahu apa2,asal posting comment aja.Tidak ada stupun wali yg miliki tahta…….
Taiada org yg tak tidur menggigau alunkan lagu impinya….
Tahukan A Gus…..Pada siapakh hati manusia Allah membuka Bashirah hatinya??
Busyet….lhu sok atau.Edan Agus…………