Gelombang Tinggi Hancurkan Hotel dan Warung

Liputan6.com, Serang: Gelombang pasang setinggi tiga hingga lima meter terus menerjang pesisir barat dan selatan Banten, Kamis (24/4). Akibatnya, ratusan nelayan tradisional di perairan Anyer, Serang, berhenti melaut. Terjangan gelombang juga merusak sejumlah fasilitas hotel serta cottage di kawasan wisata Pantai Anyer, seperti Hotel Lindi.


Kerusakan akibat hantaman gelombang di Anyer.

Menurut pengelola hotel, gelombang setinggi lima meter menghancurkan kaca ruang pertemuan. Selain itu, terjangan gelombang yang terjadi sejak empat hari silam itu turut merusak fasilitas kolam renang seluas 20 meter dan menghancurkan dam pemecah ombak sepanjang 200 meter.

Selain hotel, amukan gelombang juga merusak belasan warung yang berada di tepi jalan di sepanjang kawasan wisata Anyer dan Carita. Sampah dan pasir laut yang terbawa ombak juga sempat menutupi jalan masuk ke sebuah kompleks vila mewah di kawasan Anyer.

Badan Meteorologi dan Geofisika Kabupaten Serang menyebutkan, cuaca buruk di sepanjang pesisir barat dan selatan Banten masih akan berlangsung setidaknya hingga tiga hari ke depan. Tingginya gelombang memaksa otoritas setempat melarang kapal cepat berlayar. Akibatnya puluhan kapal yang biasa menyeberangi Merak-Bakauheni harus bersandar selama empat hari terakhir. Kendati demikian, otoritas membolehkan penumpang menggunakan kapal roro untuk melintasi Selat Sunda walau waktu tempuh lebih lama.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

1 Komentar

  1. Singal berkata,

    April 25, 2008 pada 8:32 am

    Saatnya negeri ini dengan tegas menanam hutan bakau diseluruh garis pantai Nusantara tanpa kecuali. Kemudian merawatnya dengan baik..


Tulis sebuah Komentar