FUI Tuntut Pemerintah Terbitkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktivis Forum Umat Islam (FUI) menuntut pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembubaran Ahmadiyah di Indonesia. “Jika tuntutan tidak dipenuhi, kita akan menginap di depan Istana Presiden,” kata salah satu anggota FUI yang berorasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (1/3).

Massa yang tergabung dalam FUI itu, menuntut pemerintah mengeluarkan keputusan larangan penyebaran ajaran Ahmadiyah yang dianggap sesat. Ratusan umat Islam itu berkumpul di sekitar Bundaran HI dan berencana berjalan kaki (longmarch) menuju Istana Presiden guna melanjutkan aksinya.

Akibat aksi tersebut, kondisi lalulintas dari Jalan Sudirman menuju Bundaran HI terjadi kepadatan. Petugas kepolisian berupaya mengamankan jalannya aksi agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain.

Polisi lalulintas juga belum memberlakukan pengalihan arus karena ruas jalan di sekitar aksi, masih dapat dilalui kendaraan yang melewati daerah Bundaran HI. Sebelumnya, FUI termasuk massa Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi menuntut pembubaran Ahmadiyah di Indonesia di Bundaran HI dan Istana Presiden.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas menuturkan ribuan massa akan berpartisipasi dalam aksi tersebut. Habib menyatakan pemerintah harus mengeluarkan Keppres setelah penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) sejumlah menteri. Sementara itu, Polda Metro Jaya mensiagakan sekitar 1.700 personil guna mengawal aksi umat Islam.

Red: Djibril Muhammad
Sumber: Antara

Hari Ini, 1.000 Demonstran Turun Tuntut Pembubaran Ahmadiyah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Forum Umat Islam kembali menggelar demonstrasi pada Selasa (1/3) ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Baharudin Djafar, menyebutkan pada permohonan izin yang FUI ajukan itu seribu orang direncanakan turun ke jalan.

“Kepolisian tentu akan mengantisipasinya,” kata Baharudin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/3).

Baharudin menyatakan Polda Metro Jaya menyiagakan 1.700-2.000 personel untuk mengamankan demonstrasi. Namun, tidak semua akan diturunkan sekaligus. “Tergantung situasi,” ujar Baharudin.

Forum Umat Islam merupakan gabungan ormas-ormas Islam, antara lain Front Pembela Islam, Hizbut Tahrir dan lain-lain. Mereka akan mengerahkan massa untuk menuntut pembubaran Ahmadiyah pada Selasa (1/3) ini.

Massa pendemo, jelas Baharudin, berkumpul di bundaran Hotel Indonesia. Dari sana, mereka direncanakan melakukan long march ke Istana Negara.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya belum berniat untuk mengalihkan lalu lintas di sepanjang lokasi demonstrasi. Baharudin menuturkan demonstran akan diarahkan untuk menggunakan pinggir kolam bundaran Hotel Indonesia.

Dengan demikian, mereka tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas. Tapi polisi, kata Baharudin, tetap mempersiapkan jalur alternatif. “Kalau nanti ternyata perlu dilakukan,” tukasnya.

Baharuddin mengaku optimistis tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung. Polisi, lanjutnya, telah melakukan pendekatan kepada kelompok pendemo agar tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban.

Baharudin menegaskan aparat tidak segan-segan memberikan tindakan keras. Namun, hal itu akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Red: Didi Purwadi
Rep: C42

PBNU Desak Pemerintah Tegas Bubarkan Ahmadiyah

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendesak pemerintah bertindak tegas untuk membubarkan Ahmadiyah dari bumi Nusantara.

“Kami meminta pemerintah membubarkan aliran yang menyesatkan ini dan NU mendukung langkah pemerintah, karena ajaran Ahmadiyah jelas sesat,” katanya menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemkab Sampang, Senin (28/2).

Menurut Said Agil, aliran Ahmadiyah sudah sangat jelas merupakan aliran yang sesat, karena Mirza Ghulam Ahmad dianggap seperti nabi, meski tidak wajib berdakwah, padahal Nabi Muhammad SAW itu merupakan Nabi terakhir.

“Karena itu, NU telah menetapkan Ahmadiyah sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Kami meminta ketegasan pemerintah untuk membubarkannya, sehingga tindak kekerasan terhadap penganut Ahmadiyah tidak terulang kembali,” katanya.

Menurut Said Agil, masalah Ahmadiyah bukan persoalan terkait kebebasan beragama lagi, melainkan sudah tergolong penodaan agama.

Alasan yang paling pokok, menurut dia, karena bahwa Ahmadiyah merupakan aliran sesat dan keluar dari Islam, karena tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir, sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Al Quran, Hadits dan ijmak (kesepakatan para ulama).

Aliran Ahmadiyah meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah pembawa berita gembira bagi umat manusia, setelah Nabi Muhammad.

“Ini kan hal yang pokok bagi umat Islam, bahwa Nabi Muhammad merupakan Nabi yang terakhir, sedangkan Ahmadiyah menyatakan masih ada Nabi lain setelah Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Ketua PB NU Said Agil Siradj datang ke Sampang, Madura, menjadi penceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Pemkab setempat bersama dai sejuta umat KH Zainuddin MZ.*

Sumber : Ant
Red: Syaiful Irwan

Nasib keluarga gue di pengungsian

Beritamaya.wordpress.com – Rumah gw di Jogja kena muntahan merapi. Rumah embah gw di Semarang kebanjiran. Rumah pak de di Mentawai kena gempa & tsunami. Rumah bu Lik di Jakarta seperti biasanya, langganan banjir. Terus gw mesti ngungsi kemana lagi?????

Dalam keadaan darurat ternyata gw lebih memilih kehilangan semua harta benda daripada kehilangan nyawa. Gimana kalo lu jg tiba2 mengalami nasib seperti gw??

Gw nggak bisa hidup sendirian di muka bumi ini. Gw tetap butuh orang lain, apalagi dalam keadaan seperti ini. Gw hampir putus asa, keadaan gw sangat menyedihkan, hanya bisa menunggu bantuan orang lain…

Maukah…. lu semua bantuin gw dan tetangga2 serta semua yg senasib dengan gw???

Gw nggak butuh hanya dikasihani,
gw nggak butuh hanya dimasukin berita tiap hari,
gw bnr2 butuh bantuan kalian,
gw sangat membutuhkan BANTUAN NYATA KALIAN !!!
ttd,
-korban-bencana-alam-

Trik Supaya Bisa Mati Dalam Keadaan Sujud

Beritamaya.wordpress.com - Di Indonesia, mati dalam keadaan sujud biasanya akan mengharumkan nama seseorang. Karena dia akan dianggap sebagai orang beriman, taat beribadah, dan mati syahid.

Di sini kami akan memberitahukan sebuah trik supaya anda bisa mati dalam keadaan sujud, ini caranya:

Datanglah ke tempat-tempat akan terjadinya suatu bencana alam, misalnya gunung yang hampir meletus. Anda bisa mengetahui tempat-tempat tersebut berdasarkan informasi di media massa atau internet.

Setelah sampai di tempat (akan terjadinya bencana) tersebut, mulailah bersujud. Jika bencana (seperti letusan gunung) sudah datang, tetaplah mempertahankan posisi sujud anda sampai anda benar-benar mati, jangan pedulikan rasa sakitnya.

Setelah mati, anda akan dikenang dengan baik oleh masyarakat. Tapi anda harus tahu, bahwa kematian anda itu merupakan tindakan bunuh diri.

Apapun caranya, bunuh diri itu akan tetap membawa anda ke neraka. Anda akan kekal selamanya di dalam neraka. Meskipun masyarakat menganggap anda mati syahid.

Pengobatan pada alergi udang dan kerang

Beritamaya.wordpress.com - Satu-satunya cara pasti untuk mencegah reaksi alergi terhadap udang atau kerang adalah dengan menghindari udang atau kerang sama sekali.

Meskipun upaya-upaya terbaik anda lakukan, namun kadang-kadang anda mungkin tidak dapat menghindari udang/kerang tersebut. Jika Anda mengalami reaksi alergi ringan, gunakan obat seperti antihistamin, karena dapat mengurangi tanda dan gejalanya, seperti ruam dan gatal.


Antihistamin (misalnya: Cetirizine) dapat dikonsumsi setelah mengalami reaksi alergi udang/kerang, untuk mengendalikan reaksi Anda dan membantu meringankan ketidak-nyamanan.

* Cetirizine dapat dibeli di apotek dengan harga sekitar 5000-an rupiah

Jika Anda memiliki reaksi alergi yang parah terhadap udang/kerang (anafilaksis), anda mungkin akan memerlukan suntikan darurat epinefrin (adrenalin). Jika anda berisiko memiliki reaksi parah, bawalah suntikan epinephrine (seperti EpiPen) dengan anda setiap saat.

Berikan suntikan darurat epinefrin jika anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  1. Kesulitan bernapas
  2. Bengkak tenggorokan
  3. Mengi atau batuk kering berulang
  4. Dada sesak
  5. Pusing, sakit kepala ringan atau perasaan bahwa anda akan pingsan

Setelah anda menggunakan epinefrin, carilah perawatan medis darurat.(sanji/MFMER)

[Jawaban] : Siapakah Yang Menciptakan Tuhan?

“Kalau seluruh jagat raya ini diciptakan Tuhan,… lalu Siapakah Yang Menciptakan Tuhan?” Seorang ateis mengungkapkan pertanyaan ini dengan sangat bangga seolah-olah pertanyaan tersebut orisinil dari hasil kecemerlangan otaknya, sambil sesumbar bahwa pertanyaan tersebut menjadi salah satu bukti kemenangan ateisme atas agama Tuhan. Benarkah demikian? Tentu tidak samasekali.

Kesalahan pertama adalah ketika ateis menyangka bahwa pertanyaan tersebut orisinil dari otak mereka. Padahal pertanyaan tersebut sebenarnya merupakan pertanyaan alamiah yang bisa muncul pada setiap orang. Hanya saja ketika banyak orang beriman telah menemukan jawabannya ternyata ateis baru bertanya tanya. Alih alih mereka bangga memiliki pertanyaan “cerdas”, ternyata mereka ketinggalan jauh, karena jawabannya sangat mudah bahkan tanpa harus mengernyitkan dahi, mau tau jawabannya?

Kalau ateis menyangka pertanyaan tersebut tidak ada jawabannya, dia salah besar. Yang terjadi sebenarnya ada dua kemungkinan:

1. Dia tidak mau menerima jawaban tersebut (dikarenakan kesombongannya)
2. Kapasitas otaknya tidak cukup memadai untuk menalar permasalahan yang sepele ini.

Mari kita sejenak pelajari pertanyaan tersebut.
Masalah “Tuhan Pencipta (creator)” dan “Makhluk yang Diciptakan (creature)” sebenarnya bersandar pada sebuah premis umum:
Pencipta (creator)” bukanlahyang dicipta (creature)”

premis umum semacam ini bukan sesuatu yang harus dibuktikan karena merupakan alur logika alamiah  akal manusia. Sama halnya dengan pernyataan awal” bukanlah “kemudian atau peryataan tinggi” bukanlah “tidak tinggi

Namun demikian ada saja ateis yang agak lamban berfikir bertanya lagi, “Apa buktinya bahwa creator bukanlah creature?” Tentu tidak ada gunanya meladeni pertanyaan kurang akal semacam ini. karena yang dia butuhkan bukan jawaban melainkan latihan menghafal bahwa kiri bukan kanan, bahwa jauh bukan dekat, dst

Dan bagi ateis yang menerima premis tersebut ternyata semuanya gagal menghubungkannya dengan masalah yang dia tanyakan sendiri. Padahal tinggal mengganti kata creator dengan kata Tuhan, jawaban pertanyaan “cerdas” mereka langsung terjawab tuntas
creator bukanlah creature diganti menjadi
Tuhan bukanlah creature atau dengan kata lain “Tuhan pencipta” bukanlah “Makhluk yang diciptakan
sehingga jawaban yang benar dari pertanyaan “Siapakah Yang Menciptakan Tuhan” adalah

Tuhan tidak diciptakan” karena jika ada sesuatu yang diciptakan maka dia bukanlah Tuhan

pernyataan terakhir ini sama persis dengan pernyataan berikut:
“Awal tidak didahului oleh sesuatu” karena jika ada sesuatu yang didahului oleh yang lain maka dia bukanlah awal atau tidak bisa disebut awal

Nah jelaskan bahwa pertanyaan yang diagul agulkan oleh ateis yang katanya tak ada jawabannya ternyata mudah banget ngejawabnya?

(by adil muhammad isa)
Sumber: wiseislam.blogspot.com

Objektifitas Media Adalah Subjektifitas Jurnalis

Politik.kompasiana.com – suka atau tidak suka itu adalah kenyataan yang sebenarnya, 100 persen lebih 1000 persen saya percaya media terutama televisi lebih spesifik metro tv dan tv one sangat tidak berimbang dalam melakukan pemberitaan, atas nama demokrasi sepertinya kalangan media mengambil istilah teman saya “congor tebal kuping bebal” atau arti lebih sopannya “hobi kritik tapi tidak tahan kritik.” atas dasar demokrasi, seolah media menjadi penguasa, media harusnya bisa menempatkan diri dalam posisi tengah, dan harusnya haram hukumnya “serong”. sehingga menimbulkan pertanyaan benarkah ada kode etik jurnalistik ?

untuk sedikit menguatkan pendapat saya, saya kutip pernyataan dubes Rusia kepada presiden SBY : yg menyatakan langsung ke Pak Presiden SBY. Dubes yg di negaranya mengenal Glasnost (reformasi ala Rusia) tersebut melihat pemberitaan media di Indonesia ini sudah terlalu terbuka bahkan kebablasan. Dan dubes ini juga heran berita buruk lebih mendominasi ketimbang berita bagus yg memberikan impresi tidak proporsional (seuai) dengan kenyataan. (mungkin maksud SBY kalau ada 10% keburukan yg diberitakan semestinya 10% porsi berita. Jadi kita semestinya dapat melihat apa adanya Indonesia di media itu sesuai dengan proporsianya). Kalau beritanya saja yg buruk-buruk seolah terkesan minder, bagaimana mau mengundang investor asing ? Tentunya dengan data statistik yang benar akan memberikan proporsi penanganan yg tepat.

Soal “isi” dari setiap pemberitaan media ini, saya tidak suka dengan berita fitnah !. Kalau berita kebenaran silahkan saja diungkapkan. Tapi kalau fitnah tentunya nanti proses hukum dan aturan yg akan menanganinya. (Ini tidak mudah, karena perangkat hukum juga perlu dibenahi, kan ?).

mungkin lamanya (lebih dari 3 dekade) di kurung dalam gembok kebebasan, dan setelah gembok itu di buka media seolah berjingkrak kegirangan boleh bicara apa saja, yang berani melawan media segera di sebarluaskan berita buruk, dan untuk menetralisir itu konglemerat hobi membeli media. ical adalah satu contohnya tidak tanggung-tanggung 2 TV dia akuisisi.

lihat saja kasus cicak-buaya, betapa gencarnya pembelaan terhadap KPK seolah POLISI itu ga ada bagus-bagusnya, dan saat itu susno adalah bajingan yang harus diisingkirkan dengan tuntutan PECAT susno, media berteriak untuk itu, hingga metro tv dan tv one, tiap hari terus mengonggong, akhirnya polisi menyerah, susno diturunkan, media menang mungkin di ruang redaksi dengan congkak berteriak, “dulu kalian injak dan bredel kami sekarang kami berhasil balas dendam” . ini adalah kemenangan mutlak pertama dari media terhadap polisi dan susno adalah korban.

sekarang susno adalah pahlawan dan media menempatkannya dalam simbol “hero” yang menentang kezaliman, susno yang sudah kadung merasa jadi pahlawan di atas kekuasaan media, berteriak dengan congkak “saya tidak takut mati karena saya benar” kata-katanya berpijak pada jabatan pahlawan yang disuarakan media. susno menjadi boneka dari media yang menempatkannya dalam status konyol, dulu dia di jadikan pecundang oleh media dan sekarang dijadikan pahlawan.

sekarang polisi emang ga ada benarnya di hadapan media, bahkan penangkapan teroris di aceh yang menewaskan para perwira polri “hanya” dianggap pengalihan isu century, picik sekali media, tapi ketika ada bom polisi kembali disalahkan, atau lihat saja proses penggrebekan Ibrohim yang dengan yakin media bersuara itu adalah Nordin, dan menyiarkannya bagai film. polisi menjadi tertuduh dianggap main film, tapi televisi tidak mau bertanggung jawab atas dosanya malah ikut menyalahkan polisi, televisi tidak mau disalahkan atas kesalahan analisis siapa sebenarnya teroris tersebut.

saya sama sekali tidak membela polisi, karena jujur saya benci polisi sejak di tilang gara-gara motor ga punya tutup pentil, harus ngeluarin uang tilang Rp. 10.000, setelah itu saya termasuk anti polisi dan tidak mau tahu. saya hanya menghimbau di mana media harus bersikap dengan seimbang. dan Surat Kabar serta Media Online harus bisa jadi “penjaga” citra media yang berimbang di tengah timpangnya pemberitaan televisi.

lihatlah gaya televisi seolah menempatkan skandal century dalam posisi kesalahan mutlak dan bagaimana berteriak uang rakyat 67 T di korupsi, saya tidak mengerti apakah TV itu bodoh atau tidak mau tahu, bahwa uang tersebut adalah premi bank. saya tidak akan membicarakan century, ini hanya contoh saja, di mana menempatkan SMI & B sebagai tersangka versi media tanpa mau tahu urusan tetek bengek pengelolaan keuangan negara di bidang moneter dan fiskal. seorang akdemisi teknokrat murni dengan riwayat luar biasa serta bersih dan televisi menempatkan para wayang orang bermain sandiwara di studio dan seolah masalah bisa selesai dengan berdebat yang dilakukan oleh artis dadakan tanpa latar belakang yang jelas di bidang yang dibicarakan macam bambang s, fchry h atau akbar faisal. dan anehnya media terutama televisi lebih percaya kata-kata anak kemarin sore di DPR tanpa track record di banding penjelasan para teknokrat itu.

di tengah situasi ini masihkah saya bisa berharap media akan berimbang dalam pemberitaan ???

big question…..

dan saya masih berharap Media online dan cetak bisa berlaku lebih bijak dan tidak ikut-ikutan mendajdi Metrovokator bagi masyarakat dan tvoon dalam menyebarluaskan berita, sehingga justru menimbulkan chaos dalam pergolakan politik yang tanpa ujung.

tulisan saya ini saya tutup dengan mengutip kata-kata kakek saya yang telah saya modifikasi :

“indah sekali melihat perang bintang, tetaplah tenang, karena bintang jatuh itu indah, mari kita nikmati saja”

salam kompasiana.
politik.kompasiana.com

Ulah Boneka Malaysia

Ketika Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, berbagai kelompok gerakan di semenanjung Malaya itu minta diajak bergabung dengan Republik Indonesia. Tetapi Kelompok ini ditindas oleh Inggris sampai hilang dari peta politik Malaya, baru kemudian Inggris mendirikan negara Malaysia, yang di sini lebih dikenal dengan Malaysia. Kemunculan Malaysia ciptaan Inggris itu membuat marah Bung Karno karena sebagai sarana imperialis untuk merebut kemerdekaan bangsa-bangsa yang sudah dimerdekakan, sehingga keluar komando ganyang Malaysia, yang dilawan Bung Karno dan rakyat Indonesia bukan rakyat Malaysia, tetapi elit negeri itu yang berkomplot dengan Inggris untuk menancapkan kekuasaannya, termasuk mengganggu kedaulatan negara lain, seperti ketika membantu pemberontakan PRRI Permesta.

Sayang gerakan Bung Karno itu disabut oleh kalangan militer Indonesia sendiri yang secara diam diam berkomplot dengan Malasia-Inggris di sana. Presiden Soekarno dijatuhkan Indonesia pun jatuh terpuruk, dan Malaysia sebuah negeri kecil dengan peradaban masih rendah, dan juga Singapura sebuah daerah kecil yang tidak bisa disebut negeri, menguasai keseluruhan kedaulatan negeri ini. Kaum intelektual dibungkam dengan diberi beasiswa ke universitas terkemuka di dunia. Akhirnya Indonesia menjadi negeri jajah seluruh negara lain, sementara kaum terpelajarnya hanya menjadi buruh. Tidak muncul pemimpin, karena pendidikan dijadikan sarana untuk melahirkan buruh.

Pendidikan karakter (character building) dimusnahkan sehingga tidak ada gerakan pembangunan bangsa (nation building) akhirnya kita tidak menjadi bangsa yang terhormat dan dihormati, tetapi menjadi bangsa yang dihina dan diremehkan oleh masyarakat dunia. Padahal sebelumnya negeri ini sebagai pelopor dunai ketiga yang sekaligus disegani oleh negara-negara adidaya.

Setelah puluhan tahun negeri ini dihina, termasuk dihina oleh negera kecil terbelakang seperti Malaysia baru orang sadar dan membenarkan apa yang telah dilihat Bung karno hampir 50 tahun yang lalu, sehingga saat ini dengan mudah orang mengucapkan doktrin Bung Karno “Ganyang Malasia” .Kesadaran ini sangat terlambat, kerana bangsa ini terlanjur lumpuh otaknya, lumpuh semangatnya, lumpuh cita-citanya, akibat pendidikan modern yang tidak mengajarkan moral dan komitmen sosial, tetapi hanya mengajarkan kemampuan teknis dan oleh kecerdasan, sehingga kaum terpelajarnya tidak ada yang menjadi intelektual apalagi pemimpin mereka hanya  menjadi buruh dan kuli, baik di birokrasi pemerintahan maupun di perusahaan asing.

Sebelum melawan Malaysia, kita harus membenahi dulu mental kita, cara berpikir kita, sistem politik kita, sistem pendidikan kita. Karena semua sistem pemikiran yang kita pakai adalah belenggu, sistem politik kita adalah penjara, sistem pendidikan kita sebagai ajang penipuan. Untuk membangun lagi karakter banagsa maka bangsa ini harus dimerdekaan dulu pikirannya, dengan merombak sistem politik dan model pendidikan. Kalau tidak setiap tahin kita melahirkan ribuan sarjana dana professor, tetapi negeri ini semakin merosot kuaalitasnya. Semakin dilanjutkan sistem pendidikan modern ini akan semakin terjerumus kedalam ketidakpastian.

Mengapa cara ini ditempuh karena jiwa dan semangat kita dilumpuhkan oleh sistem pendidikan yang ada, negara-negara maju seperti Ingrislah yang menciptakan pendidikan seperti ini sebagai bentuk neo iperialisme, dan Malaysia bukan negara merdeka, tetapi sekadar boneka Inggris untuk dimainkan di Asia dana dunia Islam. Karena mereka itu bangsa belum dewasa makanya mudah diprovokasi sehingga menjadi banagsa yang agresif dan tak tahu malu. Akibatnya citra mereka sangat buruk, sebagai bangsa perampok, bangsa pencuri, itu yang terkesan di kalanagan muda dan anak-anak remaja di Indonesia.

Kebencian kalangan remaja Indonesia terhadap Malasia sudah sedemikian dalam. Padahal salah satu di antara mereka akan menjadi pemimpin Indonesia yang akan melanjutkan semangat besar Soekarno, mereka itulah yang nanati akan melumat Malaysia. Ini harus diingat, karenanya, Malaysia harus meneurunkan agresivitasnya, agar tidak menimbulkan generasi Indonesia yang merasa terhina lalau akan melakukan balas dendam. Apalagi Indonesia terlalu perkasa untuk menghadapi Malasia yang kecil. Karena itu Malasia perlu menahan diri agar ke depan tercipta kehidupan yang adamai.

Bagaimanapun perdamaian harus diciptakan, kalau dengan Filipina dan Thailand saja bisa damai berdampingan, tetapi kenapa dengan Malaysia mengalami ketegangan. Tampaknya hubungan keagamaan tidak pernah menjadi pertimbanagan di situ, sehingga ketegangan berlangsung seolah tidak ada titik temu. Memang imperialaisme selalu memacah-belah setiap kekuatan yang dimungkinkan menyatu, karena persatuan adalah musuh utaama imperialisme. Untuk itu negara Kesatuan merupakan musuh utama. Sebab bentuk negeri seperti ini tidak mudah diintervensi.

Pada dasarnya setiap orang setiap bangsa  menghendaki adanya kehidupan yang damai. Tetapi kadang orang lupa bahwa untuk menciptakan perdamaian juga dibutuhkan peperangan seperti kata pepatah civis pacem parra bellum, tanpa adanya kekuatan penekan yang kuat tidak mungkin perusuh bisa ditaklukkan, tanpa adanya penjagaan yang kuat tak mungkin perdamaian diwujudkan. Diplomasi pun hanya bisa dilakukan bila memiliki persenjataan yang lengkap. Itulah harga mahal sebuah perdamaian, karena itu jangan dibuat mainan. (Abdul Mun’im DZ)[nu.or.id]

Tips Cara mengatasi Telinga yang Kemasukan Air

Beritamaya.wordpress.com – Kadang-kadang ketika mandi atau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan air, telinga kita bisa kemasukan air, yang membuat pendengaran kita jadi terasa kurang nyaman.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasinya:

Cara 1
Jika yang kemasukan air adalah telinga kiri maka tutup telinga kanan dengan jari telunjuk tangan kanan dan miringkan kepala ke kanan. Gunakan telunjuk tangan kiri untuk meneteskan/memasukkan air ke dalam telinga kiri dan ketika sudah terasa masuk ke bagian dalam segera miringkan kepala ke kiri agar air yang ada di lubang telinga kita bisa keluar semua. Ulangi cara ini jika belum berhasil.(tips dari organisasi.org)

Cara 2
Yaitu dengan meloncat-loncat (seperti main skipping), pada saat meloncat gunakan telapak kaki, kalau sudah melakukan pendaratan gunakan tumit, itu supaya air yang masuk kedalam telinga kita langsung keluar.

Cara yang pertama saya tidak berani mencobanya karena takut kalau airnya tidak keluar mungkin bisa menyebabkan infeksi. Jadi, saya hanya mencoba cara kedua dan ternyata langsung berhasil, keluar air hangatnya setelah beberapa kali melompat-lompat.


Jangan gunakan cotton buds!

Bagi anda yang telinganya sedang kemasukan air, silahkan mencoba trik di atas. Jika berhasil, jangan lupa untuk bersyukur. Jika tidak berhasil, silahkan berdoa memohon kesembuhan, dan hubungi dokter.(sanji)

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.