Siswi SMA Dicambuk Karena Bawa Ponsel

Liputan6.com, Gorontalo: Citra Agustina, siswi SMA Wira Bhakti Gorontalo, harus menerima hukuman cambuk karena ketahuan membawa telepon seluler ke sekolah, Sabtu pekan lalu. Akibatnya, kaki Citra menderita luka lebam. Hingga kini rasa sakit masih terasa, meski sudah dirawat di Rumah Sakit Mansur Mohammad Dunda, Limboto, sehari kemudian. Siswi kelas satu ini tidak berhenti menggenggam tangan ibunya karena tidak kuasa menahan perih.

Citra mengaku ia memang salah karena membawa telepon genggam ke sekolah. Karena itu ia pun bersedia menjalani hukuman sesuai aturan yang berlaku di sekolah. Ironisnya, hukuman cambuk itu dilakukan puluhan siswa-siswi serta disaksikan oleh gurunya tanpa ada yang mencegah meski korban sempat pingsan. Yusnandar Kadir, ayah korban, menyatakan tidak terima dengan perlakuan terhadap anaknya.

Saat kasus ini dikonfirmasi, wartawan dilarang masuk ke sekolah yang didirikan mantan Panglima TNI Wiranto itu. Hanya seorang anggota TNI berpakaian dinas yang menemui wartawan di luar kompleks sekolah unggulan itu. Namun, ia juga tidak bersedia dikonfirmasi soal kasus penganiayaan tersebut.(ADO/Syamsu Panna)

Sumber: Liputan6 Aktual Tajam Terpercaya

& Komentar

  1. Rhiyanti berkata,

    Mei 14, 2008 pada 10:47 am

    Menurut Saya Guru Yang seperti ini musti di tindak lanjuti,
    walaupun siswa tersbut sudah malakukan kesalahan bukan berarti guru seenaknya memberikan hukuman yang sudah melewati batas.
    Apa peraturan di wira bhakti sudah begitu ???
    untuk siswa yang melakukan kesalahan.

  2. mad berkata,

    Juni 29, 2008 pada 8:01 pm

    saya lulusan Wira Bhakti…..

    Peraturan disana memangalh seperti itu dan hal itu telah disosialisasikan kepada seluruh siswanya….
    berarti siswa sudah mengetahui apa akibat dari setiap pelanggaran yang di perbuatnya….
    bagi yang tidak ingin di hukum, jangan melanggar….
    yang ingin melanggar tapi tidak ingin di hukum, JANGAN MASUK WIRA BHAKTI…..!!!!!


Tulis sebuah Komentar